news
TINJU
Satu Detik Kontroversi di Ronde Terakhir, Petinju Ini Mestinya Menang tapi Malah Terjengkang
17 February 2020 22:20 WIB
berita
Abel Ramos memukul jatuh Bryant Perrella pada detik terakhir
TENNEESSEE - Satu detik tersisa sangat berharga di ring tinju. Abel Ramos melakukan comeback. Bogemnya membuat Bryant Perrella tersungkur.

Pertarungan antara Abel Ramos (AS) dan Bryant Perrela (AS) di kelas welter (66,6 kg) berujung kontroversial. Laga 10 ronde ini memang tak memperebutkan gelar juara.




Baca Juga :
- Iseng Bikin Video Kekerasan, Sabuk Juara Petinju Inggris Ini Dicopot
- Pacquiao Jadi ODP, Untung Hasil Tes Negatif


Tapi, duel non-gelar tersebut berlangsung cukup seru dan ketat dari ronde ke ronde meski sebagai partai tambahan dari kejuaraan dunia kelas menengah super (76,2 kg) IBF antara juara bertahan Caleb Plant (AS) dan Vincent Feigenbutz (Jerman) di Bridgestone Arena, Nashville, Tenneessee, AS, Sabtu (15/2).

Jual beli pukulan berlangsung dari ronde ke ronde. Namun, akurasi dan akumulasi pukulan Perrela lebih baik. Sayangnya, di akhir ronde 10, Ramos merontokkan Perrela dua kali. Dia jatuh kali kedua itulah jadi petaka bagi Perrela. Wasit menghentikan duel saat waktu pertarungan berakhir lebih dari satu detik.


Baca Juga :
- Mike Tyson Akan Gunakan Taktik Kotor Lawan Mayweather
- Eubank Jr Dipoles Legendaris Hebat Ini, tapi Tak Berani Lawan Tyson


 

Kubu Perrela tak terima protes keras. Tapi, karena saat wasit menyuruh Perrela satu langkah ke depan setelah bangkit dari jatuh waktu hampir selesai maka wasit terus menghitung sampai waktu lebih dari satu detik. Bagi Perrela dan tim seharusnya wasit menghentikan duel sesuai waktu. Tapi, karena demi keselamatan Perrela — apalagi kondisinya tak stabil lagi karena dua kali jatuh — wasit terpaksa melakukan keputusan itu dengan memberikan kemenangan TKO kepada Ramos.

Pertarungan ini mengingatkan padasalah satu perkelahian paling kontroversial sepanjang masa dalam tinju ketika Julio Cesar Chavez tahun 1990 dihentikan Meldrick Taylor. Kasus ini yang oleh wasit Richard Steele dihentikan dengan hanya dua detik tersisa.

"Itu seperti Meldrick Taylor dan Chavez," kata Perrella. “Itu terjadi pada detik terakhir. Ini tinju. Dia menyelesaikan pekerjaan, saya kira dia adalah pria yang lebih baik malam ini. Saya sedikit terguncang tapi saya merasa baik untuk melanjutkan dengan satu detik tersisa."*

news
Penulis
Suryansyah
news
news