news
INFOGRAFIS
Strategi Defensif El Cholo Meredam Potensi Besar sang Winger
07 January 2020 12:12 WIB
berita
Joao Felix kesulitan beradaptasi dengan gaya permainan defensif pelatih Diego Simeone sehingga belum bisa memperlihatkan penampilan terbaiknya
MADRID – Untuk ke-16 kalinya musim ini, Joao Felix ditarik keluar pertandingan oleh pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone. Winger termahal Atletico itu bermain 87 menit saat timnya menang 2-1 atas Levante UD, akhir pekan lalu. Tidak ada gol dan assist darinya meski berhasil melepaskan empat tembakan, satu mengarah ke gawang di laga itu. Sejauh ini dari semua ajang yang dimainkannya, hanya 4 gol dan 1 assist disumbangkan pemain berbanderol 127 juta euro (sekitar Rp1,9 triliun) itu.   

Statistik tersebut jelas bukan angka sepadan, apalagi jika merujuk penampilannya musim lalu di SL Benfica (20 gol dan 11 assist). Sehingga wajar jika mulai bermunculan suara-suara sumbang yang mempertanyakan keefektifan transfer Felix. Namun, ada juga yang beranggapan permasalah terbesar Felix di Atletico adalah strategi Simeone, yang membuat sang pemain tidak nyaman.
Permainan statis ala Simeone yang kaku dan defensif sangat berbeda dengan gaya bermain atraktif dan mengadalkan fisik seperti di Liga Portugal. Alhasil, selama enam bulan terakhir ini Felix kesulitan memperlihatkan kehebatannya. Dia telah bermain sebanyak 15 kali di LaLiga (2 gol dan 1 assist), dan di Liga Champions (2 gol dari 4 laga). Ada 17 pertandingan dia tampil sebagai starter tapi hanya tiga laga tampil penuh. 




Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Begini Proses 101 Gol Ronaldo
- Liverpool Mendominasi Tim Terbaik Liga Inggris 2019/20 versi PFA


Staf kepelatihan Los Rojiblancos sendiri meminta suporter bersabar. Mereka yakin kehebatan Felix akan muncul, seperti yang terjadi pada Antoine Griezmann di bulan-bulan pertamanya bersama Atletico.  “Kami berada di jalur yang memang sudah kami bayangkan (untuk Felix), saya tidak tahu apakah ada yang menyadari situasi ini,” ujar Simeone ketika ditanya tentang kontribusi Felix untuk tim. Kendati sang juru taktik Argentina punya kepercayaan besar terhadap winger 20 tahun itu tapi tak bisa dipungkiri jika Felix terlihat kurang sreg dengan gaya bermain yang diusung pelatih berjulukan El Cholo itu.  

Strategi defensif diyakini telah membatasi kemampuan ofensif Felix, bahkan ada asumsi cedera sang pemain musim ini akibat masalah tersebut. Dia terpaksa absen di enam laga: Bayer Leverkusen, Athletic Bilbao, Deportivo Alaves, Sevilla FC, dan RCD Espanyol. 


Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Daftar Pelatih Arema yang Tidak Bertahan dalam Satu Musim (1988-2020)
- INFOGRAFIS: Mayweather di Puncak, Peringkat Berikutnya Mengejutkan


Awalnya, Simeone memang menempatkan Felix di sayap kanan, tapi belakangan dia bermain lebih dekat area penalti lawan. Itu terutama setelah Diego Costa cedera yang memaksa Felix bermain sejajar dengan Alvaro Morata. Posisi dari Felix terkadang juga diisi oleh Angel Correa, yang tampil baik pada musim ini. Kedua pemain memang memiliki kesamaan dalam hal posisi. 

Ketika melawan Granada CF (24/11) terdapat kejadian unik. Ketika itu Simeone menempatkan Felix sebagai gelandang kanan. Namun saat berada di lapangan Felix mengubah posisinya menjadi lebih maju. Banyak yang beranggapan bahwa Felix tidak nyaman di tempatkan di sana. 

Felix telah berada di Atletico selama enam bulan. Dan dalam periode tersebut seharusnya dia sudah paham bahwa yang terpenting adalah melakukan tekanan kepada lawan agar sistem pertahanan bisa berjalan dengan baik, karena sejak awal kehadiran (2011), Simeone sudah menjadikan sepak bola pragmatis sebagai dasar permainan.

Apapun itu, yang jelas saat ini lingkungan sekitar belum puas dengan kinerja Felix dalam setengah musim. Penggemar sudah memperlihatkan kekecewaan dengan meninggalkan stadion lebih cepat. Kini, di periode krusial (Februari-Maret), jadi momen terbaik sang bintang menunjukkan dirinya mampu beradaptasi dengan permainan klub barunya.*Gogor Hakim dari berbagai sumber

news
Penulis
Suryansyah