news
TOP FEATURE FOOTBALL
Dalam Usia Nyaris 38 Tahun, Legenda Persib Ini Belum Menyerah dan Siap Berprestasi di Liga 2
26 March 2020 11:33 WIB
berita
Tantan saat berlatih di PSKC/Foto:Istimewa
CIMAHI – Usai cedera patah kaki pada kompetisi Liga 1 2017, performa Tantan Dzalikha sempat meredup. Sang penyerang harus menanggalkan baju kebesaran Persib Bandung dan mereformasi diri jadi duta Persib. Tugasnya memberi motivasi dan berbagi pengalaman tentang sepak bola profesional kepada anak didik di Akademi Persib.

Setelah dua tahun tidak mengolah si kulit bundar, ia merasa kondisinya sudah fit dan bugar. Tantan pun kembali merumput. Beredar bersama Bandung United pada Liga 2 2019. Sayang penampilannya kurang bersinar. Kapten tim satelit Persib itu gagal mengangkat prestasi timnya. Bandung United pun harus terjun bebas ke Liga 3 musim ini.




Baca Juga :
- Format dan Jadwal Liga 2 Sudah di Tangan Klub, Robby Darwis Minta Surat Resmi dari PSSI
- Cara Pelatih Kiper Persib Membangun Chemistry dengan Pemainnya Laiknya Seorang Ayah


Tapi pria kelahiran Lembang 6 Agustus 1982 itu belum menyerah. Baginya, dunia sepak bola harus dijalaninya sampai "kaki tidak bisa lagi bergerak". Dalam usia senja, nyaris 38 tahun, ia masih punya ambisi besar membantu PSKC promosi ke Liga 1 2020. Atau setidaknya bertahan pada kompetisi kasta kedua.

"Duh, kalau bicara sepak bola, sepertinya enggak akan pernah jauh dari prestasi. Meski sudah tua, tetap saja ambisi saya selalu tinggi. Untuk PSKC yang saya bela saat ini, target lolos promosi harus diupayakan sekuat tenaga. Semua pencinta sepak bola Jawa Barat pasti senang jika ada dua tim asal Jabar (selain Persib) tampil di Liga 1," kata Tantan.


Baca Juga :
- Jelang Lanjutan Liga 2, PSBS Biak Uji Coba lawan Lima Tim
- Pemain dan Pengurus Muba Babel United Wajib Swab Test di Sekayu


"Kalaupun sulit, setidaknya PSKC tetap bertahan di Liga 2. Tidak degradasi seperti tim-tim asal Jabar yang pernah beredar di Liga 3. Hingga tim asal Jabar tetap punya wakil pada kompetisi kasta kedua. Jadi prestasi terbaik harus dihamparkan," pemain berjulukan Kujang Lembang itu menambahkan.

Adalah Atep Rizal, Agung Pribadi, dan Siswanto yang memercikkan motivasi tinggi. Bersama trio mantan Persib itu, yang kini juga berseragam PSKC, Tantan terpanggil mengharumkan nama PSKC di pentas sepak bola nasional. Ia ingin jejaknya di sepak bola nasional tetap berkibar setelah sempat tenggelam bersama Bandung United.

"Saya ingin punya arti di ‘sisa usia sepak bola’ ini. Semoga ada jalan terbaik buat PSKC  musim ini. Doakan saya dan teman-teman bisa menjawab tantangan manajemen," Tantan menambahkan.

Kembalinya Tantan ke sepak bola profesional memang mengejutkan. Apalagi pria yang juga pernah membela Persitara Jakarta Utara dan Sriwijaya FC ini sudah berprofesi sebagai pelatih. Berbekal lisensi C AFC, Tantan memegang Akademi Persib U-15. Bahkan timnya sempat berpartisipasi di Turnamen TopSkor U-15 Bandung, Februari lalu.

"Betul saya sudah menjadi pelatih Akademi Persib U-15. Dan, saya terus akan menjadi pelatih di sana, meski saya jadi pemain PSKC untuk kompetisi musim ini," ucap Tantan.

  "Saya akan melatih Akademi Persib jika ada waktu kosong. Tidak bentrok dengan jadwal PSKC. Intinya ada waktu luang pasti saya gunakan melatih di Akademi Persib," ia menambahkan.

"Mendua" sebagai pemain dan pelatih sudah dipikirkan Tantan. Ia meyakini mampu menjalaninya dengan baik karena manajemen Akademi Persib memberi kebebasan untuk lebih memprioritaskan PSKC yang berjuang untuk Jawa Barat.

"Itu meringankan beban saya. Bisa lebih fokus pada upaya mengangkat prestasi PSKC. Bersama pemain lainnya, saya optimistis PSKC bisa berbicara dan bersaing dengan rival lainnya. Sebab kekuatan rival di Wilayah Barat tidak sekeras Wilayah Timur," kata Tantan.*Dani Wihara

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id