news
LIGA ITALIA
Candreva: Saya selalu Memikirkan Ayah Saya
31 March 2020 10:03 WIB
berita
Bek FC Internazionale, Antonio Candreva, saat merayakan gol di Seri A -TopSkor/SempreInter
MILAN – Dalam fase menyulitkan karena wabah virus corona, Antonio Candreva termasuk yang merasakan sulitnya bertemu dengan orang-orang terdekatnya. Bek senior FC Internazionale dalam masa pembatasan sosial yang diterapkan pemerintah Italia, tidak pernah lagi bertemu dengan keluarganya. Khususnya ayah pemain 33 tahun ini yang tinggal di Roma.

“Ayah saya sakit sudah hampir setahun ini dan semua keluarga saya berada di Roma,” kata Candreva dengan nada sedih. “Tidak dapat melihatnya, sungguh kenyataan yang sangat sulit. Setiap detik, saya selalu memikirkan kondisinya,” dia menambahkan.




Baca Juga :
- Meniru Ide Barcelona, Sriwijaya FC Jual 5.000 Masker Keren
- Tiba di Indonesia, Shin Taeyong dan Staf dari Korsel Jalani Isolasi Mandiri Selama 14 Hari


Namun, Candreva menyadari bahwa tidak bertemu dengan mereka justru cara yang paling terbaik untuk melindungi semuanya. Bahkan, dia menyerukan agar semua publik Italia mengikuti perintah dari otoritas di Italia.

“Jika kami mampu mematuhi peraturan yang diberikan untuk kami semua, kami tidak perlu takut,” kata mantan pemain Lazio ini. Candreva saat ini tetap berada di Milan bersama pasangannya dan melakukan latihan mandiri di tempat tinggalnya.


Baca Juga :
- Merebut Istri Rekan Setim, Dibenci Lionel Messi, dan Disebut Pengkhianat oleh Maradona! Mauro Icardi Jadi Pemain Sepak Bola Paling Kontroversial
- Ini Tiga Misi Ciro Immobile ketika Seri A Kembali Bergulir


Inter saat ini bersaing di papan atas dengan Juventus dan Lazio dalam meraih scudetto. Namun, seperti diketahui, hampir semua liga-liga di dunia dihentikan karena wabah global corona. Liga sendiri belum melihat tanda-tanda Seri A akan kembali bergulir, meski ada wacana bahwa musim ini kemungkinan besar bisa berakhir pada Juni atau Juli.

Tapi, bagi Candreva, sangat tidak elok membicarakan soal persaingan meski musim ini Inter memang satu dari tiga klub yang paling berpeluang meraih gelar. “Untuk saat ini, scudetto sesungguhnya adalah memenangkan perang melawan corona,” kata Candreva.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat