news
LIGA ITALIA
Chris Smalling Mesti Memperjuangkan Masa Depannya Sendiri
07 February 2020 07:35 WIB
berita
Bek AS Roma Chris Smalling saat melakukan pemanasan beberapa waktu lalu.-Topskor.id/istimewa-
ROMA – Pertarungan AS Roma versus Bologna FC di Stadion Olimpico, edisi ke-72, akan digelar, Jumat (7/2) atau Sabtu dini hari WIB. Di atas kertas, tuan rumah jadi favorit sebab selama tiga musim terakhir di kandang, mereka selalu menang.

Ketegangan dirasakan beberapa hari terakhir di Trigoria pasca kekalahan memalukan, 2-4, di kandang US Sassuolo pekan lalu. Direktur Olahraga I Lupi Gianluca Petrachi mengamuk di ruang ganti saat jeda turun minum. Pelatih Paulo Fonseca pun segera turun tangan membela anak buahnya. Dia mengajak penanggung jawab mercato itu keluar dari ruang ganti dan berbicara. Senin kemarin, Petrachi memanggil kapten Edin Dzeko dan mengutarakan kekecewaan terhadap performa tim.




Baca Juga :
- Siaran Langsung Liga Europa, SCTV: Celtic vs AC Milan, Jumat (23/10) Pukul 02.00 WIB
- AC Milan lagi Happy, Kontrak Ibrahimovic, Donnarumma, dan Calhanoglu pun Bakal Diperpanjang


Kegagalan di Reggio Emilia membuat mereka terlempar ke peringkat kelima. Ini akan menimbulkan efek domino. Tanpa tiket ke Liga Champions, sulit bagi klub tersebut untuk melakukan operasi mercato musim panas yang akan berpengaruh kepada kinerja musim depan.

Mempertahankan Chris Smalling jadi prioritas. Bek itu menjadi poros penting pertahanan Roma. Musim ini, dia memenangi duel udara 68 kali dan membalikkan permainan 66 kali. Kehadirannya membuat tim merasa aman sehingga para penyerang bisa leluasa menggempur gawang lawan. Sumbangsihnya sangat dibutuhkan karena klub berencana melepas Juan Jesus dan Federico Fazio. Sektor belakang akan jadi milik Gianluca Mancini, Mert Cetin, Roger Ibanez.


Baca Juga :
- Lautaro Martinez soal Peran Javier Zanetti dalam Kariernya di Inter: Dia yang Membantu Saya Belajar Bahasa Italia
- Alvaro Morata Semakin Matang, Anggap Kartu Merah Chiesa dan Golnya yang Dianulir sebagai Hal yang Biasa


Smalling ingin bertahan ketika Manchester United berencana menariknya kembali. Memperhatikan situasi difensore 30 tahun itu, Petrachi menegaskan semua tergantung pemain. Jadi pemain yang dibanderol 18 juta euro (sekitar Rp270 miliar) itu perlu menunjukkan komitmen kuat untuk membantu Roma mewujudkan targetnya. Dimulai dini hari nanti, dengan melindungi sektor belakang dengan kuat. Slogan ‘tak boleh melakukan kesalahan’ harus dicamkan semuanya.

Darurat lini tengah bisa menempatkan I Giallorossi kepada bahaya. Lorenzo Pellegrini diskors, Amadou Diawara dan Nicolo Zaniolo ada di ruang perawatan. Tanpa trequartista, pelatih harus memilih antara Diego Perotti atau Henrikh Mkhitaryan yang baru kembali berlatih beberapa hari lalu. Gianluca Mancini bisa jadi solusi alternatif sementara sektor belakang diserahkan kepada Fazio atau Juan Jesus. Dzeko yang sudah mencatatkan gol ke-100 bersama Roma, diharapkan makin bersemangat mempertajam torehannya.

“Permainan kami indah, tapi kalau ada seseorang yang tidak bermain dengan bagus, maka semua akan sulit. Kami harus melupakan kegagalan dan menutup poin yang hilang di pertandingan lain. Kami harus menang lawan Bologna, tak ada jalan lain karena itu pertandingan fundamental,” ujar kapten asal Bosnia-Herzegovina itu.

Sementara itu, Bologna sedang mencari kemenangan ke-50 atas Roma. Rodrigo Palacio akan jadi ujung tombak. Striker veteran tersebut berharap bisa terus memperkuat I Rossoblu hingga musim depan. Oleh karena itu, dia harus membantu mengarahkan tim ke jalur selamat dengan gol-golnya.

“30 poin tidak sedikit, tapi kami ingin lebih banyak. Sekarang kami harus menghadapi Roma,” ujarnya. “Saya senang bermain dengan bola di tanah, bergerak dan melakukan permainan satu-dua dengan teman-teman.”*** Dari berbagai sumber

 

X
Penulis
Xaveria Yunita