news
LIGA 1
Kompetisi Dihentikan, Lapangan Latihan PSS Sleman Makin Cantik, Rumputnya Sehat
26 March 2020 17:45 WIB
berita
Lapangan UII tempat latihan PSS Sleman tampak cantik pada Kamis (26/3/2020) -- Foto : Dokumentasi Supomo
YOGYAKARTA -- Dihentikannya kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 hingga batas waktu yang belum ditentukan ternyata punya sisi positif untuk pengelola lapangan sepakbola. Termasuk bagi pengelola lapangan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang tak lain adalah salah satu tempat PSS Sleman berlatih.

Pengelola lapangan UII, Supomo Hariyadi mengakui bahwa memang ada hikmah positif dibalik dihentikannya kompetisi untuk sementara akibat wabah corona ini. “Bagi saya selaku pengelola lapangan, waktu yang ada bisa kita maksimalkan untuk memaksimalkan perawatan rumput lapangan,” kata Supomo kepada TopSkor.id, Kamis (26/3/2020).




Baca Juga :
- Terkait Kondisi Pemain PSS Sleman, Begini Penjelasan Dokter Tim
- INFOGRAFIS: Pemain Milenial Jadi Miliuner, Tiga Pemain Muda Termahal Liga 1 2020


Dia menjelaskan, lapangan UII ini sebelumnya selama sebulan penuh sudah dipakai secara terus menerus dengan intensitas yang tinggi. “Lapangan UII sebulan terakhir, selain dipakai oleh PSS Sleman untuk berlatih, juga dipakai untuk timnas U-16 anak asuh coach Bima Sakti. Jadi memang inilah saatnya lapangan ini bisa “bernafas” dulu,” kata Supomo sambil tertawa.

Tidak hanya itu, pada pramusim 2020, Persita Tangerang juga memilih mengasah diri di lapangan yang sama. Letaknya yang tak jauh dari puncak Gunung Merapi, yakni sekitar 20 km saja, menghadirkan pemandangan tersendiri dan tentunya udara segar khas dataran tinggi.


Baca Juga :
- Melihat Karakter Arema dari Jejak Pemain Asing: Ngeyel ala Cile dan Stylish Brasil
- Soal Pemotongan Gaji, Ismed Setuju Enggak Setuju


Dengan ukuran 68x105 meter dilengkapi fasilitas kamar mandi hingga musholla, wajar memang lapangan ini banyak yang melirik untuk digunakan berlatih. “Lapangan ini menggunakan rumput Cynodon Dactylon atau rumput Bermuda dengan masa recovery yang cepat sehingga bagus untuk lapangan dengan intensitas pemakaian yang tinggi,” kata Supomo lagi.  

Untuk pemotongan, pengelola menggunakan alat pemotong khusus yang dapat memaksimalkan efek refleksi cahaya sehingga pola lapangan lebih enak saat dipandang mata. “Untuk pemupukan, kita gunakan pupuk yang berbeda sesuai dengan fungsi yang diinginkan untuk warna hijaunya, kekuatan akar hingga untuk keseluruhan,” ucap pria yang juga mengelola lapangan Yogyakarta International School (YIS) itu.

Ditanya mengenai biaya perawatan rumput lapangan UII ini, Supomo mengatakan adalah sebesar Rp 28 juta per bulannya. “Biaya ini sudah mencakup tenaga, alat pemotong khusus hingga pupuk yang digunakan,” kata dia.

Sebagai informasi, lapangan UII ini juga termasuk dalam lapangan pendamping bagi Stadion Mandala Krida Yogyakarta yang menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang.*

news
Penulis
Sri Nugroho
Penulis adalah penggila sepak bola nasional dan seorang Milanisti. Fotografi dan dunia olahraga menjadi teman keseharian. Penulis juga pecinta kucing dan ikan koi.
news
news