news
LIGA INGGRIS
Mourinho Mengakui Chelsea Lebih Superior daripada Tottenham
24 December 2019 07:22 WIB
berita
Pelatih Tottenham Hotspur Jose Mourinho/Istimewa
LONDON – Pelatih Tottenham Hotspur FC Jose Mourinho terpaksa menerima kenyataan pahit, dikalahkan oleh mantan anak asuhnya, Frank Lampard. Special One harus mengakui keunggulan juru taktik Chelsea FC tersebut dalam pertandingan pekan ke-18 Liga Primer 2019/20. Harry Kane dan kawan-kawan menyerah 0-2 dari The Blues di Stadion Tottenham Hotspur.

Ini menjadi kekalahan kedua Mourinho dalam enam laga liga domestik sejak ditunjuk menggantikan posisi Mauricio Pochettino untuk melatih Spurs. Ironisnya, sepasang hasil negatif itu selalu dialami Special One saat bertemu bekas klub asuhannya. Sebelum dari Chelsea, yang sempat dua periode dilatihnya, Spurs juga takluk ketika bertemu Manchester United FC (MU), 4 Desember lalu.




Baca Juga :
- Diego Milito: Jose Mourinho Salah Satu Pelatih Terbaik yang Pernah Ada
- Newcastle Ingin Permanenkan Jasa Danny Rose


The Red Devils, yang ditangani Mourinho selama dua setengah tahun, sukses menekuk Tottenham, 2-1, di Old Trafford lewat dua gol penyerang Marcus Rashford. Menghadapi Chelsea, Special One seperti mengalami deja vu. Timnya kembali menyerah karena sepasang gol yang dicetak Willian. Tetapi kekalahan dari The Blues tentu terasa lebih menyakitkan. Pasalnya, itu dialami di kandang Spurs.

Kendati demikian, Mourinho mau berbesar hati mengakui pasukan Lampard tampil lebih baik dan layak pulang dengan tiga poin. “Mereka (Chelsea) bermain lebih baik dan superior dari kami sepanjang babak pertama. Tidak sulit untuk mengatakannya,” kata pelatih asal Portugal tersebut. “Namun dua gol yang tercipta bukan hasil dominasi lawan. Yang pertama karena kami tidak fokus dan yang kedua adalah hasil penalti.”


Baca Juga :
- John Terry Anggap Jadon Sancho Akan Cocok Bermain di Chelsea
- Chelsea Bisa Dapatkan Winger Sassuolo Ini, Berkat Klausul Pembelian Ulang


Dengan kata lain, Mourinho merasa Tottenham kalah karena kesalahan mereka sendiri. Usaha untuk mengejar ketertinggalan menjadi lebih sulit setelah penyerang Son Heung Min dikartu merah pada menit ke-62. Wasit Anthony Taylor langsung mengusir pemain asal Korea Selatan (Korsel) itu karena terlihat menendang bek tengah Chelsea, Antonio Ruediger. Tetapi Mourinho enggan membahas masalah tersebut.

“Saya tidak ingin membicarakan soal (kartu merah) itu karena toh, kami telah kalah dan saya harus memberikan kredit kepada tim lawan. Mereka jauh lebih baik dalam menghadapi situasi sepanjang pertandingan,” ujar Mourinho.

Partai derbi antara dua tim London itu sayangnya ternodai dengan tingkah rasialisme yang dilakukan oknum pendukung Tottenham terhadap Ruediger. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) tengah menginvestigasi kasus ini. Kubu Spurs pun berjanji akan menindak tegas pelaku pelecehan. Mourinho sendiri mendesak agar seluruh pihak dan klub Liga Primer bersatu melawan isu diskriminasi yang sangat sering terjadi di sepak bola.   

“Jujur, saya tidak melihat insiden yang terjadi, Saya melihat wasit mendatangi Andre Marriner (ofisial keempat) dan memberitahukan saya dan Frank (Lampard) terkait apa yang terjadi,” kata Special One. “Tentu saja kami kecewa karena hal seperti ini masih saja terjadi. Isu rasialisme dan diskriminasi menjadi pekerjaan rumah bersama otoritas dan seluruh klub.”*  

 

  

  

 

I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news