news
LIGA INGGRIS
Tahun Penuh Gelar bagi Salah
24 December 2019 14:40 WIB
berita
Penyerang Liverpool, Mohamed Salah, melengkapi 2019 ini dengan meraih gelar Piala Dunia Klub.
LIVERPOOL – Di mata “profesor” sepak bola seperti Arsene Wenger, Mohamed Salah adalah pemain paling ideal. Mampu mencetak gol dengan kuantitas yang tinggi, bisa bekerja sama dengan rekan setim seperti memberikan assist, dan pemain yang secara individu memiliki teknik yang lengkap. “Dia (Salah) memiliki semua yang ada di Lionel Messi,” kata Wenger, mantan pelatih Arsenal.

 


Baca Juga :
- Ini Dia Bintang Loyal di Liga Primer
- Rashford Ingin Duet dengan Sancho di MU


Saat ini, dalam sepak bola modern, tidak ada pembanding yang lebih tinggi kecuali Messi. Memang, ada Cristiano Ronaldo tapi Messi lebih sering memperlakukan bola yang memberikan kekaguman bagi yang melihatnya. Di sisi lain, dari sisi peran sebagai bagian dari sebuah tim, Salah adalah sosok yang 99 persen memiliki kesamaan dengan Messi bagi Barcelona.

Salah boleh jadi sedikit egois namun aspek team work pemain Liverpool ini lebih besar. “Egoisme merupakan aspek penting bagi seorang mesin gol,” kata Ronaldo ketika banyak yang menilai dirinya tipikal penyerang yang maunya dilayani. Karena itu, menggambarkan Salah antara Messi dan Ronaldo, dia berada di tengah-tengah bintang dunia tersebut.


Baca Juga :
- Howe, Pelatih Pertama Liga Primer yang Bersedia Gajinya Dipangkas
- Ini Tim Impian De Bruyne, Tujuh dari Man. City


Seperti Messi, Salah memiliki kaki kiri yang mematikan dibandingkan dengan kaki kanannya. Kelebihan ini dapat dilihat dari pencapaiannya pada 2017/18, musim pertamanya di Liverpool. Ketika itu, ada 25 gol diciptakan Salah dengan kaki kiri sekaligus yang terbanyak dalam sejarah Liga Primer. Pada debut musimnya di Liverpool pula, dia menorehkan sejak dengan menorehkan gol terbanyak dalam sejarah klub untuk semusim, 44 gol (2017/18).

Salah adalah pemain tercepat dalam sejarah The Reds yang mampu mencapai 50 gol dalam semua ajang, dan diraihnya dalam 65 laga (2018/19). Salah pemain tercepat dalam sejarah Liverpool yang mencetak 50 gol di Liga Primer setelah 69 pertandingan (2018/19). Dan, pemain paling produktif The Reds dalam 100 laga pertama dengan menorehkan 69 gol.

Musim ini, dari 24 pertandingan dalam semua ajang (14 Liga Primer, 6 Liga Champions, 2 Piala Dunia Klub, 1 Piala Super Eropa, dan 1 Community Shield), Salah total memberikan 13 gol untuk Liverpool. Dari rapor itu pula, ada tujuh assist yang telah diciptakannya. Dengan demikian, total, dia telah terlibat dalam terciptanya 20 gol Liverpool sepanjang musim ini di semua ajang tersebut.

Lalu, sejak bergabung dengan Liverpool pada 2017, ada 128 pertandingan yang telah dimainkan King Salah, dengan total menorehkan 84 gol dan memberikan 36 assist.  Ya, Salah memberikan sesuatu yang baru yang lebih segar dan yang lebih sekadar harapan meraih gelar. Jika Salah selalu dikaitkan memiliki potensi seperti Messi dan Ronaldo, penyerang 27 tahun ini telah memberikan peran besar sepanjang 2019.

Pada tahun yang akan berakhir ini, Salah menjadi kunci sukses pasukan Juergen Klopp meraih gelar Liga Champions, Piala Super Eropa, dan terakhir gelar Piala Dunia Klub. Bandingkan dengan Messi yang sepanjang 2019 ini hanya memberikan satu gelar untuk Barcelona: La Liga. Sedangkan Ronaldo hanya memberikan trofi Seri A. Namun, CR7 memiliki pencapaian yang lebih baik dari segi timnas, membawa Portugal juara Liga Negara Eropa 2018/19.

Dari penghargaan individu, Messi meraih gelar Ballon d’Or dan Pemain Terbaik Dunia (FIFA) dan Pichichi (pencetak gol terbanyak La Liga), Ronaldo meraih gelar Pemain Terbaik Seri A, sedangkan Salah meraih gelar pencetak gol terbanyak Liga Primer, dan tentu terakhir Pemain Terbaik Piala Dunia Klub, setelah membawa The Reds mengalahkan Flamengo, Sabtu (21/12) lalu.

Jika Salah sukses di Doha (Qatar) tempat digelarnya ajang Piala Dunia Klub tersebut, sehari kemudian, Ronaldo justru mengalami mimpi buruk karena gagal membawa Juventus meraih trofi di akhir musim setelah kalah dari Lazio dalam ajang Piala Super Italia, di Riyadh, Arab Saudi. Banyak yang menilai, keputusan CR7 bergabung ke Juventus justru membuat keberuntungan mulai menjauhinya.

Faktanya, ini kali pertama Ronaldo mengalami kekalahan dalam laga final. Padahal, setiap kali dia bersama klub atau timnas ke final, CR7 selalu mampu meraih gelar. Kali terakhir gagal di final pada 2014 silam, dalam ajang Piala Super Spanyol lawan Atletico Madrid. Setelah itu, Ronaldo selalu mampu mengakhiri laga final dengan gelar, sampai akhirnya tradisi tersebut terhenti pada Minggu (22/12) lalu itu.

Demikianlah, 2019 merupakan tahun yang menaklubkan bagi Salah dan Liverpool, seperti yang diakui Klopp. Dan, mereka akan menyongsong 2020 dengan posisi yang juga sangat baik: peringkat pertama dalam klasemen Liga Primer 2019/20. Karena itu, “Next” adalah Liga Primer. Salah berpeluang mewujudkan atau mengakhiri penantian pendukung Liverpool untuk meraih gelar domestik tersebut. Inilah saatnya atau mereka harus menunggu lebih lama lagi.

Sambil berjuang membawa Liverpool untuk terus memimpin, Salah bisa menyabet satu trofi individu lagi: Pemain Terbaik Afrika 2019, yang akan diberikan pada 6 Januari 2020 nanti. Jika memang meraih gelar tersebut, ini akan menjadi hattrick setelah dia selalu terpilih sebagai yang terbaik dari Benua Afrika. Untuk meraihnya, Salah saat ini bersaing dengan rekan setimnya, Sadio Mane (Senegal), dan sayap Manchester City, Riyad Mahrez (Aljazair).

Mahrez kapten Aljazair saat memenangi Piala Afrika di negeri Salah pada 20 Juli lalu. Sementara Mane harus puas menjadi runner-up bersama Senegal. Mahrez pemenang Pemain Terbaik Afrika 2016 atau sebelum Salah berjaya dua tahun terakhir. Sebaliknya, Mane selalu menjadi runner-up dalam dua penghargaan terakhir. Pemenang Piala Afrika tahun ini diumumkan di Hurghada, Mesir, negeri kelahiran King Salah.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat
news
news