news
LIGA INGGRIS
Klopp Curhat soal Penyebab Kegagalan The Reds di Liga Champions, Katanya Efek Kekhawatiran Virus Corona
28 March 2020 17:49 WIB
berita
Pelatih Liverpool, Juergen Klopp, masih menjalani karantina mandiri -TopSkor/istimewa
LIVERPOOL – Pelatih Liverpool, Juergen Klopp, mengakui bahwa kekakalahan Liverpool dari Atletico Madrid pada pertandingan pertama 16 besar Liga Champions, tidak terlepas dari efek kekhawatiran terhadap wabah virus corona.

The Reds seperti diketahui gagal mempertahankan gelar Liga Champions yang mereka raih pada musim lalu setelah Jordan Henderson dan kawan-kawan disingkirkan klub Spanyol, Atletico. Pada laga pertama di kendang Los Rojiblancos, 18 Februari lalu, mereka kalah 0-1. Sedangkan di pertandingan kedua di Stadion Anfield, Liverpool juga kalah 2-3.




Baca Juga :
- Meniru Ide Barcelona, Sriwijaya FC Jual 5.000 Masker Keren
- Tiba di Indonesia, Shin Taeyong dan Staf dari Korsel Jalani Isolasi Mandiri Selama 14 Hari


“Walau pertandingan tersebut baru beberapa pekan lalu, saya merasakannya sudah seperti setahun lalu,” kata Klopp, mencoba menggambarkan penilaiannya tentang dua pertandingan lawan pasukan Diego Simeone tersebut. “Saya ingat bahwa saat itu kami mulai mengetahui ancaman virus corona di seluruh dunia, tapi kami tetap mencoba untuk bertahan dan menjalankan jadwal yang ada,” dia menegaskan.

Kondisi kekhawatiran di tengah virus corona itulah yang menurut Klopp memengaruhi semua persiapan timnya. “Saya mengakui bahwa sangat aneh berada dalam situasi itu dan mempersiapkan pertandingan tersebut,” kata Klopp, dengan nada yang miris, saat wawancara jarak jauh untuk website Liverpool.


Baca Juga :
- Khawatirkan Risiko Cedera, Chelsea Usulkan Penambahan Jumlah Cadangan Jadi 9 Pemain
- Dianggap Tularkan Virus Corona di Spanyol, Fabio Capello Bela Pelatih Atalanta


Bahkan, menurut Klopp, mereka tidak sedikit pun benar-benar menyangka bahwa imbas virus corona itu akan masuk ke Inggris. Sampai akhirnya muncul perdebatan terkait nasib Liga Primer, termasuk soal nasib Liverpool dalam meraih gelar kompetisi domestik yang sudah 30 tahun dinantikan supporter The Reds.

Saat ini, sebelum kompetisi akhirnya dihentikan untuk sementara, Liverpool terus memimpin di puncak klasemen dengan mengoleksi 82 poin, atau unggul 25 poin atas pesaing mereka, Manchester City. Meski The Citizens masih memiliki satu laga lebih banyak, tapi dengan situasi tersebut, The Reds bakal tampil sebagai juara jika meraih dua kemenangan lagi.

Ya, penantian 30 tahun Liverpool kini tinggal dua laga lagi. Namun, virus corona tampaknya mengancam semuanya. Kegagalan Liverpool di Liga Champions kini bisa juga terjadi di Liga Primer. “Pada Sabtu (7/3) kami menghadapi Bournemouth dan kami menang, dan keesokan harinya kami mengetahui City mengalami kekalahan. Setelah itu, kami mendapatkan informasi bahwa jalan kami tinggal dua kemenangan lagi untuk menjadi juara,” kata Klopp.

Namun, setelah pekan itu, Liverpool harus mempersiapkan diri lagi untuk laga kedua menghadapi Atletico di Anfield. “Pada Senin pagi saya bangun dan mengetahui situasi yang terjadi di Madrid, bahwa di sana sekolah-sekolah dan universitas akan ditutup pada hari Rabu. Jadi, ini sangat aneh mempersiapkan pertandingan, menjamu mereka dalam kondisi seperti itu,” kata Klopp.

Ada kekhawatiran dan mantan pelatih Borussia Dortmund ini mengakui bahwa jelas ada efek kekhawatiran terhadap virus corona dari persiapan timnya pada fase sebelum kompetisi akhirnya dihentikan. Kini, dalam masa karantina mandiri, Klopp mengaku mulai merindukan semua pemainnya dan staf. “Ya, kami memang melakukan kontak lewat WhatsApp grup, telepon, atau apapun. Kami memang sering bertemu tapi bukan dengan cara yang kami inginkan,” kata Klopp lagi.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat