news
LIGA ITALIA
Juve Merindukan Chiellini
01 February 2020 07:45 WIB
berita
Matthijs De Ligt dan Leonardo Bonucci belum cukup mengatasi pelemahan benteng Juventus.-Topskor.id/istimewa-
TURIN – Masa keemasan trio BBC sudah berlalu satu tahun lebih, tapi imbasnya terasa sampai sekarang. Benteng Juventus FC keropos karena tinggal Leonardo Bonucci yang tersisa, sedangkan Giorgio Chiellini menuju pemulihan cedera otot. Tanpa bek 35 tahun itu, gawang tim kemasukan 21 kali dalam 21 pertandingan (tidak terjadi sejak 2010/11 era Luigi Delneri yang dibobol 25 kali).

Juve tentu merindukan Chiellini yang baru bisa berlari awal Maret. Buruknya pertahanan tidak bisa dibiarkan agar mereka tidak dipermalukan ACF Fiorentina, di Allianz Stadium, Minggu (2/2). Apalagi kini tuan rumah sedang mengejar rekor sebagai tim pertama yang mencapai kemenangan ke-1600 di Seri A.




Baca Juga :
- Tommasi Bawa Kabar Pedih, Musim Seri A Berakhir, tapi Putusannya Besok
- Keren! Ronaldo Tambah Mobil Mewah, Harganya Bikin Geleng Kepala


Untuk mengamankan area penalti, Bonucci tidak bisa bekerja sendiri. Masalahnya, Merih Demiral harus absen lama setelah dibekap cedera ligamen cruciatum anterior (ACL). Jadi beban di lini tengah ditimpakan kepada Matthijs De Ligt yang inkonsisten di masa adaptasi. Pelapisnya adalah Daniele Rugani.

Darurat area belakang ini membuat pelatih Maurizio Sarri kreatif menyulap pemain sektor lain menjadi bek. Juan Cuadrado telah beradaptasi dengan perannya sebagai difensore kanan. Gelandang Blaise Matuidi bahkan pernah diminta main lebih ke belakang untuk meningkatkan ketebalan dalam laga lawan SPAL. Mattia De Sciglio yang telah bebas dari cedera bisa membantu berjaga di sayap, tapi mungkin jadi cadangan. Alex Sandro tetap dipercaya berjaga di kiri.


Baca Juga :
- Milik Sediakan Makanan dari Restoran Milknya untuk Membantu Memerangi Virus Corona
- Godin Kecam Otoritas Sepak Bola Italia, Inter vs Juventus Bisa Membantu Penyebaran COVID-19


Penyebab lain penurunan kinerja adalah pergantian filosofi dari Massimiliano Allegri ke Sarri. Sekarang pelatih baru berusaha memperbaiki fase bertahan, memaksa pemain berlatih setiap hari tanpa bola dan terus mengulang pergerakan seluruh tim. D isamping itu, dia juga memperhatikan permainan bola mati, intensitas permainan dan pergerakan di barisan ketiga. Bola harus direbut di depan dan melakukan pressing.

Untuk menghindari risiko kalah ketika pertahanan melemah, Juve mau tidak mau mengandalkan ketajaman serangan. Mereka memanfaatkan Cristiano Ronaldo yang tengah on fire. Striker tersebut kini mengincar gol dalam sembilan laga beruntun Seri A yang membawanya sejajar dengan David Trezeguet. Trezegol bukan hanya pemain asing Juve yang paling produktif (171 gol dalam 320 pertandingan) tapi menjadi satu-satunya penyerang di era tiga poin (sejak musim 1994/95) yang berhasil mencapai prestasi itu.

CR7 telah menciptakan 48 gol dalam 69 laga (rata-rata 0,69 gol perpertandingan). Rata-ratanya naik menjadi 1,27 dalam 11 pertandingan terakhir. Kalau mampu mempertahankan kecepatan ini, dia bisa mengejar rekor Gabriel Batistuta (cetak gol untuk Fiorentina dalam 11 laga beruntun musim 1994/95) dan Fabio Quagliarella (Sampdoria di musim 2018/19).

Sementara itu, Fiorentina yang baru tereliminasi dari Piala Italia, keberatan dengan jadwal yang terlalu mepet. Namun, pelatih Giuseppe Iachini berharap timnya tidak kehilangan motivasi meski dibayangi kelelahan. “Kami berangkat ke Turin dengan semangat tepat, seperti biasa,” katanya.*** Dari berbagai sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news