news
LIGA ITALIA
Pernah Dibuang, Rebic Siap Balas Dendam ke Fiorentina
22 February 2020 11:38 WIB
berita
Penyerang sayap AC Milan Ante Rebic tak lagi dianggap remeh.-Topskor.id/istimewa-
MILAN – Duel dua tim termuda Seri A, ACF Fiorentina dan AC Milan, akan tersaji di Stadion Artemio Franchi, Sabtu (22/2) atau Minggu dini hari WIB. Ingatan Stefano Pioli dan Ante Rebic tersedot ke masa lalu dalam kunjungan tersebut. Pelatih dan winger I Rossoneri itu pernah menjadi bagian skuat Firenze.

Bagi Rebic, Fiorentina adalah tim pertamanya di Seri A. Sayangnya, dalam periode 2013-2018, dia hanya main delapan kali dan memberi dua gol. Sisanya dihabiskan dalam pengasingan antara RB Leipzig, Hellas Verona dan Eintracht Frankfurt, yang kemudian menebusnya.




Baca Juga :
- Ronaldo Harus Belikan Laptop buat Semua Pemain Juventus karena Kena Kartu Merah lawan Valencia
- Tommasi Bawa Kabar Pedih, Musim Seri A Berakhir, tapi Putusannya Besok


Penyerang sayap tersebut siap balas dendam kepada tim yang menyia-nyiakan talentanya akhir pekan nanti. Kebetulan, Rebic sedang berada dalam periode gemilang. Sepanjang 2020, dia menciptakan gol setiap 68 menit. Tentu saja tim sangat menikmati ledakan prestasinya dan Pioli ingin memanfaatkan momentum ini dengan maksimal.

Dia bisa saja menambah saldo golnya pekan ini sekaligus menegaskan kalau Fiorentina merupakan tim yang paling sering dibobol Milan. Dari 159 duel, Il Diavolo telah menyarangkan 247 gol.


Baca Juga :
- Milik Sediakan Makanan dari Restoran Milknya untuk Membantu Memerangi Virus Corona
- Shevchenko Samakan Kasus Covid-19 dengan Bencana Chernobyl


Pesepak bola 26 tahun tersebut telah membuktikan sebagai partner ideal Zlatan Ibrahimovic. Dia mau main di semua area dan telah bekerja keras membuat kondisi fisiknya lebih baik. “Ketika baru saja tiba di kota Milan, saya menjelaskan bahwa diri saya bukan seorang bomber. Tapi sekarang saya sangat senang dengan gol-gol ini. Saya tidak pernah ditanya lebih sulit main di Bundesliga atau Seri A: saya hanya butuh beberapa kesempatan, biasanya saya bisa memanfaatkan peluang. Saya punya kesempatan bermain dengan rutin dan hasil mulai terlihat. Saya senang bisa membantu tim seperti yang biasa saya lakukan dengan cara sendiri,” Rebic menuturkan kepada Dalmantinski Portal.

Ada konsekuensi dari prestasi mengilap ini. Ya, harga semakin meningkat ke level 40 juta euro (sekitar Rp598 miliar). Namun, Milan punya waktu sampai 2021 untuk membuka negoisiasi dengan Eintracht.

Membaiknya performa Rebic di sayap, membuat pelatih harus memodifikasi taktik. Giacomo Bonaventura yang biasa berdiri di sisi kanan, digeser ke tengah di belakang Ibra. Sementara winger kanan diisi Samu Castillejo.

Perkembangan Rebic rupanya diperhatikan kiper I Viola, Bartlomiej Dragowski. “Ibra? Kami harus siap untuk semua pemain lawan. Bukan hanya Ibra yang ditakuti, ada juga Rebic yang mencetak banyak gol. Lini depan mereka menakutkan. Kami sudah berubah dibandingkan sebelumnya tapi saya tidak. Saya harus melakukan pekerjaan, peran kiper lebih individu,” ujarnya dalam program Team Talk.

Kesigapan Dragowski di bawah mistar sangat penting karena sudah tiga pertemuan kandang terakhir, I Viola tidak pernah menang atas Milan. Pelatih Giuseppe Iachini juga punya misi pribadi memperbaiki rekor duel versus tim milik Eliott Management itu: 8 kalah, 2 menang dan 1 imbang.

Lini depan akan diserahkan kepada Federico Chiesa dan Dusan Vlahovic. “Yang saya takuti dari Milan? Selain Ibra, saya memilih Theo Hernandez. Saya mengetahui dia sejak bermain di Real Madrid, seorang pemain yang bisa membuat perbedaan. Kami akan memberikan yang terbaik, ini akan jadi pertandingan yang sangat sibuk,” ujar penyerang Serbia itu.*** Dari berbagai sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news