news
LIGA 2
Ini Harapan Robby Darwis untuk LIB dan Liga 2
26 March 2020 15:15 WIB
berita
Robby Darwis/ Foto Dani Wihara
BANDUNG - Pelatih PSKC Cimahi Robby Darwis tidak bisa apa-apa lagi. Pasrah dengan keadaan yang tidak pernah dibayangkannya selama beraktivitas di lapangan hijau.

Virus corona atau covid-19 meruntuhkan impiannya mengusung PSKC jadi tim potensial di kompetisi Liga 2 setelah sebelumnya berjuang dan berdarah-darah tiga musim beredar kompetisi kasta ketiga.




Baca Juga :
- Pelatih Debutan Asal Argentina di Liga 2 2020 Impikan Jadi Pelatih Timnas Indonesia
- Ini Bedanya Latihan Fisik si Pengantin Baru, Yogi Rahadian 


"Ini cobaan berat. Bukan cuma buat PSKC, tapi juga buat tim lainnya. Baru sekali bertanding, kompetisi langsung berhenti. Dan aktivitas lainnya juga harus berhenti total," kata Robby.

Robby harus menerima itu. Tidak bisa berkelit lagi. Covid-19 sudah menjadi bencana dunia. Yang tidak bisa dianggap sepele. Karena sudah banyak makan korban nyawa manusia.


Baca Juga :
- Ikut Until Tomorrow Challenge, Ramdani Mengenang Timnas Indonesia B
- Legenda Persib Ceritakan Kisah Telur Jimat di Gawang Barito Putera


"Siapapun pasti berpikir nyawa dan keselamatan. Tidak boleh egois memikirkan sepak bola, meski kita punya harapan tinggi. Tunggu saja keputusan resmi otoritas penyelengara kompetisi," ujar legenda Persib pada TopSkor, Kamis (26/3).

PT LIB kini memang jadi harapan semua klub. Karena dari sana nasib kompetisi kasta kedua ditentukan. Berlanjut atau berhenti sama sekali lantaran force majeur covid-19.

"Harapan terakhir kami memang di PT LIB. Makin cepat menentukan kepastian nasib kompetisi, makin baik buat kami. Tidak gamang lagi menunggu dalam ketidakpastian," kata pemilik 53 caps bersama timnas Indonesia itu.

Penundaan semua kompetisi di Indonesia memang tidak terhindari lagi. Risikonya terlalu besar. Pasalnya covid-19 tidak bisa diprediksi kapan berlalu dari muka bumi.

Selama masih dalam status bahaya atau tanggap darurat, praktisi sepak bola harus menahan diri. Termasuk bersiap melupakan semua impiannya di hajatan kompetisi. 

"Kami bisa menerima kenyataan pahit ini. Covid-19 memang belum diketahui kapan berakhirnya. Tapi dalam hati terdalam, tetap berharap kompetisi Liga 2 terselamatkan," ujar pria kelahiran Bandung 56 tahun silam lewat sambungan telepon.

news
Penulis
Dani Wihara
tukang tulas tulis persib bandung
news
news