news
LIGA ITALIA
Milan Tak Punya Karakter
24 December 2019 14:14 WIB
berita
Para pemain AC Milan ketika meninjau Gewiss Stadium.-Topskor.id/istimewa-
MILAN – Sepuluh pertandingan bersama Stefano Pioli, prestasi AC Milan tidak memperlihatkan perkembangan. Bahkan, bisa dibilang kian mundur. Ini dibuktikan dengan kekalahan 0-5 di markas Atalanta BC, Minggu (22/12)—salah satu hasil terburuk dalam sejarah mereka di Seri A. Air mata Gianluigi Donnarumma saat meninggalkan Stadion Gewiss menjelaskan betapa parahnya krisis I Rossoneri.

Saat ini, tak ada yang berfungsi bagi Milan, baik di dalam maupun luar lapangan. Setiap elemen seolah bergerak ke arahnya masing-masing, minim koordinasi. Tim asuhan Pioli berjuang sendirian, sementara para direksi kesulitan menjalin komunikasi dengan pemilik klub yang berada jauh di Amerika Serikat. Jika tak ada terobosan, problem ini bisa mempermalukan Milan lebih jauh pada tahun depan.




Baca Juga :
- Lazio Dipermak Milan, Inzaghi Ungkap Kelemahan Tim
- Ronaldo Cetak Gol Melengkung dari Tendangan Bebas, Pertama Berkostum Juventus


“Sebuah bencana, hasil yang memalukan. Ini bukan Milan yang sebenarnya,” ujar Direktur Zvonimir Boban usai laga di Bergamo. “Kami sungguh minta maaf kepada tifosi karena terus menghadirkan kekecewaan. Kami akan berusaha keras agar prestasi positif kembali mewarnai perjalanan tim. Pioli? Ini bukan salahnya. Klub senang dengan cara dia bekerja, sama sekali tidak ada keraguan.”

Boban hadir di tribune stadion bersama para petinggi lain seperti Direktur Teknik Paolo Maldini, Direktur Olahraga Ricky Massara, CEO Ivan Gazidis, serta Presiden Paolo Scaroni. Raut wajah mereka memperlihatkan ekspresi tidak puas, kecewa dengan performa tim melawan Atalanta. Dari pertandingan tersebut, kesimpulan yang diambil adalah Milan belum bisa memperlihatkan karakter dan mentalitas pemenang.


Baca Juga :
- Gattuso Marah Pemain Napoli Banyak Bicara
- Ngeri..! David Ospina Terkapar Bersimbah Darah, Napoli Pun Tak Berdaya


Ada kaitannya dengan usia rata-rata pemain yang sangat muda. Misalnya, Donnarumma dan Rafael Leao yang kelahiran 1999, Ismael Bennacer (1997), serta Franck Kessie (1996). Sementara di kubu Atalanta, tak ada pemain yang lebih muda dari kelahiran 1995. Jadi dari sisi pengalaman, skuat I Rossoneri kurang bisa menyikapi pertarungan penting di level elite. Inilah persoalan yang coba dipecahkan pada mercato musim dingin.

“Kami akan melakukan sesuatu di bursa transfer, tapi tak bisa menjanjikan hasil instan. Tim tangguh seperti era Silvio Berlusconi tidak dibentuk dalam satu tahun atau enam bulan. Kami akan berusaha memberikan yang terbaik dan memanfaatkan peluang,” kata Boban lagi. Namun, pria asal Kroasia itupun tahu, untuk membangun skuat kompetitif dibutuhkan dana tak sedikit. Dan Milan, dalam hal ini, masih di bawah pengawasan Financial Fair Play (FFP) UEFA.

Selain itu, meminta anggaran lebih dari Elliott Management juga akan rumit. Pasalnya, sang pemilik telah mengucurkan sekitar 160 juta euro buat kampanye mercato musim panas lalu, ditambah biaya mendatangkan staf baru. Ada sederet pemain yang bergabung, seperti Leo Duarte, Ante Rebic, Bennacer, Rade Krunic, dan Leao, tapi tak seorangpun yang bisa memberi dampak signifikan. Hanya Theo Hernandez yang mampu tampil meyakinkan. Elliott juga masih menanggung gaji eks pelatih Marco Giampaolo.

“Saya bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi di lapagan,” kata Pioli mengakui kekurangan timnya. Dua belas poin dalam 10 laga memang tidak memuaskan. Apalagi Milan, untuk pertama kali sejak 1997, kebobolan 4 gol pada babak kedua pertandingan Seri A. “Kami harus bekerja lebih baik, terutama saya. Ibra? Kedatangannya bisa meningkatkan motivasi dan mentalitas tim. Dia punya pengalaman dalam melakoni laga-laga penting.”

Zlatan Ibrahimovic memang nama yang diinginkan semua pihak di Milan, dari pelatih, direksi, sampai Elliott. Dia tidak lagi muda, tapi punya karisma dan kualitas yang bisa mendongkrak kepercayaan diri rekan setim. Dalam beberapa hari, situasi penyerang asal Swedia itu akan diketahui lebih jelas. Kemudian, I Rossoneri juga terus berjuang untuk menggaet Jean-Claire Todibo dari FC Barcelona. Kesepakatan dengan antarklub sudah dicapai, sekarang tinggal meyakinkan pemain.*** Dari berbagai sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita