news
BULUTANGKIS
Tunggal Putri Tuan Rumah Bertumbangan
16 January 2020 07:08 WIB
berita
Tunggal putri Indonesia, Fitriani, mengembalikan bola dari lawannya di babak pertama Indonesia Masters. Pada pertandingan di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (15/1) kemarin, Fitriani menyerah di tangan pemain asal Cina, Han Yue, dengan 6-21, 17-21.
JAKARTA - Pekerjaan rumah bagi PP PBSI untuk mengangkat nomor tunggal putri sepertinya kian berat. Indikasi terakhir terlihat di salah satu kejuaraan BWF yang sedang berlangsung di Jakarta. Para pebulu tangkis tunggal putri Indonesia bertumbangan pada babak pertama Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Rabu (15/1) kemarin.

Fitriani yang berhadapan dengan sesama pemain non-unggulan asal Cina, Han Yue, gagal menunjukkan performa bagus. Pemain 21 tahun asal Garut, Jawa Barat, tersebut dihabisi Yue, 6-21, 17-21. Gim pertama jelas patut disesali karena ia hanya mampu membuat enam poin.




Baca Juga :
- Tekuk Apriyani/Mychelle, Fadia/Ribka Tidak Menyangka Bisa Juara Turnamen Internal PBSI
- Praveen Jordan: Tontowi Ahmad Itu Sosok yang Rendah Hati dan Haus Gelar


Seusai pertandingan, Fitriani mengakui, terlalu banyak melakukan kesalahan. Ia pun seolah tidak siap dalam menghadapi pukulan lawan. Pada gim kedua, penampilannya membaik. Tetapi, hal itu belum cukup membawanya memaksakan rubber game.

“Saat poin-poin awal, saya sebenarnya sempat memberi perlawanan. Namun, saya malah terlalu mudah memberikan poin kepada lawan. Di gim kedua saya tampil tanpa beban. Tapi Han Yue memang pemain bagus,” ujar Fitriani.


Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Torehan Greysia Polii pada Sektor Ganda Putri bersama Lima Partnernya
- Tontowi Ahmad Merasa Mendapat Perlakuan Tidak Pantas dari PBSI, Susy Susanti Klarifikasi


Lebih jauh Fitriani menjelaskan, Yue tipe pemain yang senang mengajak lawannya melakukan reli. Ketika ada kesempatan, Yue langsung melepaskan pukulan tajam. Jika tidak siap, tentunya itu sangat berakibat fatal.

Pekan depan, Fitriani akan turun di Thailand Masters 2020. Pebulu tangkis berpostur 155 cm tersebut berstatus juara bertahan. Untuk itu, ia sangat ingin mempertahankan titel pada kejuaraan berstatus BWF Super 300 tersebut.

“Tentu saja saya ingin juara lagi di Thailand. Tapi, di kejuaraan tersebut, saya fokus satu demi satu babak dulu. Permainan terbaik harus bisa saya tunjukkan di sana,” ia menambahkan.

Pada pertandingan lainnnya, rekan Fitriani di pelatnas Cipayung, Ruselli Hartawan, juga gagal menembus babak kedua. Berhadapan dengan pemain Kanada, Michelle Li, pemain yang lolos dari kualifikasi ini tunduk dua gim langsung, 14-21, 15-21.

Hal ini jelas merupakan penurunan bagi Ruselli. Pasalnya, di Malaysia Masters 2020 pekan lalu, pemain binaan PB Jaya Raya tersebut sanggup menembus babak kedua.Ruselli berharap, hasil di Indonesia Masters ini bisa menjadi pelajaran.

“Pada turnamen-turnamen berikutnya harus bisa lebih baik lagi. Saya akui cukup banyak melakukan kesalahan pada pertandingan tadi (kemarin),” katanya.

Sedangkan di nomor ganda campuran, pasangan baru Tontowi Ahmad/Apriyani Rahayu lolos babak kedua dengan mudah. Lawannya di babak pertama, Seo Seung Jae/Chae Yu Jung (Korea Selatan), mundur saat Owi/Apriyani unggul 6-1 di gim pertama.

Pada pertandingan ini, Apriyani terlihat masih melakukan penyesuaian di ganda campuran. Kemarin, ia terlihat terlalu sering main di belakang seperti saat di ganda putri. Di ganda campuran, pemain putri seharusnya memang lebih banyak bermain di dekat net. “Saat main di ganda putri, saya memang lebih sering main di belakang,” ucap Apriyani.*KRISNA C. DHANESWARA

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho