news
LIGA ITALIA
Derbi Membahayakan Milan ketika Selisih Poin dengan Inter sangat Lebar
07 February 2020 09:05 WIB
berita
Ricardo Kaka menjadi penentu kemenangan dalam Derby della Madonnina, Mei 2008.-Topskor.id/istimewa-
MILAN - Ketika FC Internazionale berpacu dengan ambisi mengejar Juventus FC, AC Milan sibuk berjuang mencapai zona Eropa. Kedua musuh bebuyutan yang akan berduel di San Siro, Minggu (9/2) atau Rabu dini hari WIB. Saat ini mereka terpaut enam peringkat dengan 19 poin.

Dalam klasemen selisih besar, itu merupakan yang terjauh kelima sepanjang sejarah. Dua hari lalu, pelatih Milan, Stefano Pioli, menekankan kalau Derby della Madonnina bukan seperti soal matematika. “Itu merupakan pertandingan yang tidak memperhitungkan nilai yang ditunjukkan sampai sekarang maupun selisih poin di klasemen,” katanya.




Baca Juga :
- AC Milan lagi Happy, Kontrak Ibrahimovic, Donnarumma, dan Calhanoglu pun Bakal Diperpanjang
- Masih Sakit Hati dengan Perlakuan Klub Itu terhadap Suaminya, Wanda Nara Mengolok-Olok Inter yang Kalah dalam Derbi Milan


Sedangkan gelandang Inter, Stefano Sensi, menilai angka tidak penting dalam duel ini, melainkan semangat yang tepat. “Derbi mengukir sejarahnya sendiri, tidak diperlukan taktik dan modul, tapi Anda bisa menang dengan hati,” dia menuturkan.

Dalam hal ini, kenyataan pahit mengikuti Milan. Dalam enam pertemuan di mana I Rossoneri terpaut 15 poin dengan Inter, skuat merah hitam hanya menang sekali, yakni pada 4 Mei 2008. Skuat Carlo Ancelotti mengecundangi seteru abadinya, 2-1, di mana saat itu selisih nilai 23. Pencetak gol adalah Filippo Inzaghi, Ricardo Kaka dan Julio Cruz.


Baca Juga :
- Lautaro Martinez soal Peran Javier Zanetti dalam Kariernya di Inter: Dia yang Membantu Saya Belajar Bahasa Italia
- Gelandang Inter Milan Arturo Vidal Berkomentar Usai Kekalahan dari AC Milan


Roberto Mancini sebagai pelatih Inter berusaha bangkit dengan memasukkan Mario Balotelli dan David Suazo, sementara Hernan Crespo penyerang utama dan Zlatan Ibrahimovic keluar karena cedera.

Perbedaan lebih lebar bisa dilihat pada derbi 11 Maret 2007. Saat itu, I Nerazzurri memimpin 30 poin, di mana 8 di antaranya karena nilai Milan dipotong akibat skandal Calciopoli. Tidak ada anomali dalam pertandingan, Inter menang 2-1. Il Fenomeno Ronaldo menyumbang gol untuk Milan, lalu dibalas dua gol oleh Cruz dan Ibra.

Hasil yang sama juga dibukukan dalam derbi di paruh pertama musim 2007/08, di mana ada selisih cukup besar antara kedua skuat. Tepatnya 23 Desember, Inter unggul 22 poin. Andrea Pirlo membuat tifosi Milan meledak dalam kegembiraan. Namun, Cruz dan Esteban Cambiasso merusak kebahagiaan. Itu bukan selisih sebenarnya karena Il Diavolo melewatkan tiga pertandingan Seri A, lantaran mereka harus berkompetisi di Piala Dunia Klub selama 7-16 Desember.

Pertemuan lain terjadi jauh di masa lalu, saat kemenangan diharga dua poin. Pada 1989, Inter mengoleksi +21 ketika duel dihelat pada 30 April dan berakhir tanpa gol. Kemudian pada 2 April 1967, La Beneamata punya +18 dari musuhnya. Pada akhirnya, mereka membantai Milan, 4-0.                        

Skuat Appiano Gentile unggul 16 ketika turun ke arena pada 7 Maret 1982. Mereka mengalahkan Milan, 2-1. Akhir yang menyedihkan karena pasukan Italo Galbiati terdegradasi ke Seri B.

Derbi di awal 2020 mungkin akan memberi kisah positif untuk Milan. Tim asuhan Stefano Pioli membutuhkan Ibra yang berpengalaman dalam duel spesial ini. Bomber Swedia itu butuh gol sebagai permintaan maaf atas aksinya pada Maret 2007.* Dari berbagai sumber 

X
Penulis
Xaveria Yunita