news
LIGA 2
Enam Tim Sumatera Mulai Bersiap Merebut Tiket Liga 1
18 February 2020 20:41 WIB
berita
PALEMBANG - Liga 2 2020 diikuti enam tim Sumatra yaitu Sriwijaya FC (SFC), Semen Padang FC (SPFC), Perseru Badak Lampung FC (PBLFC), Tiga Naga, PSMS, dan PSPS Riau. Keenam tim sama-sama menargetkan lolos Liga 1 2021.

Namun, nasib keenam tim tersebut berbeda-beda. SPFC dan PBLFC baru saja terdegradasi dari Liga 1 2019. Tiga Naga adalah tim promosi dari Liga 3 2019. Lalu PSPS, SFC, dan PSMS adalah tim yang bertahan di Liga 2 alias gagal promosi ke Liga 1. Dari keenam tim ini, pun ada yang sudah bersiap lebih awal, adapula yang belum bersiap sedikit pun.




Baca Juga :
- Begini Penilaian Pelatih Persita Widodo terhadap Pemain Asingnya
- PSSI Harus Concern Pada Tiga Pilar FIFA Terkait Kelanjutan Kompetisi


Lalu, siapa tim dari Pulau Emas –julukan Sumatra- yang berpeluang lolos ke Liga 1 2021? Jika berkaca dari Liga 2 2019 lalu, masa persiapan tidak dapat menjadi acuan sebuah tim bisa lolos. Contohnya SFC di musim 2019 lalu salah satu tim yang lebih awal bersiap dan dihuni pemain berkualitas berlevel Liga 1. Namun langkah SFC harus terhenti di semifinal. Sedangkan, Persiraja dan Persik dengan skuat yang tidak terlalu mentereng dan dihuni banyak pemain muda malah lolos ke Liga 1. 

Pelatih PSMS Philep Hansen mengatakan, persaingan tim Sumatera di Liga 2 musim ini cukup kuat, dirinya tidak ingin menganggap satu tim lemah. “Saya juga tidak memandang status dia promosi, atau terdegradasi, karena bisa membahayakan kami,” kata Philep. Persiapannya jelang Liga 2 masih tahap pembentukan tim yang baru 80 persen, PSMS tinggal mencari satu pemain posisi striker. Sembari membentuk tim yang hampir rampung, PSMS sudah menjalani laga uji coba dengan tim Singapura dan akan menjajal tim Liga 1 Persiraja 21 Februari mendatang.


Baca Juga :
- Bantu Penanganan Corona, Persija Lelang Jersi dan Sepatu Pemain
- Meski Libur, Gelandang Persiraja Ini Wajibkan Diri Berlatih 45 Menit Setiap Pagi


Sementara itu, pelatih Tiga Naga Feryandes Rozialta mengatakan timnya sudah terbentuk hampir 90 persen. Namun, ada beberapa posisi masih kosong dan akan disi pemain seleksi. “Beberapa pemain masih trial, untuk bek kanan dan bek tengah,” kata Ojik, sapaan akrabnya.

Meski komposisi tim belum lengkap, Ojik sudah mendapatkan kerangka utama tim hasil penilaian dari pemusatan latihan (TC) di Jakarta  lalu, timnya sudah mencoba kekuatan tim melawan klub Liga 1. “Kami sudah punya winning team. Kami tinggal mencari pemain yang bisa melapisi mereka," ucap dia. Ojik mengaku, target manajemen minimal bertahan dan maksimal lolos delapan besar Liga 2 sudah menjadi prestasi baginya.

Sedangkan tim Sumatera lainnya, PSPS Riau sendiri masih belum bergerak membentuk tim, karena baru saja mendapatkan sponsor utama serta dalam tahap pencarian investor dan sponsor tambahan, untuk mendanai klub ini di Liga 2 2020. “Kami butuh dana besar,” kata Humas PSPS Muhammad Teza. Ia mengakui, saat ini banyak pemain PSPS yang sudah hengkang ke klub-klub lain.

Di sisi lain, SFC sudah tidak lagi mencari pemain dan sedang gencar melakoni uji coba. Untuk PBLFC sendiri, baru sepekan dilatih pelatih anyarnya Rafael Berges. Eks pelatih Mitra Kukar itu langsung menggenjot fisik anak asuhnya. Sedangkan, SPFC kembali dilatih pelatih lamanya Eduardo Almeida. SPFC baru saja menyeleksi total 40 pemain dan mempertahankan sebagian pemain musim lalu. Tim Kabau Sirah juga mendatangkan eks-eks pemainnya yaitu seperti M Nur Iskandar, Vendry Mofu, dan Boas Atururi.***AGUSTIAN PRATAMA

R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news