news
LIGA 1
Fisikalisasi di Timnas Era Shin Tae Yong, Pemain Tetap Berlari di Setiap Pergantian Bentuk Latihan
19 February 2020 21:30 WIB
berita
BARU beberapa hari Shin Tae Yong (STY) menjalani tugas utamanya melatih tim nasional Indonesia senior. Namun sudah terasa ada perbedaan yang signifikan.

Hal ini pun diakui salah satu pemain yang tergabung dalam pemusatan latihan (TC) timnas di Jakarta saat ini, Ilija Spasojevic. “Caranya berbeda dari pelatih-pelatih sebelumnya,” kata striker Bali United itu.




Baca Juga :
- Pelatih Debutan Asal Argentina di Liga 2 2020 Impikan Jadi Pelatih Timnas Indonesia
- Ikut Until Tomorrow Challenge, Ramdani Mengenang Timnas Indonesia B


Penyerang yang akrab disapa Spaso itu bukanlah orang baru. Meski berstatus pemain naturalisasi, dirinya sudah menjadi bagian timnas di era pelatih Luis Milla serta Simon McMenemy. Ia mengakui bahwa merasakan ada penekanan lain dalam latihan di bawah arahan pelatih asal Korea Selatan tersebut.

“STY pelatih yang sangat disiplin dan kami sudah merasakannya. Kedisiplinan dan kerja keras menjadi hal yang utama. Selama dua hari di sini kami sudah banyak melakukan latihan fisik karena beliau berkata masalah utama di sepak bola Indonesia adalah fisik. Dia mengatakan laga bukan cuma 60 menit tapi 90 menit,” kata Spaso.


Baca Juga :
- Legenda Persib Ceritakan Kisah Telur Jimat di Gawang Barito Putera
- Sutiono Lamso: "Alhamdulillah, jika Kondisi Luiz Semakin Baik"


Sekarang, tim Garuda punya warna baru dalam berlatihan di era STY. Seperti pemaparan Spaso, latihan fisik begitu ditekankan. Karenanya tak heran jika para pewarta kerap melihat tim terus melakukan lari-lari di lapangan. Bahkan, aktivitas berlari itu dilakukan setiap ada pergantian pola bentuk latihan.

“Itu (latihan penakanan fisik) sedikit berat, tapi saya menganggapnya normal dirasa. Kami para pemain juga masih di pramusim jadi masih dalam tahap persiapan ke bentuk terbaik. Kami latihan sehari dua kali, terus ada latihan fisik, dan semua pemain bersemangat dengan keinginan pelatih,” ucap Spaso.

Warna baru juga terasa pada latihan khusus kiper. Sejak usai hari pertama TC, STY memang menegaskan bahwa penjaga gawang jadi fokus utama untuk dievaluasi. Dan bukan sekadar ucapan, entrenador 50 tahun itu membuktikannya dengan menjejali porsi lebih kepada kiper. Sekarang kiper digenjot seperti di Eropa dengan durasi berlatih lebih lama.

Pada hari pertama pemusatan latihan yang dilakukan malam hari, 14 Januari, semua boleh saja terlihat normal. Tapi setelahnya, di tiap latihan para kiper memulai latihan lebih awal. Andritany Ardhiyasa, Muhammad Riyandi, Nadeo Argawinata, dan Muhammad Adi Satrio turun ke lapangan bahkan setengah jam lebih dulu dibanding pemain lain.

“Penjaga gawang memang harus latihan lebih cepat. Di Eropa dan Korea Selatan pun seperti itu melakukannya. Mereka 30 menit lebih panjang. Jika dibarengi, intensitas dari kiper tidak akan meningkat. Kurang efisien. Dari kecil saya merasakan kiper harus lebih dulu melakukan latihan demi bisa meningkat,” kata STY.

Dengan selalu menggandeng pelatih fisik terbaik dari Korsel Lee Jae Hong, STY memang selalu mengutamakan kekuatan fisik pada setiap tim yang dilatihnya. Hal ini bertujuan agar nantinya setiap pemain dapat memaksimalkan potensi yang dimilikinya dalam memainkan peranan di posisi masing-masing.*TAUFANI RAHMANDA

 

           

R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news