news
LIGA ITALIA
Situasi Darurat Rafael Leao
27 February 2020 10:04 WIB
berita
Striker muda Rafael Leao sulit dapatkan tempat dalam skuat AC Milan.-Topskor.id/istimewa-
MILAN – Sekitar 10 menit sebelum laga di Firenze usai, dengan AC Milan memimpin, Stefano Pioli menggunakan kesempatan pergantian terakhir dengan memasukkan Alexis Saelemaekers. Keputusan tersebut membuat publik heran. Alih-alih mengganti Samu Castillejo dengan Rafael Leao, pelatih malah memanggil pemain muda yang tiba akhir Januari lalu.

Seharusnya Leao bisa dikirim ke arena dengan memanfaatkan keletihan para pemain lawan dan seharusnya bisa menyulitkan lini pertahanan skuat ACF Fiorentina. Tapi sepertinya pelatih terlanjur kecewa dengan performa yang diperlihatkannya dalam dua menit sebelum menit ke-90 lawan Torino, Senin (17/2). Kepercayaan pelatih terhadap pemain termahal I Rossoneri musim panas lalu, terus berkurang. Sinyal darurat bagi masa depan pemuda 20 tahun tersebut.




Baca Juga :
- Kabar Baik untuk Milanisti! Milan Kembali Lanjutkan Negosiasi dengan Rangnick
- Siap-Siap Milanisti! Romagnoli Masuk Daftar Belanja Barcelona


Pergantian formasi dengan lini depan melibatkan tiga penyerang mungkin mempengaruhi situasi Leao. Dia belum bisa beradaptasi. Dalam satu bulan ini, attaccante yang ditebus dari Lille dengan harga 35 juta euro (sekitar Rp533 miliar) tersebut, hanya main sekali sebagai starter dalam laga lawan Hellas Verona karena kendala yang dialami Zlatan Ibrahimovic.

Setelah itu, Leao turun 10 menit dalam Derby della Madonnina, 2 menit lawan Torino FC dan absen di Firenze. Pada Januari, dia tampil dalam lima laga (main di belakang Ibra): 3 dari menit pertama, menghasilkan satu gol dan satu umpan: 316 menit di lapangan dibandingkan 102 menit pada Februari.


Baca Juga :
- Terungkap! Milan Pernah Coba Rekrut Rakitic, Namun Gagal Karena Ini
- Bermain Bersama Ronaldo, Kaka Sebut Messi yang Terbaik


Bersama Gianluigi Donnarumma, Leao adalah satu-satunya pemain kelahiran 1999 yang mendapat kesempatan main dari menit pertama. Musim pertama naik dan turun sudah biasa apalagi dia tiba dari kompetisi berbeda. Mungkin pelatih bisa mencoba menempatkan pemuda itu di sayap kiri, peran yang mudah diisi karena sesuai dengan karakteristiknya. Sedangkan Ante Rebic bisa main di kanan.

Nasib serupa dialami Lucas Paqueta. Hanya sekali winger itu tampil sejak menit pertama tahun ini (melawan Torino karena cedera Hakan Calhanoglu). Di lima pertandingan berikutnya, dia hanya mengecap penampilan singkat.

Dalam sekali kesempatan, kala bertandang ke Brescia, Paqueta juga memilih tidak main. Mungkin dia menunggu tawaran yang menjamin penampilan reguler. Namun, satu-satunya tawaran yang diterima Milan adalah pinjaman yang tentu tidak sesuai dengan keinginan pemain dan klub. Pastinya harga gelandang asal Brasil itu sekarang sudah tidak lagi sama seperti harga yang diberikan Milan kepada Flamengo (38,4 juta euro). Nilainya kini turun ke level 33 juta euro.

Koleksi Bennacer

Musim ini Ismael Bennacer baru tampil di Seri A selama 19 laga, namun gelandang itu telah mengoleksi 12 kartu kuning. Tak ada pemain di kompetisi lain di Eropa yang mendapatkan kartu kuning lebih banyak. Pioli tidak khawatir dengan rapor negatif anak buahnya tersebut.

Yang terpenting bagi pelatih, Bennacer bisa dimanfaatkan dalam berbagai situasi: sebagai sutradara permainan, gelandang dalam yang tak segan berduel dengan lawan.

Kemampuan tersebut membuat nilainya meningkat dua kali lipat. Dia dibeli 16 juta euro dari Empoli, sekarang harganya sudah mencapai 30 juta euro. Untuk memaksimalkan laba, Milan mesti memoles pemain asal Aljazair itu.*** Dari berbagai sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news