news
LIGA 1
Dari Seluruh Kontestan Piala Gubernur Jatim, Tim Inilah yang Diwaspadai Persebaya
05 February 2020 13:35 WIB
berita
Suasana latihan Persebaya Selasa (4/2) di Surabaya/Foto:TopSkor/M Bahrul Marzuki
SURABAYA – Persebaya Surabaya tidak perlu susah payah mencari lawan uji coba sebelum Liga 1 dimulai akhir Februari ini. Sebab, Piala Gubernur Jawa Timur yang vakum lima tahun terakhir, kembali digelar tahun ini. Dalam ajang pramusim itu Persebaya bergabung di Grup A bersama tuan rumah Madura United, Bhayangkara FC, dan Persik Kediri.

Sehingga, setidaknya Persebaya akan bertanding tiga kali. Ini sesuai agenda uji coba Persebaya setelah melawan Sabah FA, Sabtu (8/2) mendatang yang juga butuh tiga hingga empat kali uji coba.




Baca Juga :
- Terkait Situasi Saat ini, Pelatih Persebaya Aji Santoso Minta Semua Saling Mendoakan
- Kampungnya Tidak Terpapar Covid-19, Sayap Persebaya Ini Bebas Gowes, Jalan-jalan, dan Main Sepak Bola


“Kami sudah siap untuk laga uji coba lawan Sabah FA dan Piala Gubernur Jatim. Apalagi turnamen ini ternyata pas dengan jadwal uji coba sebelum Liga 1 dimulai," ujar asisten pelatih Persebaya, Mustaqim, ditemui seusai memimpin latihan Selasa (4/2).

Dari semua lawan, Mustaqim memilih mewaspadai Persik Kediri karena tim promosi biasanya sering memberi kejutan. Dan jangan lupa, Macan Putih, julukan Persik, merupakan peraih gelar terbanyak turnamen ini, yakni enam kali. Termasuk edisi 2015, kali terakhir Piala Gubernur Jatim digelar.


Baca Juga :
- Libur Panjang, Pelatih Fisik Persebaya Khawatirkan Satu Hal
- Kompetisi Libur Tiga Bulan, Persebaya Minta Semua Bisa Memahami


“Apalagi Persik juga ketambahan pemain asing," mantan asisten pelatih Persija Jakarta ini menegaskan. Soal pemain yang baru bergabung, Mustaqim menyampaikan masih proses adaptasi. Ia memilih tidak memaksakan pemain yang belum siap.

"Terutama Makan Konate dan David da Silva. Seperti tadi ada sprint 10 kali, di depan saya sampaikan kalau mereka tidak kuat angkat tangan. Nyatanya mereka tidak full, Konate hanya tujuh kali sementara David minta izin tidak ikut, khawatir (ototnya) tertarik," Mustaqim menambahkan.

Di sisi lain pemain yang masih cedera, Oktafianus Fernando dan Zoubairou Garba, masih berlatih terpisah hingga kemarin. Tapi, Mustaqim menjamin kedua pemainnya tersebut tidak mengalami cedera serius.

Sementara itu peserta lainnya, Arema FC, tidak memasang target juara. Arema menghuni Grup B yang digelar di Stadion Kanjuruhan Malang bersama juara lima kali Persela Lamongan, Persija Jakarta, dan Sabah FA Malaysia.

“Bagi kami event ini bagian persiapan tim untuk Liga 1 2020. Maka itu kami merespons positif. Ini kesempatan bagus untuk mencoba menerapkan sistem permainan, baik taktik maupun strategi melawan beberapa tim berbeda. Apakah dengan skema 4-4-2, 4-3-3, atau 4-2-3-1,” kata pelatih Arema, Mario Gomez.

Tanpa target menurut Gomez justru akan membuat pemain tampil lepas dan leluasa menjalankan strategi. “Manajemen dan saya menyadari tugas awal kami adalah membentuk tim yang solid karena banyak pemain baru, hampir 50 persen. Kami butuh waktu untuk itu, baik lewat latihan maupun event seperti ini,” ia menambahkan.

Jika timnya lolos ke babak selanjutnya atau bahkan juara, itu menurut Gomez adalah bonus. “Kalau paksakan harus juara, sangat tidak realistis dan akan jadi dilema antara mempersiapkan tim dan target. Tapi paling tidak dalam dua minggu latihan saya sudah ada gambaran komposisi terbaik tim,” kata Gomez.

Yang jelas, tak dibebani target juara pada ajang tersebut, bertolak belakang dengan jukukan Singo Edan sebagai Raja Pramusim. Arema sebelumnya sukses meraih juara Piala Presiden 2019 dan 2017.

Juga, kampiun dalam beberapa event pramusim. Sebut saja Trofeo Bhayangkara 2017, Piala Bhayangkara 2016, Bali Island Cup 2016 dan 2015, SCM Cup 2015, Trofeo Persija 2015 dan 2013, Sunrise of Java Cup 2015, Inter Island Cup 2014, dan Menpora Cup 2013.*M Bahrul Marzuki/Noval Luthfianto

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news