news
PIALA DUNIA
Kesiapan Lapangan Pendukung Jadi PR Utama PSSI Jelang Piala Dunia U-20 2021
11 February 2020 10:30 WIB
berita
Kunjungan Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan (depan) ke Stadion Manahan Solo, Minggu (9/2)/Foto:TopSkor/Sri Nugroho
SOLO – Pada Sabtu (8/2) dan Minggu (9/2) lalu Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan kembali blusukan dalam rangka persiapan Piala Dunia U-20 2021. Dua kota yang berdekatan dikunjungi oleh pria yang akrab disapa Iwan Bule ini, yakni Yogyakarta dan Solo, Jawa Tengah.

Dari pengecekan kedua kota yang bakal menjadi tuan rumah itu, pekerjaan rumah besar tampaknya ada pada lapangan pendukung dua stadion utama yang akan digunakan. Masing-masing ada lima lapangan yang menjadi pendukung Stadion Mandala Krida Yogyakarta dan Stadion Manahan Solo nanti.




Baca Juga :
- Ketua Umum PSSI Bicara soal Kasus yang Menimpa Penyerang Timnas Saddil Ramdani
- Shin Tae Yong Tinggalkan Indonesia, Belum ada Pembicaraan Soal Pemotongan Gaji


Jadi, total adal sekitar 10 lapangan pendukung yang harus disiapkan. Adapun lima lapangan yang disiapkan untuk lokasi latihan kontestan Piala Dunia U-20 di Yogyakarta adalah lapangan Kenari, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Yogyakarta Independen School (YIS), Stadion Pancasila Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Stadion Sultan Agung Bantul.

Sedangkan di Solo lima lapangan yang disiapkan untuk latihan adalah Stadion Sriwedari, lapangan Kota Barat, lapangan Sriwaru, lapangan Karangasem, dan lapangan Banyuanyar. Dan harus diakui, diperlukan banyak hal untuk segera menyulap lapangan-lapangan ini jadi sesuai yang dipersyaratkan oleh FIFA.


Baca Juga :
- Mantan Striker Timnas Bicara Perbedaan Tugas Striker pada Sepakbola Modern Dibanding Era 1990-an
- Dampak Corona, Gaji Staf Pelatih Timnas Bakal Kena Penyesuaian


“Rata-rata lapangan latihan termasuk yang ada di Solo dan Yogyakarta perlu mendapat perhatian lebih. Dari kualitas rumput lapangan, fasilitas kamar ganti pemain, hingga lampu penerangan lapangan,” kata Iwan Bule, Minggu (9/2). Diakuinya, permasalahan serupa juga ditemui di kota-kota lainnya.

Memang, dari pantauan TopSkor di lapangan, 10 lapangan pendukung itu masih butuh banyak sentuhan. Untuk fasilitas lapangan di Solo, hanya Stadion Sriwedari yang memang sudah memiliki beberapa fasilitas, kecuali lampu penerangan lapangan.

Sementara empat lainya adalah lapangan kampung yang memang rutin dipakai untuk berbagai kegiatan warga. Kondisinya juga tentunya masih jauh dari semua yang dipersyaratkan oleh FIFA.

Sedangkan untuk Yogyakarta, Stadion UNY dan lapangan YIS serta Stadion Sultan Agung juga tinggal terkendala pada lampu penerangan stadion. Untuk lapangan Kenari yang tidak jauh dari Stadion Mandala Krida juga masih butuh rombak total karena memang kondisinya jauh dari layak dengan standar FIFA.

“Untuk lapangan pendukung di Solo, kami mengajukan anggaran Rp 25 miliar untuk perbaikan lima lapangan tersebut,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Solo, Joni Sumantri. Dana ini dikatakannya sudah diajukan ke Pemkot Solo yang kemudian dilanjutkan ke pemerintah pusat.

Selain hal lapangan latihan, penataan pedagang kaki lima (PKL) tentu juga menjadi pekerjaan rumah lainnya. Pasalnya, FIFA mensyaratkan kawasan Stadion Manahan harus steril sepanjang gelaran Piala Dunia U-20 2021 mendatang.

Untuk hal ini, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan masih menunggu detail dari PSSI terkait penataan PKL. "Kami masih menunggu arahan dari PSSI. Kalau dari Pemkot Solo sendiri tidak ada masalah karena sudah kami siapkan untuk tindakannya nanti," ucap pria yang akrab disapa Rudy ini.

Seorang warga Solo, Wijayanti yang sehari-hari beraktivitas dikawasan Stadion Manahan mengaku antusias dengan agenda Piala Dunia U-20 2021 nanti. "Saya rasa ini momen yang sangat langka bagi Indonesia apalagi Kota Solo. Mungkin belum tentu 100 tahun lagi ada kesempatan. Tentu warga Solo akan menyambut dengan sukacita," kata karyawan swasta ini.*Sri Nugroho

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news