news
LIGA 2
Pemain PSKC Diberikan Kebebasan Bertahan di Bandung atau Pulang Kampung
26 March 2020 12:25 WIB
berita
Tim PSKC Cimahi/Foto istimewa
BANDUNG - PSKC Cimahi, seperti klub-klub lainnya, terpaksa meliburkan diri. Mereka memilih tidak beraktivitas selama belum adanya kepastian masa depan kompetisi Liga 2 2020. "Langkah itu terpaksa diambil karena tidak ada pekerjaan utama di sepak bola. Latihan tanpa pertandingan percuma," kata CEO PSKC, Eddy Moelyo, kepada Topskor.id, Kamis (26/03/2020).

Wabah covid-19 memang tidak bisa dihindari. Semua kehidupan kena imbasnya. Termasuk hajatan sepak bola nasional yang juga harus berhenti. "Panggung sepak bola perlu penonton. Tanpa penonton, karena larangan berkumpul akibat covid-19, apa gunanya. Berhenti beraktivitas, sesuai imbauan pemerintah, jadi solusi terbaik," Eddy menambahkan .




Baca Juga :
- Efek Kompetisi Disetop, Lord Atep Belum Terima Gaji dari PSKC Cimahi
- Potong Gaji 80 Persen Jadi Wacana Persis Solo Selama Kompetisi Dihentikan Sementara


Karena itu, sejak Rabu (25/03/2020) secara resmi Eddy membubarkan sementara timnya. Pemain dipersilakan bertahan di Bandung atau pulang ke daerahnya masing-masing."Sebab memang sudah sulit beraktivitas secara normal. Covid-19 memang tidak bisa diprediksi kapan berakhirnya," ujar Eddy.

"Saya membebaskan pemain memilih tinggal di mes atau pulang ke daerahnya masing-masing. Yang milih pulang saya beri ongkos transportasi ke daerahnya," Eddy menuturkan.


Baca Juga :
- Keren! ASIOP Manfaatkan Google Meet untuk Tetap Melatih Anak-anak
- Jefri Wibowo, Kiper AA Tiga Naga, Berlatih Mandiri dan Main Mobile Legend untuk Bunuh Waktu


Otomatis, biaya rutin gaji dan uang makan di mes tetap harus digelontorkan manajemen klub. Tidak bisa dihentikan, meski tim sudah tidak memiliki agenda rutin selain berlatih sendiri."Kami tetap bersikap profesional. Hak pemain tetap harus dibayarkan. Selain kita sudah seperti keluarga besar," ucap Eddy.*

news
Penulis
Dani Wihara
tukang tulas tulis persib bandung
news
news