news
UMUM
PSSI Siap Ciptakan Kompetisi yang Aman, Bebas Mafia Bola, Tepat Waktu, Kompetitif, dan Fair Play
21 February 2020 07:15 WIB
berita
Ketua Umum PSSI M Iriawan (tengah) memberi keterangan dalam rakor PSSI dan Polri di Jakarta, Kamis (20/2)/Foto:TopSkor/Husni Yamin
JAKARTA – Untuk kali pertama dalam sejarah berdirinya PSSI, otoritas tertinggi sepak bola nasional itu menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama perwakilan klub peserta kompetisi Liga 1 dan Liga 2 jelang bergulirnya musim 2020. Ada beberapa tema penting yang dibahas dalam rakor yang digelar di Hotel Century, Jakarta, Kamis (20/2), itu.

"Tema besar rakor PSSI, Polri, dan klub hari ini (kemarin) bertujuan menciptakan kompetisi yang berjalan aman, bebas mafia bola, tepat waktu, kompetitif, dan fair play,” kata Ketua Penyelenggara Rakor, Sujarno, Kamis (20/2). Ia juga sekaligus merupakan Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB).




Baca Juga :
- Begini Penilaian Pelatih Persita Widodo terhadap Pemain Asingnya
- PSSI Harus Concern Pada Tiga Pilar FIFA Terkait Kelanjutan Kompetisi


“Dengan demikian, akan membangun trust kepada PSSI. Dan, kompetisi 2020 diharapkan jadi tontonan dan hiburan yang menarik bagi masyarakat Indonesia," Sujarno menambahkan.

Selain itu, rakor ini juga untuk menjamin kompetisi Liga 1 2020 yang berkualitas dalam rangka menuju Indonesia maju. Bahasan utama yang dibahas terkait sinkronisasi jadwal kompetisi. Metode rapat koordinasi tersebut dalam bentuk diskusi dengan narasumber dan beberapa panelis.


Baca Juga :
- Bantu Penanganan Corona, Persija Lelang Jersi dan Sepatu Pemain
- Meski Libur, Gelandang Persiraja Ini Wajibkan Diri Berlatih 45 Menit Setiap Pagi


Sesi pertama diisi oleh Bag Intelkam dan staf koperasi Polri. Ada empat materi bahasan. Yakni permasalahan perizinan, agenda kamtibmas, kalender kamtibmas, juga pengamanan terhadap berlangsungnya kompetisi.

Lalu sesi kedua, yang menjadi panelis adalah tim Satgas Antimafia Bola, Sekjen PSSI, PT LIB, dan Komisi Banding PSSI. Ketua Umum PSSI Komjen Polisi Mochamad Iriawan mengatakan memang perlu adanya koordinasi sebelum kompetisi Liga 1 bergulir pada 29 Februari dan Liga 2 pada 13 Maret mendatang.

Mengingat, kompetisi musim ini akan beririsan dengan sejumlah agenda terkait Kamtibmas seperti Pilkada serentak pada 23 September. Sebelum pemilihan, pastinya akan ada masa kampanye di sejumlah daerah yang dimulai pada 11 Juli sampai 19 September 2020.

"Dalam rakor ini agendanya mensinkronkan jadwal kompetisi dan untuk menyamakan persepsi. Sebab jadwal penting untuk kepastian. Jadi nantinya tidak ada jadwal pertandingan yang mundur atau berubah," kata Iriawan. "Pesan pak Presiden, ingin kompetisi yang berjalan baik, bagus, menarik dan tepat jadwal," ia menambahkan.

Pria yang lebih dikenal dengan sebutan Iwan Bule (Ibul) itu menjamin, jika sudah sinkron menyoal jadwal pertandingan dan perizinan keamanan, tidak ada klub yang bisa memundurkan atau mengajukan penundaan pertandingan.

"Karena kita juga harus pahami bahwa Polri juga pekerjaannya banyak. Bukan cuma mengamankan sepak bola. Mereka menjalankan kamtibmas, ada penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, pelayanan," kata mantan Kapolda Metro Jaya itu.

"Belum jadwal harian kalender kamtibmas mingguan, bulanan, tahunan. Belum hari-hari besar, yang memang jadi pusat konsentrasi pengamanan seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal, dan sebagainya," Iriawan menambahkan.

Untuk itu, selain mengundang perwakilan klub, rakor ini juga turut dihadiri petinggi kepolisian dari tiap wilayah klub peserta kompetisi. Peserta rakor sebanyak 120 yang terdiri dari Kepala Biro Operasional (Karo OPS) dari Kepolisian Daerah (Polda), Direktur Intelkam 12 Polda, Kapolres, Kapolresta, dan Kapolrestabes 18 wilayah peserta Liga 1.*Furqon Al Fauzi

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news