news
UMUM
Pelatnas Dimulai Tengah Januari, Perbakin Bakal Kurangi Atlet
04 January 2020 13:19 WIB
berita
PB Perbakin sejauh ini baru memastikan Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba sebagai atlet menembak yang akan turun di Olimpiade Tokyo.
JAKARTA - Pengurus Besar Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (PB Perbakin) akan menggelar pemusatan latihan nasional (pelatnas) pada 15 Januari nanti. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB Perbakin Firtian Judiswandarta mengungkapkan, dalam pelatnas untuk Olimpiade XXXII/2020 Tokyo, Jepang, tersebut akan ada pengurangan jumlah atlet.

Menurutnya sejauh ini ada 19 atlet dari 23 nomor yang sudah lolos untuk mengkuti kejuaraan kualifikasi Olimpiade Tokyo. Namun jumlah tersebut berpotensi menyusut 10 sampai 11 atlet.




Baca Juga :
- Obor Olimpiade Pun Padam Gegara Virus Corona
- Ricky Subagja Yakin Ganda Putra Bulutangkis Indonesia Bisa Raih Emas di Olimpiade Tokyo


Menurut Firtian hal ini karena untuk memaksimalkan dana pelatnas yang diberikan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Saat ini, PB Perbakin tengah mengajukan proposal untuk melaksanakan pelatnas Olimpiade. Namun demikian, Firtian juga mengatakan hingga barita ini diturunkan, belum ada kejelasan mengenai proposal tersebut.

“Jadi untuk melaksanakan program pelatnas, kami diminta Kemenpora membuat proposal untuk meminta dana. Pelatnasnya akan dilaksanakan pada 15 Januari, dan pada 11 Januari nanti atlet-atlet akan kami panggil. Kemungkinan besar dari 19 atlet, kita pangkas untuk memaksimalkan dana pelatnas," ujar Fitrian, kemarin.


Baca Juga :
- Virus Corona Gegerkan Dunia, Olimpiade Tokyo Terancam Dibatalkan
- Tempat Tidur Kardus di Olimpiade Tokyo Tak Runtuh untuk Berhubungan Seks


Firtian menuturkan pemangkasan yang terjadi akan memengaruhi atlet yang akan mengukuti serangkaian kejuaraan, mulai Februari mendatang. “Kami akan ikut Kejuaraan Eropa di Polandia, terus ada Kejuaraan di New Delhi, India, pada Maret. Lalu ada training camp di Jerman. Pada Mei, kami akan ikut Kekuaraan Eropa di Ceko,” tutur Firtian.

Sejauh ini, Firtian menuturkan baru satu atlet menembak yang telah memastikan tampil pada Olimpiade 2020. Ia adalah Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba yang memastikan satu tiket untuk tampil pada nomor air rifle 10 meter dan 3-posisi 50 meter putri.

Jumlah tersebut berpotensi bertambah lantaran masih ada 20 kuota atlet dari cabang olahraga (cabor) menembak yang akan diperebutkan untuk mengikuti pesta olahraga terbesar di dunia tersebut. Firtian optimistis atlet Merah Putih mampu meraih hasil maksimal dalam kejuaraan kualifikasi Olimpiade Tokyo nanti.

Ia pun berharap dana pelatnas bisa segera mungkin cair untuk memaksimalkan prestasi atlet PB Perbakin. “Kami optimistis dan akan memaksimalkan di beberapa kejuaraan tersebut. Saya rasa kami akan mengikuti ajang di negara-negara Eropa, maka dari itu dana pelatnas kami harapkan dapat segera turun,” kata Fitrian.

Para atlet menembak Indonesia tengah menjadi sorotan setelah prestasi yang diraih pada SEA Games XXX/2019 Filipina. Cabor ini sukses menyumbang 15 medali dengan rincian tujuh emas, enam perak, dan dua perunggu. Hasil ini pun membuat menembak Indonesia keluar sebagai juara umum pada gelaran dua tahunan tersebut.

Indonesia mengalahkan Thailand yang menempati urutan dua sebagai pengoleksi medali terbanyak dengan empat emas, satu perak, dan dua perunggu. Sementara tuan rumah, Filipina, di urutan tiga dengan raihan tiga emas, tiga perak dan satu perunggu. Kala itu, Firtian menyebut manajemen jadi kunci sukses menembak Merah Putih.

“Kami memang telah mempersiapkan atlet, tetapi yang paling penting dari kesuksesan ini adalah tata kelola organisasi Perbakin. Manajemen menjadi kunci. Kami berusaha untuk transparan. Ketika sudah diberi kepercayaan Kemenpora dengan anggaran pemerintah, kami berusaha untuk memaksimalkannya,” ujar Firtian ketika itu.*MUHAMMAD RAMDAN DARI BERBAGAI SUMBER

 

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news