news
UMUM
Selamat Jalan Prof Hendra...!
14 February 2020 01:00 WIB
berita
Almarhum Himendra dalam sebuah kegiatan sepakbola di LLapangan UNI Bandung/Arief NK
BANDUNG – Legenda Persib,  Himendra Wargahadibrata, wafat. Almarhum menghembuskan nafas terakhir  pada Kamis malam (13/2) pukul 22:10 WIB  di  RS St. Boromeus.  Sebelumnya, almarhum mengalami sakit cukup lama dan dirawat di ruang ICU RS Boromeus hingga menghembuskan nafas terakhir .

Almarhum adalah mantan pemain Persib era 60-an dari klub UNI Bandung.  Di kalangan tokoh sepakbola khususnya sesama pemain di masanya, almarhum merupakan pemain yang berbakat dan sempat dilirik tim nasional berkali-kali.




Baca Juga :
- Chelsea Krisis Corona, 6 Pemain Positif, 2 di Karantina setelah Liburan Musim Panas
- Barcelona Krisis, Cuma Punya 14 Pemain Senior Hadapi Napoli, Bos Setien Panggil Pasukan Muda


Berbeda dengan legenda-legenda Persib lainnya, almarhum tidak melanjutkan hobinya di sepakbola meskipun tim nasiona meliriknya. Tetapi, almarhum lebih memilih ke jalur pendidikan dan akademik pada saat itu.

Dalam buku Lintas Sejarah Persib yang disusun almarhum R. Risnandar Soendoro, Prof adalah sosok striker yang memiliki kecepatan dengan kotrol bola yang apik. Selain itu, ia adalah pemain sepakbola yang memiliki prestasi di bidang akademik yang boleh dibilang paling tinggi.


Baca Juga :
- UFC Krisis! Bayaran Kecil, McGregor dan Sederet Bintang Cabut
- Classic Fight Remake! Holyfield Bilang Calon Lawannya adalah Tyson, Bowe, atau Lewis


Sebagai pemain pada era 60-an itu, almarhum juga striker andal dengan memperkuat tim UNI, Universitas Pajajaran (UNPAD),  Mahasiswa Jabar dan terakhir di Persib. Dari catatan Risnandar, almarhum adalah sosok yang sukses bermain di dua lapangan yaitu, sepakbola dan pendidikan.

Hingga akhirnya hayatnya, masa hidupnya dihabiskan di dunia akademik dan jabatan terakhir adalah rektor UNPAD ke –IX dengan gelar, Profesor, Dr. dr, SpAN, KIC, KNA serta Perintis Anestesiologi di dunia kedokteran serta Dewan RSHS 2009/17.

Saat meraih gelar dokter pada 1969, ia tercatat sebagai pemain sepakbola sampai tahun 1972. Sementara gelar Profesor ia raih pada 1997 dengan mengambil Spesialisasi Anestesi sekaligus meraih gelar Guru Besar. Sementara jabatan rektor UNPAD yang diembannya  pada tahun 1998.

Di kalangan para legenda Persib,  almarhum akrab disapa Prof  Hendra. Meskipun semasa hidupnya lebih banyak disibukan dengan tugasnya, sebagai rektor, dosen dan pengajar di dunia pendidikan, almarhum tetap tidak melupakan dunia sepakbola yang merupakan hobinya sejak dulu. Perhatian almarhum tetap dicurahkan kepada klub yang membesarkannya yaitu UNI. Tanpa kecuali kepada Persib, klub yang dibanggakannya sejak lama.

Begitu pula, terhadap rekan – rekan mantan pemain yang masih ada dan pernah sama-sama memperkuat Persib di era 60-an  seperti Rukman, Obon, Emen Suwarman dan Max Timisela,  pada  setiap bulannya selalu mengajak untuk sekedar berkumpul dan bersilaturahmi  sambil mengenang masa-masa keemasannya saat masih menjadi pemain.

Meski dalam kondisi tidak sehat karena usia, perhatian almarhum  terhadap kemajuan sepakbola terutama Persib tidak pernah pudar. Pesan  almarhum untuk Persib yang disampaikannya dalam pertemuann terakhirnya bersama para legenda 2018 silam, adalah ingin melihat Persib kembali berjaya berkat hasil binaan sendiri. Karena perhatiannya itu, almarhum didaulat untuk menjadi Ketua Mantan Persib.

Karena itu pula, ketika kabar wafatnnya sang profesor tersebar ke seluruh insan sepakbola pada Kamis malam, semua  merasakan kehilangan yang mendalam karena teringat akan kebaikan dan perhatian besar almarhum  terhadap sepakbola di Bandung.

“Tidak ada yang seperti Prof, meskipun hanya beliau satu-satunya yang berpendidikan tinggi dikalangan sesama mantan pemain, tetapi beliau tidak pernah merasa diatas. Jarang seperti almarhum bakatnya sebagai pemain dulu, perhatiannya kepada sesama mantan pemain dan kepada sepakbola, kami betul-betul sangat kehilangan,” ungkap Guru Rukman, mantan pemain Persib era 60-an.

Almarhum  disemayamkan di kediamannya di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Lebak Gede, Kecataman Coblong, Kota Bandung. Rencananya almahum akan dikembumikan di Kompleks Pemakaman Sunan Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (14/2) pukul 13:00 WIB.  Almarhum dilahirkan dengan nama lengkap Abdullah HimendraWargahadibrata di Purwakarta 11 Februari 1943 dan ayahnya Rd Hirawan Wargahadibrata.  *

 

 

A
Penulis
Arief N K