news
LIGA ITALIA
Seri A Italia Digelar Lagi, Catat Tanggal Mainnya
19 March 2020 15:23 WIB
berita
Kompetisi Seri A akan dilanjutkan pada 3 Mei.
ROMA - Kabar terbaru dari Presiden FIGC, Gabriele Gravina. Kompetisi Seri A akan dilanjutkan pada 3 Mei. Tetapi baru bisa menyelesaikan liga diperkirakan akhir Juli.

"Saya tidak pernah mempertimbangkan untuk mengakhiri musim di sini," kata Gabriele Gravina dikutip Football-Italia.




Baca Juga :
- Meski Masa Depan Belum Jelas, Ibrahimovic Berpeluang Menetap di Serie A
- Dybala Hanya Inginkan Juventus


Seri A merupakan liga top pertama yang ditanggguhkan karena pandemi virus corona. Kemudian diikuti oleh lima besar liga lainnya di Eropa termasuk Liga Champions dan Liga Europa.

“Kami telah mulai menentukan kalender yang memungkinan ini dimulai kembali pada 3 Mei sampai 30 Juni. Ini juga memungkinkan untuk selesai pada Juli, jadi kami sudah meminta kepada otoritas di negara ini, bersama UEFA dan FIFA," ujarnya.


Baca Juga :
- Ingin Pulang ke Serie A, Agen Tawarkan Torreira ke Milan dan Napoli
- Kabar Buruk Buat Juventini! Pogba Dikabarkan Lebih Pilih Madrid Ketimbang Juve


"Kami tak lupa mempertimbangkan kompetisi klub-klub Eropa dan jeda internasional yang telah diminta oleh FIFA untuk diselenggarakan pada pekan pertama Juni guna menuntaskan kualifikasi Euro.” Ucap Presiden FIGC, Gabriele Gravina seperti yang dilansir Football5Star.com dari Telelombardia.

Gravina juga menyatakan Seri A bisa merugi sekitar 700 juta euro andai liga tidak selesai.

“Kita harus optimis kita bisa melanjutkan liga pada tanggal 3 Mei. Kita harus menyelesaikan turnamen. Ada defisit sekitar 700 juta euro jika liga tidak selesai. Idealnya liga selesai pada 30 Juni, tetapi kita bisa mengambil keputusan bahwa liga baru akan selesai pada 30 Juli," paparnya. 

Sebelumnya menteri olahraga Italia Vincenzo Spadafora cukup optimistis bahwa Seri A bisa kembali digelar dalam enam pekan ke depan.

Seri A telah berjalan 26 pertandingan musim ini. Tapi, beberapa tim seperti Inter dan Atalanta bermain 25 - dan opsi yang berbeda disarankan tentang bagaimana melanjutkan jika krisis virus corona berlangsung lebih lama.*
 

news
Penulis
Suryansyah
news
news