news
UMUM
Steven Musa: Kurang Elok Kalau Saya Maju Lagi
18 February 2020 08:14 WIB
berita
Steven Setiabudi Musa (tengah) menjenguk wartawan senior Tubagus Adi di Rumah Sakit Sari Asih Ciputat, Tangerang, Senin (17/2).
JAKARTA-- Matras gulat DKI Jakarta akan kehilangan figur pemimpin yang berdedikasi tinggi. Steven Setiabudi Musa tidak ingin memperpanjang masa baktinya sebagai Ketua Umum Pengprov PGSI DKI Jakarta. Dia merasa tidak elok kalau kembali maju untuk periode 2020-2024.

Bukan tanpa alasan anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta ini tidak berniat mencalonkan diri pada periode 2020-2024. Steven Musa ingin memberi kesempatan kepada tokoh lain yang memiliki kepedulian tinggi untuk mengembalikan prestasi gulat DKI Jakarta di tingkat nasional.




Baca Juga :
- Adegan Brutal Gulat Jepang! Berlumuran Darah Tercabik Kaca, Meski Ada Ketakutan Virus Corona
- Pegulat PPOP DKI Jakarta Raih Dua Emas dan Tiga Perunggu, Rafli Apandi Atlet Terbaik


"Saya percaya, siapapun pengganti saya nanti, dia mampu mengembalikan kejayaan gulat DKI Jakarta di tingkat nasional. Momentumnya sedang mendukung. Kita punya Andika dan beberapa pegulat handal lainnya," sebut Steven Setiabudi Musa saat menjenguk wartawan senior Tubagus Adi di Rumah Sakit Sari Asih Ciputat, Tangerang, Senin (17/2).

Steven yang saat dipilih secara aklamasi sebagai ketum Pengprov PGSI DKI Jakarta periode 2015-2019 duduk di Komisi E DPRD DKI Jakarta, berulangkali menegaskan kesiapannya untuk melakukan regenerasi kepemimpinan di otoritas gulat ibu kota.


Baca Juga :
- Gulat Indonesia Gagal Berangkat ke SEA Games,  Gusti Randa Dituntut Mundur
- Rafli Apandi Raih Emas Pertama Bagi Pengprov PGSI DKI Jakarta


"Rasanya kurang elok kalau saya memaksakan maju terus, sementara ada figur lain yang kecintaannya pada gulat juga tidak perlu diragukan lagi," ujar Steven tanpa mengungkap tokoh dimaksud.

Pemilihan pimpinan baru Pengprov PGSI DKI Jakarta periode 2020-2024 akan ditempuh melalui Musprov PGSI DKI yang menurut rencana digelar 27 Februari mendatang di GOR Jakarta Timur.

Menuju ajang pemilihan tersebut telah dibentuk tim penjaringan kandidat ketua umum yang diketuai oleh Michael Tani Wangge. Menurut Mike Wangge ada beberapa kandidat yang didukung oleh pengcab-pengcab PGSI DKI Jakarta. Meski belum secara resmi didaftarkan, di antara kandidat tersebut adalah Wa Ode Herlina, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Gian Sitorus, anggota TGUPP DKI Jakarta bidang Analis Kebijakan, serta Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Subejo, dan H.Heru Pujihartono, ketua bidang dana Pengprov PGSI DKI Jakarta 2015-2019.

Di antara para kandidat di atas, menurut keterangan, H.Heru Pujihartono yang paling memiliki jam terbang tinggi dalam pengabdian di bidang olahraga secara umum. Pemilik perusahaan katering Nendia Primarasa berusia 49 tahun ini sudah berkecimpung di olahraga sejak remaja, sebagai atlet karate.

Ia juga pemilik klub sepak bola Jakarta Matador (JMFC) yang terakhir berkiprah di Divisi I Liga Indonesia 2013. H.Heru saat ini juga mengemban amanah sebagai manajer tim Bhayangkara U20, dan tim Bhayangkara putri.*

news
Penulis
Suryansyah
news
news