news
LIGA 1
Teja Pakualam ke Persib, Aqil Savik dan Natshir Hijrah ke Bandung United
18 January 2020 09:37 WIB
berita
Kiper baru Persib Teja Pakualam/Foto:TopSkor/Ady Sesotya
BANDUNG – Persib Bandung menyegel Teja Pakualam sebagai kiper keempat dengan durasi kontrak tiga tahun. Teja bakal menjadi bagian utama Pangeran Biru dalam berburu gelar kompetisi Liga 1 musim 2020.

Bersama I Made Wirawan dan Dhika Bhayangkara, mantan kiper Semen Padang ini bakal jadi aktor utama kebangkitan Pangeran Biru pada kompetisi kasta tertinggi Indonesia, Liga 1 2020.  Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Kuswara S Taryono menyebut perekrutan Teja sesuai permintaan pelatih Robert Rene Alberts.




Baca Juga :
- Wander Luiz Jadi Pemain Terbaik Liga 1 Bulan Maret Versi Mobil
- Sutiono Lamso: Entah Kapan Rekor Gol Saya di Persib Akan Pecah


"Pelatih yang lebih tahu kebutuhan tim dan skema yang ingin ia terapkan pada kompetisi musim mendatang. Sepanjang itu keinginan pelatih, manajemen berusaha membantu memuluskan rencana besarnya mengomandoi Persib pada kompetisi Liga 1," kata Kuswara.

Tidak bisa dibantah, kedatangan Teja langsung mengubah struktur penjaga gawang Maung Bandung. Muhammad Aqil Savik, kiper muda yang sudah tiga musim membela Maung Bandung, harus turun kasta. Ia diproyeksikan mengawal gawang Bandung United yang akan tampil pada Liga 3 2020.


Baca Juga :
- Jika Kompetisi Berlanjut, Persaingan Antarpemain Persib Diyakini Bakal Lebih Ketat
- Robby Darwis Tidak Gubris Jadwal Kompetisi Dipadatkan Jika Kembali Bergulir


Aqil bersama M Natshir Fadhil Mahbuby (Deden) yang tengah menjalani proses penyembuhan patah tulang, harus mematangkan diri di tim satelit Persib itu. "Aqil kiper potensial. Tapi ia masih butuh jam terbang,” kata Teddy Tjahjono, Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, kepada wartawan.

“Kami turunkan Aqil ke Bandung United agar dapat pengalaman dan jam terbang tinggi di kompetisi kasta ketiga. Keputusan itu juga merupakan hasil diskusi dengan pelatih kiper Luizinho Passos," Teddy menambahkan.

Sedangkan Deden menurutnya juga masih butuh recovery usai mengalami cedera patah tulang. “Melihat kondisinya, kemungkinan Deden putaran kedua sudah bisa main dan siap betul. Tapi ia harus ke Bandung United lebih dulu. Artinya hanya tiga kiper yang kami daftarkan untuk Kompetisi Liga 1 2020," Teddy menuturkan.

Meski begitu, tidak serta-merta Teja, sang pendatang baru, bisa langsung jadi kiper nomor satu. Persaingan posisi kiper sangat ketat. Made memang sudah senja. Tapi masih mumpuni berada di bawah mistar gawang Pangeran Biru.

Dhika, meski cuma sekali tampil pada Liga 1 2019 lalu, punya kualitas teknik mumpuni. Kemampuan tekniknya setara dengan Made. Dhika jarang dapat kesempatan karena Made musim lalu sedang on fire.

"Made, Dhika, dan Teja punya kualitas setara. Teja meski tim lamanya degradasi, tapi jarang buat blunder. Ia punya jam terbang tinggi dan konsisten penampilannya. Ia sudah matang sejak mengawal gawang tim SAD di Uruguay hingga ke kompetisi Liga 1," ujar Gatot Prasetyo, mantan pelatih kiper Persib.

Tapi Gatot juga melihat keuntungan ganda yang didapat Pangeran Biru lewat ketiga kiper tersebut. Made, Dhika, dan Teja bisa bergantian mengawal gawang tim pada saat yang tepat.

"Musim depan akan ada Piala Indonesia dan Liga 1. Pelatih bisa memilih mana yang tampil reguler di kompetisi dan Piala Indonesia. Jadwal sangat padat, servis ketiganya bisa dimaksimalkan. Tahun ini, di sektor kiper, Persib tidak pusing lagi. Semua punya kualitas setara dan siap tampilk kapan saja," Gatot menuturkan kepada TopSkor.*Dani Wihara

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news