news
LIGA 1
Evan Dimas Mampu Menjadi Sniper dan Kreator Permainan Persija
27 March 2020 08:55 WIB
berita
JAKARTA -  Evan Dimas bisa dibilang sebagai pembelian efektif Persija musim ini. Meskipun sempat melakoni debut dari bangku cadangan pada laga perdana Liga 1 2020 melawan Borneo FC, Evan justru menghadirkan perubahan besar pada permainan tim Macan Kemayoran.

Bak sniper, selama 20 menit berada di bench justru dimaksimalkan Evan untuk memantau permainan lawan dan mencari titik kelemahan tim Pesut Etam. Di awali dengan sedikit “drama” saat gelandang Persija Sandi Sute tidak terima dirinya ditarik keluar pada menit ke-20 digantikan Evan. Evan Masuk dan akhirnya berhasil membuat perubahan dari sistem permainan tim Persija.




Baca Juga :
- Jika Liga 1 Mau Dilanjut, PSSI Diminta Mendorong Kemenpora Berkoordinasi dengan Kemenkeu terkait Kebijakan Relaksasi Pajak
- Askot PSSI Kota Bandung Siap Bergeliat Lagi


Jika pelatih Sergio Farias tak segera menarik Sandi dan memasukan Evan mungkin saja Persija gagal mengawali kompetisi dengan kemenangan (3-2).  Dalam laga debutnya itu, Evan juga sukses mencetak gol pertama dengan seragam merah-merah milik Persija.

Sebagai gelandang yang bisa ditempatkan di beberapa posisi, Evan kerap jadi pilihan menarik bagi sang pelatih. Farias pernah mencoba Evan di sejumlah posisi, mulai playmaker, gelandang tengah, sampai deep lying playmaker saat melawan Bhayangkara FC.


Baca Juga :
- Sepakat, PSSI Lanjutkan Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Oktober
- Didukung Pemain, Madura United Konsisten Tolak Liga Kembali Bergulir


Namun Farias mencium potensi terbaik dari pemain yang belum genap 25 tahun tersebut. Evan tampaknya kurang pas jika dimainkan di posisi "nomor 6" dan lebih berperan ketika ia ditugaskan untuk mendekat dengan gawang lawan.

Hasilnya, ketika perubahan dilakukan Farias di babak kedua melawan Bhayangkara, Evan mampu mendapatkan peluang emas shooting dari luar kota penalti, satu di antaranya berbuah gol spektakuler. Sejauh ini, Evan jadi pencetak gol terbanyak tim dengan dua golnya.

“Saya tahu tentang kualitas seorang Evan Dimas. Dia pemain pintar dengan attitude yang baik pula. Saya percaya dia akan jadi motor permainan Persija meraih target-target musim ini,” kata legenda hidup Persija Agus Supriyanto.

Selain piawai dalam bermain secara kolektif ketika diberi peran untuk menjadi jenderal di lini tengah, pria asal Surabaya ini membawa kemampuan individu mengesankan. Terutama dalam menjaga bola dari rebutan lawan hingga umpan akurat yang ia lepaskan.

Dalam dua laga dengan total 160 menit bermain, rata-rata umpan akurat sang pemain mencapai 93 persen. Selain itu, meski tidak memiliki ukuran tubuh ideal sebagai gelandang petarung, Evan total sudah tujuh kali melakukan intersep serangan lawan dari dua pertandingan yang ia mainkan.

Evan juga tercatat menjadi pemain dengan umpan kunci terbanyak bagi Persija, yakni tiga plus tiga shoot on goal ke gawang lawan. “Setiap kali megang bola, dia bisa membawa arah permainan tim khususnya dalam menyerang mau seperti apa. Dia tipikal gelandang yang tenang dan selalu tepat dalam memanfaatkan momentum dan posisi," kata mantan gelandang Persija lainnya Andrian Mardiansyah.

Ini jelas menjadi sebuah keuntungan bagi Farias dalam menjalankan sistem permainan Persija musim ini. Pelatih asal Brasil tersebut bahkan tak segan memuji kemampuan Evan mengubah arah permainan terutama dalam dua hasil positif yang diraih Persija di awal musim ini.

“Evan pemain yang luar biasa. Sebagai gelandang, dia cetak gol lawan Borneo dan Bhayangkara. Dia bermain dan memimpin transisi dengan bagus dan lebih baik memang jika dekat dengan ke gawang lawan. Dia pemain luar biasa,” ucap Farias.*FURQON AL FAUZI
 

 

R
Penulis
Rizki Haerullah