news
LIGA 1
Liga 1 2020 Force Majeure, Pelatih PSM Pilih Pulang ke Malaysia
29 March 2020 13:20 WIB
berita
Bojan Hodak - Dok. Skor.id
MAKASSAR -- Lewat Surat Keputusan bernomor 48/SKEP/III/2020, Jumat (27/3/2020), PSSI menyatakan Liga 1 2020 ada dalam status darurat virus corona. PSSI menetapkan Maret hingga Juni sebagai keadaan force majeure karena Indonesia sedang darurat bencana terkait penyebaran virus corona.

Sadar Liga 1 2020 mengalami libur cukup lama, pelatih PSM Makassar, Bojan Hodak, memilih meninggalkan Indonesia untuk pulang ke Malaysia. Walaupun berkewarganegaraan Kroasia, pelatih 48 tahun ini memang cukup lama melatih di Malaysia, hingga punya tempat tinggal di sana.




Baca Juga :
- Mundurnya GP Amerika Serikat, Membuka Kesempatan Thailand, Malaysia, dan Argentina
- Luis Edmundo Sempat Kesulitan di Indonesia Sebelum Menjadi Legenda Persita


Sebelum menangani Pasukan Ramang, julukan PSM, di musim ini Hodak sudah lebih dulu berkarier di Malaysia sejak 2012 lalu. Pelatih yang memiliki lisensi UEFA Pro ini pernah melatih Kelantan FA, Johor Darul Ta'zim, dan tim nasional Malaysia U-19.

"Coach Bojan pulang ke Kuala Lumpur. Dia memang tinggal di sana, bukan Kroasia," kata asisten pelatih PSM, Herrie Setiawan saat dihubungi TopSkor.Id.


Baca Juga :
- Kesan Pertama di Persija Bikin Gustavo Chena Bertahan di Indonesia Selama 17 Tahun
- Pengakuan Mengejutkan Rizky Ridho: Dulu Bonek, Kini Jadi Pemain Utama Persebaya


Lebih lanjut pelatih yang punya nama panggilan akrab Jose itu memberi tahu bahwa Hodak punya rumah di sana karena punya istri orang Malaysia. Hodak pun tidak pergi meninggalkan Makassar sendirian, staf kepelatihan juga diizinkannya pulang jika kediaman aslinya bukan di sana.

Termasuk Herrie, yang mengakui bahwa saat ini sudah kembali berada di Bandung untuk berkumpul bersama keluarganya. "Kalau saya sudah balik dari tanggal 16 Maret saat sempat diberi libur FIFA Match day. Lalu berlanjut karena libur diperpanjang," ucap Herrie.

Usai memainkan pekan ketiga Liga 1 2020 di awal Maret, PSM memang memberikan libur ke skuatnya karena ada jeda internasional. Namun penyebaran virus corona yang masih akhirnya membuat agenda klub untuk kembali berkumpul akhirnya ditunda hingga beberapa kali.

Semula tim dijadwalkan kumpul 20 Maret, kemudian diubah 25 Maret, lalu ke awal April, dan kini belum ditentukan karena status Liga 1 2020 force majeure.*03

T
Penulis
Taufani Rahmanda