news
LIGA ITALIA
Setelah 28 Tahun, Diego Kembali Membantu Napoli
05 February 2020 07:20 WIB
berita
Gelandang Napoli Diego Demme (kanan) merayakan gol perdananya di Italia.-Topskor.id/istimewa-
GENOA – SSC Napoli sangat merindukan sosok pemain seperti Diego Maradona yang menjamin gol. Setelah 28 tahun, muncul lagi nama Diego di papan skor I Partenopei dalam pertemuan dengan UC Sampdoria, di Stadion Luigi Ferraris, Senin (3/2) atau Selasa dini hari WIB.

Dia adalah Diego Demme yang direkrut dari bursa transfer Januari. Sumbangan gol di menit ke-83, membuat Napoli menang 4-2. Gol lain dari tim tamu diberikan Arkadiusz Milik, Eljif Elmas yang diboyong dalam mercato musim panas, serta Dries Mertens.




Baca Juga :
- Brescia Akan Mengundurkan Diri jika Seri A Dilanjutkan di Tengah Wabah Corona
- Rencana Barcelona: Bentuk Trio Messi, Neymar, dan Lautaro


Mantan kapten RB Leipzig itu mencetak gol dengan kaki kiri. Kaki yang sama dengan Maradona ketika menyarangkan gol terakhirnya di Italia. Korban terakhir El Pibe d’Oro adalah Sampdoria pada 24 Maret 1991. Sayangnya, Napoli kalah 1-4 kala itu.

Tak salah kalau Gennaro Gattuso ngotot untuk mendapatkan Demme. Gelandang tim nasional Jerman tersebut terbukti mampu menjaga keseimbangan di sektor tengah. Zona tersebut kurang stabil selama paruh pertama musim ini.


Baca Juga :
- Milan Antisipasi Kepergian Ibra dengan Memburu Milik
- Lautaro Minta Nilai Kontrak Lebih Baik jika Inter Ingin Dirinya Tetap di Meazza


Dia memulai dari bangku cadangan, menggantikan Stanislav Lobotka di menit ke-61. Kendati belum masuk tim inti, Demme tetap bersemangat membantu tim untuk meraih kemenangan ketiga beruntun, setelah SS Lazio dan Juventus FC. Pemain tersebut memperluas ruang kosong di area lawan, menciptakan gol dan mendorong pertahanan Sampdoria. Sebagai bentuk rasa syukur atas gol perdananya, pesepak bola 28 tahun tersebut akan mentraktir rekan setimnya makan malam.

Berkat Demme, tim mampu menjaga kobaran semangat ketika kedudukan 2-2. “Psikologis tim sangat fundamental. Ada saat di mana kami perlu menderita dan berkorban. Komunikasi di antara pemain dalam situasi tertentu sangat berguna. Senjata pertama Napoli adalah kualitas. Saya kira kemenangan ini pantas kami dapatkan. Setelah skor 2-1, kami kehilangan keseimbangan sehingga Samp menemukan kepercayaan diri. Hal seperti ini tidak boleh terjadi,” kata Gigi Ricio, wakil pelatih I Partenopei. Gattuso tidak mau melakukan konferensi pers karena sedih mengetahui kakak perempuannya sakit keras.

Tuan rumah seharusnya bisa mendapatkan tambahan skor, selain gol dari Fabio Quagliarella dan penalti Manolo Gabbiadini. Gol akrobatik Gaston Ramirez dianulir karena lengan Gabbiadini mengenai bola.

“Sungguh buruk. Kami menjalani pertandingan dengan keinginan kuat tapi ketika melakukan kesalahan lawan tim hebat, harga yang dibayar sangat mahal. Berikutnya di kandang Torino, kami akan berangkat dengan semangat yang sama dan optimistis jika menilik dari rapor Toro,” allenatore Claudio Ranieri menuturkan. “Kepada semua Napoletani, saya minta maaf atas koor yang menghina mereka.”* Dari berbagai sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news