news
TOP GOSSIP
Adipati Dolken Jadi Pemburu di Manchester Biru
02 February 2020 22:04 WIB
berita
Foto: istimewa
JAKARTA - Film Pemburu di Manchester Biru bakal tayang di bioskop pada 6 Februari 2020. Di dalamnya ada Adipati Dolken yang memerankan karakter Hanif Thamrin.

Hanif adalah anak Indonesia yang merantau ke Inggris. Dia mendapat kesempatan istimewa bisa bekerja sebagai jurnalis di Manchester City.




Baca Juga :
- Resmi Milik Man-City, Ruben Dias Pakai Nomor Punggung 3
- Cetak Hattrick lawan Manchester City, Jamie Vardy Lewati Lionel Messi


Diakui Adipati, tidaklah mudah baginya untuk memerankan sosok Hanif. Banyak tantangan yang dilalui, salah satunya banyak dialog menggunakan bahasa Inggris.

"Memerankan sosok Hanif merupakan tantangan tersendiri karena mayoritas dialog dalam bahasa Inggris, serta syuting juga dilakukan di London saat sedang menjalankan ibadah puasa," kata Adipati.


Baca Juga :
- City Dibantai Leicester 2-5 di Kandang Sendiri, Langsung Terperosot ke Peringkat 13, The Foxes ke Posisi Satu
- Meski Keteteran, Manchester City Berhasil Pastikan Tiga Poin di Molineux Stadium


Selain Adipati, ada pula Ganindra Bimo dalam film ini. Dia memerankan sosok Pringga, flat mate Hanif selama merantau di Negeri Ratu Elizabeth.

Hanif yang berbagi kamar hotel dengan Adipati selama proses syuting menjadi saksi proses adaptasi. Dodot --panggilan karib Adipati-- dengan fokus penuh mempelajari gestur dan cara bicaranya.

"Uniknya, sehari sebelum syuting dimulai, dia (Adipati) menghilang. Dia tak ada di hotel, begitu kembali, dia sudah menjadi karakter berbeda, sudah in to character. Di situ saya merasa kelas Adipati sebagai seorang aktor," tutur Hanif.

Satu pekan jelang syuting film Pemburu di Manchester Biru, Adipati dan Ganindra berkeliling ke beberapa stadion di Inggris. Di antaranya, Emirates Stadium, Stamford Bridge, London Stadium, Old Trafford, Anfield Stadium, dan yang terakhir Etihad Stadium.

"Dari seluruh stadion yang kami kunjungi, saya paling terkesan dengan Anfield. Saat masuk ke sana, bulu kuduk merinding, seakan ada daya magisnya di stadion itu,” kata Adipati.

M
Penulis
Muhammad Pratama Supriyadillah