news
LIGA ITALIA
Insigne Bangunkan Napoli dari Mati Suri
23 January 2020 09:05 WIB
berita
Penyerang sayap Napoli, Lorenzo Inzigne, kembali membuka pundi gol dalam laga lawan Lazio di perempat final Piala Italia.-Topskor.id/istimewa-
NAPOLI – Piala Italia sepertinya membawa keberuntungan bagi Lorenzo Insigne. Selasa (21/1) atau Rabu dini hari WIB, di San Paolo, penyerang sayap SSC Napoli itu mencetak gol cepat. SS Lazio dikirim pulang dari perempat final setelah kalah 0-1.

Pertandingan itu merupakan awal baru  bagi Insigne. Dia melakukan penetrasi ke area penalti, mengamankan bola dari sergapan Luiz Felipe dan menaklukkan kiper Thomas Strakosha pada menit kedua. Tiga gol terakhirnya dicatatkan di Piala Italia. Sebelumnya di perdelapan final, sang kapten merobek gawang Perugia dua kali.




Baca Juga :
- Milik Sediakan Makanan dari Restoran Milknya untuk Membantu Memerangi Virus Corona
- Terungkap! Januari Lalu Giroud dapat Dua Tawaran dari Klub Italia, Namun Tak Diproses Karena Alasan Ini


Winger mungil itu membangunkan Napoli dari mati suri. Kemenangan ini menjadi pelipur lara sekaligus stimulus untuk memperbaiki prestasi tim di Seri A.

“Saya senang untuk kualifikasi dan gol ini. Kami sangat menginginkannya. Terima kasih kepada tifosi yang telah kembali memberi dukungan. Kami perlu terus main seperti ini, semua bersama-sama. Kami sudah saling berbicara dan kami ingin keluar dari situasi ini. Kami tahu kesalahan yang telah dilakukan tapi malam ini harus menjadi awal baru dan bukan akhir dari perjalanan kami. Kami tahu tim ini kuat dan kami bisa mendapat banyak kepuasan,” ujarnya.


Baca Juga :
- Immobile Terima Rp1 M untuk setiap 10 Gol dan Bisa Bertambah jika Mau Perpanjang Kontrak
- Mulai Menggila! Atletico Madrid Bidik Dua Bintang Napoli


Insigne terus membantu rekan-rekannya. Bahkan mau berkorban dengan mundur ke belakang hingga deretan bek untuk menghentikan Manuel Lazzari. Instruksi pelatih Gennaro Gattuso itu dikerjakan hingga ditarik keluar dan digantikan Fabian Ruiz. Insigne yang tampil selama 77 menit, menyentuh bola 53 kali dan melepas tembakan tiga kali.

Pemilik nomor punggung 24 itu tampaknya berhasil keluar dari labirin masalah yang menyesatkannya beberapa bulan terakhir. Dia bahkan menjadi musuh suporter Napoli. Perlahan-lahan Insigne menemukan kepercayaan diri dan menunjukkan performa terbaiknya. Diharapkan prestasi seperti itu terus berlanjut, seperti yang dikemukakan Gattuso.

“Kami baru saja melewati periode memalukan. Menghadapi Lazio dibutuhkan intensitas yang tepat. Kami memainkan pertandingan lawan tim kuat dengan bagus. Saya telah melihat semangat positif dan kemauan untuk berkorban. Siapapun yang masuk ke lapangan, memberikan ruh. Kami tidak boleh kehilangan seluruh faktor itu. Keberhasilan tembus ke semifinal didedikasikan untuk Presiden Aurelio De Laurentiis dan semua yang bekerja untuk klub,” Gattuso menjelaskan.

Baik I Partenopei maupun Lazio harus bermain dengan 10 orang karena Elseid Hysaj dan Lucas Leiva mendapat kartu merah. Kondisi ini membuat para pelatih mesti mengubah strategi lantaran keduanya merupakan elemen penting dalam permainan.

Sebenarnya tim tamu bisa menang besar kalau tidak melakukan kesalahan. Ciro Immobile nyaris  membukukan doppietta. Striker tersebut tergelincir ketika mengeksekusi penalti pada menit ke-10, yang mengakibatkan bola melambung ke atas mistar. Golnya di menit ke-63 dianulir karena berada dalam posisi offside. Kejadian serupa terulang dengan gol Francesco Acerbi. Belum lagi ada dua tembakan kena tiang.

Rangkaian kemalangan itu membuat Lazio tereliminasi dengan penuh penyesalan. Simone Inzaghi sekali lagi gagal menghapus tabu di San Paolo sebagai pelatih. Rapornya 1 menang, 1 seri dan 3 kalah. “Kami tidak pantas kalah dengan 14  tembakan yang kami hasilkan. Sangat kami sayangkan tidak dapat mempertahankan gelar juara Piala Italia,” dia menuturkan. Terkait dengan kartu merah untuk Leiva, dia berkomentar, “Leiva tahu telah melakukan kesalahan, tapi sebelumnya wasit juga bersalah karena pelanggaran itu seharusnya tidak ada. Bagaimanapun  Leiva tidak seharusnya melakukan protes seperti itu.”***

X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news