news
LIGA 1
Madura United Keluarkan Rp18,4 Miliar Hanya untuk DP 31 Pemain
25 February 2020 17:58 WIB
berita
BANGKALAN - Liga 1 2020 di bawah pelatih barunya merangkap manajer tim,  Rahmad Darmawan (RD), Madura United pantang kembali gagal untuk kemempat kalinya merengkuh juara. Tiga musim terakhir: 2017, 2018, dan 2019 dengan amunisi tim gemerlap, namun tak dibekali mental juara. Akhirnya tim melaju kencang di putaran awal, namun masuk putaran kedua tim ini seperti ‘ngadat’ dan gagal meraih gelar juara. 

Pada Liga 1 2017 di bawah asuhan pelatih Wesley Gomes de Oliviera (Brasil), target juara Madura United gagal diwujudkan dan hanya finis di urutan kelima. Liga 2018 di bawah kendali tiga head coach bergantian: Milomir Seslija (Bosnia and Herzegovina), Djoko Susilo (Indonesia), dan Wesley Gomes de Oliviera (Brasil) tim Laskar Sapeh Kerrap terjerembab di posisi ke delapan klasemen akhir.




Baca Juga :
- Breaking News! Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Bisa Berlanjut Setelah 1 Juli 2020
- Liga Thailand Dimulai Lagi 2 Mei, PSSI dan LIB Bisa Tiru Langkah FAT


Masuk Liga 1 2019 masih dengan kekuatan  mentereng, lagi-lagi gelar juara gagal diraih tim asal Pulau Garam tersebut. Dua pelatih kepala yang masuk bergantian, Dejan Antonic (Serbia) dan Rasiman (Indonesia) hanya mampu membawa timnya raih peringkat kelima.

“Kami harus banyak belajar dari tiga musim sebelumnya 2017, 2018, dan 2019 mengapa tim justru alami penurunan di saat-saat akhir kompetisi. Liga 1 2020, kembali kami dengan manager-coach Rahmad Darmawan terus melakukan perekrutan dan tambal sulam pemain secara ketat. Bahkan hingga Liga 1 akan dimulai sekalipun.


Baca Juga :
- Pemain Asing Persib dapat Surat Resmi Bebas Corona
- Evan Dimas Mampu Menjadi Sniper dan Kreator Permainan Persija


Tim saat ini dihuni pemain-pemain yang mumpuni dan pilihan, baik secara kualitas teknis, fisik dan mental. “Insha Allah kami musim 2020, sudah saatnya meraih gelar juara setelah empat musim Madura United ikut kompetisi,” kata Presiden Klub Madura United FC, Achsanul Qosasi.

Madura United seakan tak letih mengejar mimpi juara dan menembus ajang Asia. Menjelang kompetisi Liga 1 2020, menghabiskan anggaran Rp18,4 miliar (bandingkan Arema FC Rp7 miliar) hanya untuk membayar uang muka kepada 31 pemain atau sebesar 25 persen dari total nilai kontrak. Tim ini begitu antusias memboyong untuk pertama kalinya trofi juara Indonesia ke Bumi Madura tahun ini. 

Kekuatan besar Los Maduraticos: Muhammad Ridho Djazulie (kiper), Satria Tama Hardianto (kiper), Alberto Goncalves da Costa, Zulfiandi, Fachruddin Wahyudi Aryanto, Samuel Christianson Simanjuntak, Misbakus Solikin, Gregory 'Greg' Nwokolo Junior, David Laly, dan Rifaldy Bawuoh sangat mumpuni dibandingkan 17 rival lainnya. Termasuk kehadiran kuartet asing, Jaimerson da Silva Xavier (Brasil), Emmanuel Oti Essigba (Ghana), Bruno Oliveira de Matos (Brasil), dan Brian Federico Ferreira (Argentina/Iraq) tak sulit rasanya bagi arsitek tim, Rahmad Darmawan memberikan gelar juara untuk 3,7 juta penduduk Pulau Madura.

Belum lagi dukungan delapan sponsorship utama, yakni Integra Group, Tiket.com, PT. Lion Mentari Airlines, PT Pojur Madura United,  Kangean Energy Indonesia, Kuku Bima Ener-G, dan Kopi ABC, serta apparel MBB Bogor. Di samping itu juga sponsorship iklan insidental pada e-board electric Light-Emitting Diode (LED) Perimeter Advertising Led Display di Stadion Gelora Bangkalan, Madura. Intinya, tidak ada alasan bagi skuat Maduraticos untuk tak mampu bersaing di papan atas Liga 1 2020.

“Bismillah, saya  bertekad untuk membawa tim Madura United memenangkan Liga 1 2020. Jujur saja, target itu yang menjadi  salah satu alasan saya mengapa sejak awal putuskan untuk gabung tim ini. Empat musim dengan target juara, Insha Allah musim 2020 atau musim kelima tim ini, akan bawa tropi juara ke Pulau Madura. Sudah lama masyarakat Pulau Madura memimpikan itu dan saatnya 2020 mimpi itu menjadi kenyataan. Tentu saja, ini adalah tantangan dan tugas besar kami dalam staf kepelatihan dan semua pemain,”ucap RD.*NOVAL L/ M. B. MARZUKI

 

R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news