news
LIGA 1
Laskar Joko Tingkir Tak Keder Dikelilingi Tim Top Jatim
19 February 2020 21:25 WIB
berita
LAMONGAN - Tahun 2019 lalu bisa dibilang musim terberat bagi Persela. Tim hampir saja terdegradasi dan sempat dihantui pesimisme berkepanjangan.

Betapa tidak Tim berjulukan Laskar Joko Tingkir ini baru bangkit jelang Liga 1 berakhir. Hingga akhirnya tim selamat dari degradasi dan finis di peringkat ke-11 dengan raihan 44 poin.




Baca Juga :
- Soal Gaji Pemain, PSCS Janjian dengan Tim Liga 2 Lainnya
- Sejumlah Klub Mengubah Logo sebagai Kampanye Perangi Virus Corona


Selama ini setidaknya Persela sudah membuktikan mampu bertahan di kompetisi teratas sepak bola Indonesia selama satu setengah dekade. Tim Persela diketahui awalnya promosi ke liga utama pada 2004 silam.

Musim ini nampaknya bakal menjadi tahun dengan tantangan terberat bagi Persela. Terutama dari klub-klub di sekitarnya. Dengan kembalinya Persik berarti Persela harus siap bersaing dengan empat tim asal Jawa Timur sekaligus.


Baca Juga :
- Ryan D'Masiv Kalah di Detik-detik Akhir Lelang Barang Riko Simanjuntak
- Makna Tersembunyi dari Logo dan Nama Klub AA Tiga Naga 


Derbi panas tentu akan semakin banyak dilalui. Mulai melawan Persebaya, Arema FC, Madura United, dan Persik yang semuanya sudah pernah juara kecuali Madura United.

Meski dibilang kalah mentereng dengan klub Liga 1 lainnya terutama sesama tim asal Jawa Timur, pelatih Nilmaizar memilih untuk percaya diri dan yakin. “Keyakinan mengalahkan segalanya. Seperti musim lalu kami berhasil keluar dari kesusahan setelah tampil penuh keyakinan,” ujar Nil kepada TopSkor.

Musim ini Persela kehilangan beberapa pemain asing kunci yang sudah memberikan bukti musim lalu. Seperti topscorer tim Alex dos Santos yang mengoleksi 17 gol dan gelandang tak tergantikan Kei Hirose yang bermain penuh sebanyak 34 pertandingan.

Nil bukannya tidak dipertahankan. Tapi karena memang mereka ingin pindah. “Saya bisa apa? Tidak mungkin juga mau menghalangi,” ujar Hirose.

Meski demikian Nil optimistis akan mengorbitkan kembali pemain asing yang sebelumnya tak dikenal menjadi disegani. “Persela punya tradisi itu. Dan saya percaya dengan pemain asing yang kami miliki,” kata Nil.

Musim ini Persela memang kedatangan tiga pemain asing setelah berhasil mempertahankan Rafinha. Mereka adalah penyerang Gabriel do Carmo, bek Jasmin Mecinovic, dan gelandang asal Jepang Shunsuke Nakamura.

Ditanya soal target tim Nil mengaku tidak muluk. Dia hanya ingin timnya bisa bertahan di Liga 1 dan mampu melampaui prestasi musim lalu yang finis di peringkat ke-11. “Kami tatap dengan penuh keyakinan lebih baik dari tahun lalu gitu saja. Yang penting lebih bagus dari tahun lalu,” kata pria asal Payakumbuh, Sumatera Barat ini.

Jelang Liga 1 dimulai Persela juga dianggap bakal lebih siap. Karena mereka sebelumnya sempat tampil di Piala Gubernur Jatim. Menghadapi tiga kontestan lain, Persela babak belur dengan mendapat dua kekalahan serta sekali seri.

Meski demikian hal tersebut masih disyukuri oleh Nil. “Berdasarkan itu kami evaluasi beberapa kekurangan ketika terjadinya gol. Atau ketika transisi dari bertahan menyerang dan juga transisi dari menyerang ke bertahan belum maksimal. Kami sepakati dengan tim pelatih dan pemain beberapa hal kekurangan fokus konsentrasi, komunikasi itu perlu, nanti kami bikin game plan,” ujar Nil.*MUHAMMAD BAHRUL MARZUKI

 

Skuat Persela 2020

Kiper : Reky Rahayu, Alfonsius Kelvan, Rio Agata

Belakang: M. Zaenuri, R. Fatahillah, Mecinovic, E. Yarangga, A. Ubaidillah, Novan S, L. Prayitno, Ekky Taufiq

Tengah: R. Wiradinata, R. Febrianto, H. Sandi, Ahmad Bustomi, Nakamura, Apridianto, A. Setiawan, H. Setyawan

Depan: Rafinha, Sugeng Efendi, R. Abiyoso, Frisca Womsiwor, Malik Risaldi, A. Sena, G. Carmo, G. Aditya, Diego Banowo, R. Pratama

R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news