news
BASKET
Gilgeous-Alexander Torehkan Sejarah
15 January 2020 13:35 WIB
berita
Guard muda Oklahoma City Thunder, Shai Gilgeous-Alexander, melepaskan tembakan saat mengalahkan Minnesota Timberwolves di Target Center, Senin (13/1) malam, dengan skor 117-104.
MINNEAPOLIS - Shai Gilgeous-Alexander mencetak sejarah di NBA pada Senin (13/1) malam atau Selasa pagi WIB. Turun sebagai guard Oklahoma City Thunder pada lawatan ke markas Minnesota Timberwolves, Target Center, Minneapolis, Minnesota, pengusung nomor punggung dua itu membuat triple-double pertamanya sepanjang sejarah usai mencetak 20 poin, 20 rebound, dan 10 assist.  

Sejumlah rekor pun ditorehkan Gilgeous-Alexander pada pertandingan tersebut. Dengan usia 21 tahun dan 185 hari pada Senin (13/1) malam lalu, Gilgeous-Alexander menjadi pebasket termuda NBA yang mampu mencetak 20 poin, 20 rebound, dan 10 assist dalam satu gim. Ia memupus rekor Maurice Stokes yang bertahan sejak 1956.




Baca Juga :
- NBA Akan Gelar Turnamen Esport Demi Mengisi Kekosongan Jadwal
- Legenda NBA Ini Ikut Tes Corona, Hasilnya Negatif


Gilgeous-Alexander kini menjadi pebasket termuda dalam sejarah NBA yang mampu membuat 20 rebound dalam sebuah triple-double. Ia melewati rekor Shaquille O’Neal yang berusia 21 tahun dan 259 hari pada 20 November 1993 saat membuat 24 poin, 28 rebound, dan 15 blok untuk Orlando Magic yang mengalahkan New Jersey Nets, 87-85.

Rekor yang dibuat Gilgeous-Alexander tidak berhenti di situ. Ia kini menjadi pemain NBA sophomore (tahun kedua) keempat yang membuat triple-double dengan 20 poin dan 20 rebound.


Baca Juga :
- Hasil Lengkap NBA, Senin (24/2)
- Orlando Magic Kalahkan Pistons Lewat Babak Overtime


Sebelumnya, ada Oscar Robertson, Charles Barkley, dan O’Neal. Semua tahu, ketiga pemain ini akhirnya menjadi legenda NBA. Sayangnya, hanya Barkley—yang berposisi sebagai power forward kala aktif (1984-2000)—yang tidak mampu mendapatkan cincin juara NBA hingga akhir kariernya.

Berkat performa impresif Gilgeous-Alexander pada laga kemarin, Thunder berhasil mempecundangi Wolves, 117-104. Hasil tersebut membuat Thunder semakin nyaman di zona play-off dengan torehan 23 kemenangan dan 17 kekalahan.

Pencapaian ini sontak dirayakan oleh rekan-rekan setimnya. Usai pertandingan, ia disiram dengan air mineral. Kegemilangannya musim ini tentu membuat Thunder semakin layak disebut sebagai salah satu tum yang memiliki prospek cerah di NBA.

“Pelatih (Billy Donovan) memberikan tantangan kepada saya untuk melakukan hal yang lebih dibanding pertandingan-pertandingan sebelumnya. Dia merasa, saya mampu berbuat lebih dibanding hal yang biasa saya lakukan,” ucap Gilgeous-Alexander, rookie nomor 11 di NBA Draft 2018, usai pertandingan.

Belakangan ini, pemain asal Toronto, Kanada, itu memang menunjukkan performa luar biasa. Pada 13 pertandingan terakhir, Gilgeous-Alexander berhasil membukukan 23,7 poin per gim (PPG). Padahal, rata-rata angkanya sepanjang musim ini hanya 19,9 PPG. Gilgeous-Alexander pun berharap performa ini bisa terus ia pertahankan.

Apalagi, peluang Thunder melaju ke postseason sangat besar. Ia pun punya kesempatan menjadi pahlawan baru Thunder usai hengkangnya Russell Westbrook ke Houston Rockets dan Paul George ke Los Angeles Clippers.

Penampilan Gilgeous-Alexander sendiri mendapat pujian dari andalan Wolves, Andrew Wiggins. Menurut Wiggins, pemain berpostur 196 cm itu memang sangat tangguh di lapangan. “Saya akui, menjaganya merupakan salah satu hal tersulit. Dia adalah salah satu guard dengan postur ideal dan lincah. Dia mampu memasukkan poin ketika Thunder membutuhkan angka,” tutur Wiggins.*KRISNA C. DHANESWARA DARI BERBAGAI SUMBER

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news