news
LIGA 1
Persija Perpaduan Sepak bola Indah Brasil dan Ketangguhan Eropa
24 February 2020 20:13 WIB
berita
JAKARTA - Musim 2019 dilalui Persija dengan penuh penderitaan. Alih-alih bersaing di tangga juara, pengoleksi gelar terbanyak kompetisi sepak bola tanah air dengan 11 gelar tersebut, justru haru berjuang keras keluar dari zona degradasi.

Sampai akhirnya, Persija selamat dan menempati peringkat ke-10 klasemen akhir. Meski begitu, posisi itu jelas bukan habitat sebenarnya bagi tim Macan Kemayoran. Dengan bergelimang prestasi, sudah semestinya Persija konsisten bersaing di papan atas.




Baca Juga :
- Setelah Akad Nikah, Bek Persija Ini Urung Menggelar Resepsi karena Wabah Virus Corona
- Ikut Until Tomorrow Challenge, Ramdani Mengenang Timnas Indonesia B


Tak ingin jatuh di lubang yang sama, perombakan dilakukan mulai sisi manajerial dengan menunjuk legenda hidup Bambang Pamungkas sebagai manajer tim. Kemudian Persija juga mendatangkan pelatih kepala Sergio Farias beserta pelatih fisik dan analisis asal Brasil, hingga merekrut sejumlah pemain berkualitas. Sekitar 70 persen pemain lama dipertahankan, 30 persen merupakan muka baru. Meski tak jor-joran dalam hal kuantitas, namun delapan pemain anyar Persija memiliki kualitas sesuai yang dibutuhkan.

Enam di antaranya diyakini bakal mendapat tempat utama secara reguler dalam skema permainan tim asuhan Sergio Farias. Mereka antara lain Otavio Dutra, Alfath Faathier, Marco Motta, Evan Dimas Darmono, Marc Klok, dan Osvaldo Haay. Sebutan the Dream Team pun tersemat. Singkat kata, misi besar Persija merajai sepak bola tanah air seakan didukung kekuatan finansial yang tak terbatas.


Baca Juga :
- Legenda Persib Ceritakan Kisah Telur Jimat di Gawang Barito Putera
- Jefri Jadi Kiper Utama AA Tiga Naga karena Mampu Menjadi Playmaker


“Bicara titel Dream Team, lebih kepada motivasi supaya hal buruk yang terjadi musim lalu, yang hampir masuk degradasi tidak terulang. Untuk itu kami mendatangkan pemain terbaik dan pelatih beserta timnya. Kemajuannya mungkin bisa dilihat saat pramusim, dan semoga titel tim impian ini bisa menghasilkan juara lagi di musim 2020," kata Presiden Persija Mohammad Prapanca.

Meramu tim dengan banyak pemain bintang tentu tak mudah. Ada tantangan tersendiri yang harus dihadapi Farias, terutama menyatukan ego dan isi kepala dari setiap pemain. Sejauh ini Farias melewati tantangan pertama di ajang Piala Gubernur Jatim dengan nilai memuaskan.

Meski belum menghadirkan trofi, namun, Farias sudah menciptakan identitas sekaligus karakter baru yang positif dalam permainan tim. Perpaduan sepak bola indah Brasil dan ketangguhan dalam diri tiga pemain asing asal Eropa (Motta, Klik, Simic) bakal jadi ciri khas permainan Persija di bawah Farias.

“Persija tim besar di Indonesia. Sudah seharusnya kami bisa konsisten menunjukkan performa yang bagus saat main di kandang ataupun tandang. Kami harus tampil agresif,” kata Farias.

Dalam laga pembuka Liga 1 2020, Persija akan menjamu Borneo FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, pada 1 Maret mendatang. Sepekan berikutnya, Persija berkesempatan membalas kekalahan di final PGJ atas Persebaya di Jakarta. Duel bertabur bintang atau Derbi ibu kota akan tersaji kala Persija bertandang ke markas Bhayangkara FC pada pekan ketiga, Sabtu (14/3).*FURQON AL FAUZI

 

 

R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news