news
LIGA ITALIA
Conte Sumbang 12 Komputer untuk Rumah Sakit Anak di Turin
29 March 2020 01:36 WIB
berita
Pelatih FC Internazionale, Antonio Conte, saat di pinggir lapangan -TopSkor/La Gazzetta dello Sport
TURIN – Banyak cara untuk berbagi dalam kesulitan global karena wabah virus corona. Simpati baik melalui kata dan perbuatan atau dengan cara yang lebih nyata seperti memberikan sumbangan telah dilakukan sejumlah klub, atlet, atau tokoh dalam dunia olahraga. Antonio Conte salah satunya.

Pelatih FC Internazionale ini memperlihatkan kepeduliannya terhadap situasi yang terjadi di negeri kelahirannya ini dengan memberikan 12 komputer untuk perlengkapan bagi anak-anak yang berada di Regina Margherita yang berada di Turin, Jumat (27/3) lalu.




Baca Juga :
- Meniru Ide Barcelona, Sriwijaya FC Jual 5.000 Masker Keren
- Tiba di Indonesia, Shin Taeyong dan Staf dari Korsel Jalani Isolasi Mandiri Selama 14 Hari


Regina Margherita merupakan rumah sakit sekaligus tempat belajar bagi anak-anak penderita neuropsikiatri dan pusat studi penyakit tersebut (gangguan sistem saraf atau gangguan mental). Pemberian Conte ini diakui oleh Tiziana Catenazzo yang merupakan kepala sekolah di rumah sakit tersebut, kemarin.

Catenazzo menyatakan bahwa pemberian mantan pelatih timnas Italia itu sebagai “kejutan yang tidak terduga”. “Kami sempat berbincang dengannya (Conte) dan istrinya, Elizabeth, sehari sebelum sumbangan ini datang. Kami bercerita kepada mereka soal kesulitan di neuropsychiatry,” kata Catenazzo.


Baca Juga :
- Ini Tiga Misi Ciro Immobile ketika Seri A Kembali Bergulir
- Lionel Messi: Sepak Bola dan Kehidupan Lainnya Kini Tidak Lagi Sama


“Karena wabah virus corona ini, perlengkapan di sini nyaris tidak ada. Kami tidak lagi memiliki guru bahkan laptop untuk memberikan pelajaran,” kata Catenazzo lagi. “Dengan pemberikan ini, kami setidaknya bisa kembali memberikan pelajaran bagi mereka dari jarak jauh,” dia menambahkan.

Meski Conte kini melatih Inter yang berada di Milan, Kota Turin tetaplah spesial dalam kehidupannya. Pria 50 tahun ini masih sebagai salah satu legenda hidup dari klub Juventus ketika dirinya sempat menjadi kapten di tim ini pada 1991 hingga 2004. Conte juga sukses ketika dirinya melatih Juve pada 2011-2014.

“Itu sikap yang memperlihatkan bahwa Conte masih sangat mencintai Turin,” demikian komentar salah satu pers Italia, Sport Mediaset, terkait sumbangan dari pelatih yang juga pernah menangani klub Liga Primer, Chelsea. “Pemberian ini sangat kami hargai,” Catenazzo menegaskan.

Italia merupakan negeri asal Eropa yang paling terdampak virus corona, sekitar lebih dari 80 ribu warganya terinfeksi. Sejak 10 Maret Italia sudah melakukan penguncian dan diharuskan tinggal di rumah. Situasi ini pula yang memberikan efek bagi rumah sakit anak Regina Margherita.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat