news
TOP INTERVIEW
WAWANCARA EKSKLUSIF TopSkor bersama Marco Motta (Edisi 2)
14 March 2020 15:01 WIB
berita
JAKARTA - Hanya ada dua cinta dalam hidup pemain bintang Persija asal Italia Marco Motta yaitu Keluarga dan Sepak Bola. Prinsip itu yang selalu dijaga pemain berusia 33 tahun itu selama berkarier di sepak bola profesional mulai bermain untuk Atalanta, AS Roma, Juventus, timnas Italia, hingga kini di Persija Jakarta.

Karena itu, ia menegaskan kedatangannya ke Jakarta kalau bukan untuk jalan-jalan. Tapi, untuk membantu mengantarkan tim Macan Kemayoran kembali berjaya dan menjadi juara. Berikut wawancara eksklusif TopSkor bersama Motta edisi kedua:




Baca Juga :
- Arturo Vidal Didapuk Menjadi Pemimpin Inter Milan hadapi Juventus dalam Derby Italia
- Romelu Lukaku dan Cristiano Ronaldo Pasangan yang Cantik


 

Bagaimana soal target Persija juara musim ini?


Baca Juga :
- Juve Sedang Cari Striker: Keputusan tentang Scamacca Ditunda, Tak Ada Aksi untuk Pelle
- Fonseca Tak Bisa Pura-pura Lagi, Roma Buruk vs Tim-tim Rival: Hanya 16 Poin dari Total 54


Saya juga memiliki keinginan yang sama, ingin menang dan juara. Bahkan ketika main bersama teman-teman dan selama latihan saya selalu ingin menang. Saya didatangkan ke sini untuk menang dan saya tahu itu tidak mudah. Supaya bisa menang kami tidak perlu banyak bicara dan hanya perlu bekerja keras di lapangan. Kami sudah memulai perjalanan ini dengan bagus tapi kami belum meraih apa-apa. Oleh karena itu kami harus bekerja keras dan berusaha memenangkan pertandingan melawan Bhayangkara dan membawa pulang poin.

Di Indonesia sangat jarang pemain asing di posisi bek sayap, tapi Anda mendobrak tradisi itu...

Memang benar, di manapun biasanya klub mendatangkan pemain asing untuk posisi penyerang atau bek tengah. Jika saya berhasil mengubah tradisi ini maka saya sangat senang. Terkadang main di posisi gelandang tidak mudah, karena harus melakukan dua fase: bertahan dan menyerang, tidak sama seperti peran lain. Saya suka peran ini, bagi saya sepak bola adalah hobi, hasrat, membuat saya senang jika dilakukan dengan serius, dan akan lebih luar biasa jika kami berhasil menjadi juara.

Anda selalu bermain ngotot dan menyerang?

Saya suka permainan yang ngotot. Lalu, sebagai seorang bek, maka tugas utama saya adalah bertahan. Tapi jika harus memenangkan pertandingan, seorang pemain belakang harus berusaha maksimal dan mengambil risiko untuk membantu dan menyulitkan lini pertahanan lawan.

Apa Anda tertarik mempelajari bahasa Indonesia?

Ya, karena saya orang yang selalu ingin tahu banyak hal. Saya sudah dapat berbicara dengan tiga bahasa: Italia, Inggris, Spanyol, dan sedikit Prancis. Saya senang jika bisa bicara bahasa Indonesia, meski tidak mudah terutama bagi saya orang Italia. Tapi saya mulai belajar beberapa kata seperti 'terima kasih', 'sama-sama', 'selamat pagi', 'selamat sore', dan saya ingin lebih mahir. Mungkin suatu hari nanti kita akan kembali melakukan wawancara ini dalam bahasa Indonesia (wawancara ini berlangsung dalam bahasa Italia).

Apa kebiasaan yang sering Anda lakukan sebelum bertanding?

Saya selalu menelepon istri dan menyapa anak saya.

Tempat yang sudah Anda kunjungi di Jakarta?

Saya belum sempat berkeliling tapi tempat paling penting bagi saya adalah tempat latihan dan stadion. Di luar itu saya belum sempat melakukan apa-apa, saya juga harus mengurus dokumen, jadi saya belum mengenal Jakarta lebih jauh, hanya beberapa restoran dan mal saja, bukan Jakarta yang sebenarnya pasti. Tapi saya akan sempatkan waktu untuk menyusuri sejumlah tempat bersejarah dan ikonik di kota ini.

Apa Anda sudah punya makanan favorit di Indonesia?

Saya suka kentang yang biasa saya makan dengan rekan-rekan selama latihan. Seperti keripik. Kemudian saya suka nasi goreng.

Apa Anda sudah memikirkan apa yang akan dilakukan di masa depan?

Saya masih belum tahu, pastinya sepak bola adalah hidup dan hasrat saya. Keluarga bercerita, saya sudah main sepak bola sejak usia lima tahun, jadi bisa dikatakan saya terlahir dengan sepak bola. Untuk saat ini merasa berada dalam kondisi prima dan sepertinya saya masih belum akan pensiun dalam waktu dekat. Saya masih terikat kontrak dengan Persija dan saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Saya tidak tahu apakah kontrak akan diperpanjang atau tidak, pastinya saya masih bisa memberikan banyak hal di lapangan selama beberapa tahun lagi.

Apa ada keinginan untuk mengakhiri karier di Indonesia?

Ini adalah sebuah kemungkinan. Saya baru saja tiba dua bulan tapi saya sudah kerasan. Kemudian hal terindah dalam sepak bola adalah kejutan. Jika saya ditanyakan hal sama 10 tahun lalu (main di Indonesia) mungkin ini tidak pernah terlintas di benak saya. Untuk saat ini saya senang berada di Jakarta. Keluarga juga betah di sini. Main di GBK di hadapan sekitar 70 ribu Jakmania sungguh luar biasa. Ini hanya kemungkinan dan kita lihat nanti keputusan klub.

Apa pesan Anda untuk pemain muda Indonesia, khususnya pemain fullback?

Sama seperti yang biasa saya utarakan kepada anak saya yang masih berusia empat tahun. Mereka harus melakukan apa yang mereka sukai, main sepak bola dengan penuh hasrat, jika bisa menjadi pemain profesional pada usia 16 tahun seperti saya maka akan luar biasa. Jangan pernah berpikir menjadi pemain untuk menjadi orang terkenal, punya mobil atau barang mewah lain. Mereka harus berpikir sepak bola adalah olahraga, hal yang membuat mereka senang dan harus dilakukan dengan penuh hasrat.

Atalanta sekarang menjadi tim anti-Juventus dalam persaingan scudetto bersama Inter dan Lazio, tanggapan Anda sebagai pemain yang memulai karier di klub berjulukan La Dea ini...

Atalanta sedang melakukan pekerjaan luar biasa, Gasperini sudah pernah menjadi pelatih saya dan saya kenal dia sangat baik. Memang kita tidak tahu Gasperini bisa memperlihatkan prestasi luar biasa seperti ini dan tidak akan ada yang menduga dia bisa membawa Atalanta sampai ke perempat final Liga Champions. Menurut saya sedikit berlebihan mengatakan Atalanta sebagai tim anti-Juve tapi Atalanta adalah salah satu tim kejutan terbaik dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Anda apa yang menjadi rahasia Gasperini dalam meningkatkan level tim Atalanta dalam beberapa tahun terakhir?

Mister Gasperini diberi kesempatan untuk melakukan tugasnya dengan leluasa dan karena menginginkan permainan menyerang, dia mampu menanamkan ide ini di benak semua pemain, ditambah antusiasme di dalam tim yang menentukan selebihnya.(habis) FURQON AL FAUZI/ HANDY SUSILO

 

R
Penulis
Rizki Haerullah