news
LIGA ITALIA
Sarri Siap Mengubah Rencana
20 February 2020 11:17 WIB
berita
Pelatih Maurizio Sarri telah menemukan solusi sementara untuk problem Juventus.-Topskor.id/istimewa-
TURIN – Kekalahan Juventus FC di Verona, dua pekan lalu, mempertegas beberapa masalah tim. Pelatih Maurizio Sarri dan stafnya segera berkumpul dan membedah semuanya sehingga ditemukan jalan untuk membangkitkan tim. Ada beberapa poin penting, dari formasi sampai peran pemain di lapangan, dari Giorgio Chiellini sampai individu pemain lain.

Sarri sudah cukup lama menggunakan formasi 4-3-1-2, yang menuntut adanya pemain kreatif di belakang penyerang. Aaron Ramsey dan Federico Bernardeschi tidak nyaman main di posisi ini. Setelah bereksperimen, pelatih menilai cukup sudah dengan trequartista dan siap menerapkan rencana B, yang kini jadi rencana A.




Baca Juga :
- Ronaldo Harus Belikan Laptop buat Semua Pemain Juventus karena Kena Kartu Merah lawan Valencia
- Tommasi Bawa Kabar Pedih, Musim Seri A Berakhir, tapi Putusannya Besok


Formasi tiga penyerang murni melekat di benak pelatih sejak pertama kali tiba di Continassa. Sarri ingin kembali menerapkan formasi 4-3-3 yang telah mengembangkan permainan Douglas Costa. Belakangan Juan Cuadrado sering turun sebagai bek sayap tapi juga aktif sebagai winger karena memiliki kemampuan penting untuk menjadi bagian dalam formasi baru. Pemain Kolombia itu tahu  bagaimana berlari di belakang para penyerang. Dalam modul ini, Paulo Dybala main sedikit sebagai penyerang murni dan sedikit sebagai pemain sayap.

Kembalinya kapten Chiellini terjadi dalam momen penting musim ini, ketika Juve harus memainkan tiga kompetisi. Bek senior itu mesti membiasakan diri lagi dengan situasi di lapangan dan segera memberi kepastian dalam fase bertahan.  Sektor itu mengalami degradasi dibanding tahun-tahun sebelumnya.


Baca Juga :
- Milik Sediakan Makanan dari Restoran Milknya untuk Membantu Memerangi Virus Corona
- Conte Sumbang 12 Komputer untuk Rumah Sakit Anak di Turin


Logis jika Chiellini tidak dapat memainkan semua pertandingan. Dia akan ditampilkan dalam duel penting saja, di antaranya lawan FC Internazionale. Difensore 35 tahun tersebut kembali berpasangan dengan Leonardo Bonucci atau Matthijs De Ligt.

Chiellini bisa memberikan pengalaman, nilai tambah dan membuat koleganya di jantung pertahanan bisa melakukan hal lain. Di bagian sayap, pulihnya Danilo seharusnya akan menempatkan pemain di sayap kanan dari menit pertama (Mattia De Sciglio sebagai alternatif). Eks bek Manchester City ini sangat disukai pelatih: tentu saja selama kondisi otot dan fisik prima.

Sarri sempat cemas saat melihat Miralem Pjanic putus asa melawan Brescia. Gelandang Bosnia-Herzegovina lantas mengalami kelelahan otot. Untungnya dia tak perlu istirahat panjang dan boleh kembali ke lapangan  pekan depan. Untuk sementara, Rodrigo Bentancur yang berdiri di bagian tengah-kanan.

Dia harus bersaing dengan Ramsey dari bagian tiga perempat lapangan sampai barisan lapangan tengah. Sebaliknya, di tengah-kiri ada Adrien Rabiot yang lebih diunggulkan,  tapi tenaga Blaise Matuidi kadang juga dibutuhkan.

Kata kunci untuk lini depan adalah kebebasan. Pelatih telah menerapkannya kepada Dybala dalam laga lawan Brescia. Kepercayaan penuh membuat La Joya menjelma sebagai Eden Hazard di Chelsea asuhan Sarri. Dia efektif dalam permainan tanpa bola dan Cuadrado tinggal menyesuaikan diri.

Ketika Douglas Costa kembali, hanya akan ada kesulitan memilih striker, mengingat Cuadrado dan Bernardeschi sudah kembali dianggap sebagai penyerang. Kondisi ini membuat Gonzalo Higuain kembali tersisih.*** Dari berbagai sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news