news
TENIS
Ngamuk Banting Raket Sendiri, Kyrgios Didenda Rp 43 Juta
28 January 2020 16:07 WIB
berita
Kyrgios dikalahkan 3-6, 6-3, 6-7, 6-7 oleh Rafael Nadal di Road Laver Arena, Meblourne, Australia, Senin (27/1).
MELBOURNE - Bintang tenis Australia Nick Kyrgios kembali berulah. Kalah dari Rafael Nadal di babak 16 Besar Australia Terbuka, dia mengamuk di lapangan. 

Kyrgios dikalahkan 3-6, 6-3, 6-7, 6-7 oleh Rafael Nadal di Road Laver Arena, Meblourne, Australia, Senin (27/1). Nadal membutuhkan waktu 3 jam dan 39 menit untuk membuat petenis Australia itu angkat kaki dari turnamen di negaranya sendiri.




Baca Juga :
- Kepergok Berduan, Petenis Ini Malu-malu Ungkap Perasaan
- Emosian di Lapangan, Ternyata Takluk dengan Tatapan Anna Kalinskaya


Nadal selanjutnya akan menghadapi unggulan kelima asal Austria, Dominic Thiem.

Meskipun memenangkan set kedua dan memaksa tie-breaker, Kyrgios gagal membendung Nadal di set ketiga dan keempat. Kyrgios tidak hanya kalah dalam permainan tenis, tetapi juga pertempuran pikiran.


Baca Juga :
- Pasangan Gado-gado Indonesia-Hong Kong ke Perempat Final Kentucky Open
- Djokovic Terancam Didenda Juara Australia Terbuka


Bintang asal Australia itu, yang sangat terkenal karena kegilaannya yang sering terjadi di antara pertandingan tenis, mematahkan raketnya selama pertandingan melawan Nadal. Dia juga harus membayar denda 3.000 dolar AS atau sekitar Rp 43 juta untuk ketidakdisiplinannya. 

 

Petenis peringkat 26 Dunia itu frustrasi dengan melemparkan raketnya ke tanah. Kontan, raketnya hancur dan tak bisa digunakan.

Wasit Inggris James Keothavong kemudian memberi Kyrgios pelanggaran kode atas insiden itu, ketika pemain berusia 24 tahun itu melempar raketnya ke kerumunan penonton setelah menghancurkannya.

Kemudian, ketika berbicara kepada para wartawan, Kyrgios memuji Nadal. "Saya hanya tidak bisa mendapatkan bola melewatinya," katanya, sebelum menambahkan:

"Saya mencoba melakukan servis dan melakukan tendangan voli, mencoba melepaskan tembakan."

"Akhirnya saya harus memenangkan poin tiga kali untuk memenangkan poin. Dia membuat Anda  memainkan bola ekstra. Saya pikir dia bermain bagus, mengingat betapa lambatnya itu.”*
 

news
Penulis
Suryansyah
news
news