news
LIGA 1
Persebaya Akui Keluarnya Bek Persija Ryuji Utomo Menguntungkan Mereka hingga Jadi Juara Piala Gubernur Jatim
21 February 2020 08:00 WIB
berita
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (baju merah) ikut membaur bersama pemain dan ofisial Persebaya yang merayakan gelar Piala Gubernur Jawa Timur/Foto:TopSkor/M Bahrul Marzuki
SURABAYA – Tidak disangka, Persebaya Surabaya kembali menang mudah pada final Piala Gubernur Jawa Timur (PGJ) 2020. Usai menekuk Arema FC 4-2 pada semifinal lalu, kali ini giliran tim bertabur bintang Persija jakarta yang mereka gulung 4-1 pada laga final Kamis (20/2) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Yang menarik, Bajul Ijo kembali diuntungkan dengan dikeluarkannya pemain lawan. Sama halnya seperti saat lawan Arema yang juga menghadapi 10 pemain sejak babak pertama. Tepatnya menit ke-31, bek Macan Kemayoran Ryuji Utomo diusir wasit setelah menarik striker Persebaya David da Silva secara sengaja.




Baca Juga :
- Marko Simic Sumbang Rp 100 Juta untuk Menanggulangi Virus Corona di Indonesia
- Wawancara Eksklusif Sandi Sute: Saya Pilih Investasi Tanah untuk Masa Depan Anak dan Istri


Sejak itu Persebaya mendominasi pertandingan. Pada laga yang dipadati sekitar 20 ribu Bonekmania ini Persebaya unggul cepat. Oktafianus Fernando membuka skor saat pertandingan baru berjalan tiga menit.

Persija sempat membalas melalui sundulan Marco Simic menit ke-43. Babak pertama skor imbang 1-1. Babak kedua Persebaya menggenjot serangan. Irfan Jaya dan Aryn Williams dimasukkan mengganti Oktafianus dan Hambali Tolib.


Baca Juga :
- Dutra: Saya Tidak Pulang ke Brasil, Rumah Saya di Indonesia
- Kampungnya Tidak Terpapar Covid-19, Sayap Persebaya Ini Bebas Gowes, Jalan-jalan, dan Main Sepak Bola


Hasilnya, Makan Konate mencetak gol menit ke-52. Disusul Ricky Kambuaya (55) dan gol terakhir oleh striker asing, Mahmoud Eid, menit ke-80. Skor bertahan dengan angka 4-1 hingga akhir pertandingan.

Usai laga pelatih Persebaya Aji Santoso tetap merendah. Baginya, laga lawan Persija berlangsung sangat seru sepanjang gelaran PGJ. "Menurut saya ini paling ketat. Tapi alhamdulillah bisa menang 4-1 meski ada komposisi pemain yang tidak biasa. Ini berkat kerja keras dari semua pihak di Persebaya," ujar Aji.

Manajemen Persebaya sendiri menurut Aji sebenarnya tidak mematok target juara. "Tapi sebelum turnamen ini berjalan saya sampaikan kami akan terus berusaha maksimal. Alhamdulillah bisa juara," ia menegaskan.

Aji juga mengakui dengan dikeluarkannya Ryuji timnya kembali diuntungkan. "Kami lebih banyak mendominasi, karena unggul jumlah pemain dan lebih sabar dalam menyerang. Jadi babak kedua ada tiga gol karena proses. Cara cetak gol Konate memang selama latihan seperti itu," ujar mantan pelatih Persela Lamongan itu.

Sebaliknya pelatih Persija Sergio Farias mengakui kekalahan timnya. Menurut dia kekalahan ini karena timnya kalah jumlah pemain sejak Ryuji mendapat kartu merah. "Susah pemain kurang satu untuk organisasi kembali dan buat transisi ofensif ke depan," ujar pelatih asal Brasil itu.

Farias pun mengakui Persebaya memiliki deretan pemain yang bagus. “Para pemain lawan sudah tahu harus melakukan apa. Selamat buat kemenangan Persebaya," katanya. Namun, Persija sedikit terhibur dengan keberhasilan Simic mencatatkan diri sebagai top scorer turnamen dengan lima gol.

Dengan tampilnya Persebaya sebagai juara, setidaknya sedikit jadi pelipur dahaga juara. Bajul Ijo terakhir mengangkat piala pada 2017 saat juara Liga 2. Gelar di PGJ merupakan yang kedua diraih Bajul Ijo setelah 2005 silam. Kemarin piala langsung diserahkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada kapten tim Makan Konate.*M Bahrul Marzuki

Daftar Juara Piala Gubernur Jawa Timur

2002 Persik

2003 Persela

2004 Persik

2005 Persebaya

2006 Persik

2007 Persela

2008 Persik

2009 Persela

2010 Persela

2011 Tidak Digelar

2012 Persela

2013 Arema Cronus

2014 Tidak Digelar

2015 Persik

2016-2019 Tidak Digelar

2020 Persebaya

 

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news