news
LIGA 1
Liga 1 2020 Dua Wilayah? Ini Tanggapan Klub
11 January 2020 07:37 WIB
berita
JAKARTA - Setelah memastikan promosi ke Liga 1 2020, manajemen Persiraja justru pusing dengan anggaran yang harus disiapkan dalam mengarungi kompetisi di kasta tertinggi. Format dua wilayah pun diapungkan kubu Persiraja agar tidak kehabisan bensin di tengah kompetisi.

Itu lantaran perjalanan dari ujung Barat ke Timur Indonesia akan mereka lalui saat mereka bertandang ke markas Persipura. Dari Aceh menuju ke Papua kurang lebih jarak tempuhnya sekitar 6.720 kilometer. Bukan hanya itu Persiraja juga bakal merogoh kantong lebih dalam, karena mereka bisa mengeluarkan uang Rp10 juta perkepala untuk berkunjung ke markas Mutiara Hitam.




Baca Juga :
- Batal lawan Persebaya, Panpel PSS Sleman Tidak Jadi Kerahkan Banyak Aparat Keamanan
- PSM Makassar Sudah Tiba di Yogyakarta dan Langsung Agendakan Latihan


Selain lebih hemat dan waktu recovery untuk pemain juga lebih ideal jika memakai format dua wilayah. Dampaknya performa pemain pun akan lebih maksimal baik di klub maupun timnas. Sehingga kualitas pertandingan lebih terjaga.

“Sponsor juga masih menjadi kendala, karena kami tim baru promosi, sehingga pihak swasta mungkin ingin melihat prestasi dulu. Untuk itu, kami harus bisa menyakinkan bahwa kami menargetkan tetap bertahan di Liga 1 musim depan,” ucap Sekretaris Umum Persiraja Aceh, Rahmat Jailani.


Baca Juga :
- Supardi Nasir Bidik Angka Sempurna dari PSM pada Laga Perdana Lanjutan Liga 1 Musim Ini
- Riko Simanjuntak Main di Posisi Gelandang Bertahan "Pengangkut Air"


Wacana mengenai format dua wilayah ini pun ditanggapi beragam oleh kontestan Liga 1 lainnya. Manajer Persija Marsma TNI AU Ardhi Tjahjoko secara pribadi mengaku setuju

karena wilayah geografis Indonesia yang sangat luas dan spesifik.

“Tidak bisa disamakan dengan kondisi di Negara lain. Contoh Liga di Eropa, Jepang, Malaysia dan lain-lain yang bisa ditempuh secara singkat melalui jalan darat. Kalau di Indonesia harus dilalui berjam-jam lewat udara maupun darat,” ucap Ardhi.

Hal ini, menurutnya sangat menguras tenaga dan biaya yang dikeluarkan klub. “Jadi saya sangat setuju apabila sebaiknya bisa diubah sistem kompetisi Liga di Indonesia. Perlu diramu dan racik sedemikian rupa supaya bisa lebih efektif dan efisien,” kata Ardhi.

COO Bhayangkara FC, Kombes Pol. Sumardji justru menilai format satu wilayah memang sudah menjadi konsep dari Liga 1. “Konsekensinya memang berat. Memang saat ini Sumatera yang mewakili Aceh di Liga 1 ini, ya itu sudah risiko dan tidak ada pilihan, tidak mungkin dari Aceh away ke Papua terus kembali lagi main di Aceh, namanya juga Liga 1 kompetisi dengan perwakilan tim dari setiap provinsi,” Sumardji menegaskan.

Sementara, manager coach Madura United Rahmad Darmawan (RD) menilai format dua wilayah dengan sembilan tim di setiap wilayah tidak logis. “Jumlah gim buat klub juga kurang kalau bicara meningkatkan kualitas kompetisi. Kecuali setiap wilayah 16 tim bolehlah,” kata RD.

Sedangkan, Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Dirk Soplanit, selaku operator Liga 1, menegaskan format kompetisi 2020 tidak berubah yakni satu wilayah. “Tidak, tidak, tidak ada rencana seperti itu, kompetisi berjalan seperti biasa saja. Jadi tetap formatnya biasa, tidak ada pembagian wilayah. Itu nanti kami pikirkan bersama bagaimana, nanti kan kami mau RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham),” kata Dirk kepada TopSkor.

Dalam RUPS Liga 1 yang akan digelar sebelum Kongres PSSI 25 Januari mendatang, LIB akan memikirkan secara bersama jalan keluarnya. “Tapi yang jelas tidak akan mungkin kami menerapkan format dua wilayah, tetap kami jalan seperti biasa,” ucap pria yang juga menjabat anggota Komite Eksekutif PSSI itu.***SUMARGO/ NIZAR/ NOVAL/ NUNO/ AGUSTIAN/ MARZUKI

R
Penulis
Rizki Haerullah