news
LIGA ITALIA
Dalam Siklus Mini, Ronaldo Jadi Bomber Terbaik Eropa
15 January 2020 13:59 WIB
berita
Striker Juventus Cristiano Ronaldo melakukan selebrasi gol bersama Miralem Pjanic.-Topskor.id/istimewa-
TURIN – Cristiano Ronaldo selalu bekerja keras demi menjadi yang terbaik di lapangan. Setelah satu musim adaptasi yang penuh kesulitan, striker Juventus FC itu mulai menancapkan kuku di Seri A. Dia bahkan dipilih rekan-rekannya sebagai pemain paling berkilau.

Selama 1,5 bulan terakhir, Ronaldo menikmati penampilan terbaik meskipun belum menyamai prestasi ketika memperkuat Real Madrid. Cedera lutut hanya menghambatnya sejenak dan malah menjadi pemicu untuk lebih kuat dari sebelumnya. CR7 menyarangkan gol dengan rutin dalam enam pertandingan beruntun di Seri A serta gol semata wayang Juve di Piala Super Italia.




Baca Juga :
- Enam Sisi Kelam Buffon: Dituduh Fasis, Berselingkuh, Berjudi, dan Memaki Wasit
- Rangnick Belum Jelas, Kini Muncul Nama Marcelino dan Emery sebagai Calon Pelatih Milan


Berkat sembilan gol dalam siklus mini Seri A menjadikannya sebagai yang terbaik dalam kompetisi paling penting di Eropa. Di belakang Ronaldo, ada Marcus Rashford (Manchester United) dan Danny Ings (Southampton) yang mengumpulkan tujuh gol. Sedangkan pada kuota enam gol, ada Kylian Mbappe-Neymar ditambah Pierre-Emerick Aubameyang dan Gabriel Jesus.

Di Stadion Olimpico, Minggu (12/1), Ronaldo tidak memainkan laga terbaiknya: hanya penalti, beberapa efek spesial dan umpan balik bagus tapi juga melakukan beberapa kesalahan. Kendati demikian, ada poin positif yang bisa dipetik dari kinerjanya. Dia dan Paulo Dybala menemukan keserasian dan saling membantu. Tinggal mencari keselarasan dengan Gonzalo Higuain.


Baca Juga :
- Setelah Juventus dan Inter, Milan Ikut-ikutan Memburu Tonali
- Konseptor dan Revolusioner, Inilah Sosok Calon Pelatih Milan: Ralf Rangnick


Di paruh musim pertama, pesepak bola asal Portugal itu mencetak jumlah gol yang sama seperti musim lalu, yakni 14 gol. Tapi ada perbedaan, sekarang CR7 diistirahatkan tiga kali.

Bagaimanapun hanya ada satu penyerang yang mencetak sekurang-kurangnya 14 atau lebih dalam satu musim setelah 19 pekan pertama di Seri A. Dia adalah John Hansen pada 1951, 1952 dan 1953. Ronaldo menyamai rapor tersebut dengan cara yang tidak biasa. Kalau mampu menjaga kinerjanya, bukan tak mungkin rekor 30 gol akan terlewati.

Di musim 2019/20, Ronaldo telah memperbaiki akurasi. Pada periode sebelumnya, kurang jitu saat membidik gawang lawan merupakan problem yang menghantui pesepak bola tersebut. Untuk mencetak satu gol, dia butuh rata-rata 117 menit. Saat ini rata-rata terpangkas tinggal 100 menit. Persentase golnya pun melesat dari 11,2 persen menjadi 15,6 persen. Sedangkan rata-rata tembakan menurun menjadi 5,6 per pertandingan. Ini menunjukkan kalau permainan CR7 lebih efektif.

Di paruh musim kedua 2018/19, pesepak bola 34 tahun itu mencetak setengah jumlah gol dibandingkan paruh musim pertama (7) karena absen dalam enam pertandingan. Sekarang ada target Liga Champions, yang jadi prioritas I Bianconeri musim ini. Petualangan berlanjut pada 26 Februari di Lyon, dalam fase 16 besar.

Sampai hari penting itu, ada enam pekan di Seri A. Jadi Ronaldo masih punya kesempatan besar untuk mencapai prestasi terbaiknya, menyarangkan gol dalam 11 pertandingan beruntun bersama Los Blancos. Bukan misi mustahil, terutama bagi seorang pemain perfeksionis seperti CR7.* Dari berbagai sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news