news
LIGA 1
Apa yang Harus Dilakukan Bali United di Tahun Tikus Logam? Ini Kata Pengamat
24 December 2019 09:50 WIB
berita
GIANYAR - Parade juara Bali United digelar dengan meriah dari pagi hingga malam, kemarin. Rangkaian parade juara diawali dengan pesta yang diikuti pemain, ofisial hingga tim pelatih di Pantai Sanur.

Bertebaran sejumlah speed boat, jetski hingga satu unit helikopter yang berlabel Bali United Champions yang berputar di atas pantai. Kibaran bendera kebesaran Serdadu Tridatu di banyak titik dan nyala flare, serta smoke bomb membuat suasana pantai makin meriah.




Baca Juga :
- Soal Gaji Pemain, PSCS Janjian dengan Tim Liga 2 Lainnya
- Ryan D'Masiv Kalah di Detik-detik Akhir Lelang Barang Riko Simanjuntak


Parade juara Bali United kemudian berlanjut dengan konvoi juara yang dikawal ribuan suporter dengan ragam atribut khas Bali United.  Tidak ketinggalan juga parade kebudayaan yang juga tersaji dalam rangkaian pesta juara Bali United ini.

Singgah ke kediaman Gubernur Bali, I Wayan Koster serta dilanjutkan dengan ke rumah dinas Bupati Gianyar menjadi rute yang dilalui dengan terus dikawal ribuan massa yang merupakan suporter fanatik Stefano Lilipaly dan kawan-kawan. Kemeriahan berlanjut pada malam harinya di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, sejumlah musisi tampil menghibur suporter fanatik Bali United.


Baca Juga :
- Makna Tersembunyi dari Logo dan Nama Klub AA Tiga Naga 
- Berada di Zona Merah Covid-19, Ini yang Dilakukan Rama dan Tama


Mulai musisi lokal hingga pedangdut ternama, Via Vallen juga ikut menambah kobaran euforia juara Bali United. “Acara ini adalah persembahan khusus kami untuk suporter yang selalu setia memberikan dukungan sepanjang musim yang luar biasa,” kata CEO Bali United, Yabes Tanuri.

Tapi, di tengah sorak keberhasilan, Bali United tentu wajib mewaspadai sindrom juara yang justru bisa menghadirkan bumerang. Pasalnya, dua musim terakhir, tim juara Liga 1 terbukti tak mampu mempertahankan prestasi.

Juara Liga 1 2017 Bhayangkara FC hanya mampu finis di peringkat ketiga di musim 2018. Begitu pula kampiun Liga 1 2018, Macan Kemayoran tampil terseok-seok di musim 2019. Artinya, Bali United harus meningkatkan standar di tahun 2020 atau disebut tahun tikus logam.

“Sebelumnya, kita ucapkan selamat untuk Bali United yang musim ini punya performa luar biasa hingga tampil sebagai juara. Musim ini, baik dari sisi teknis maupun nonteknis, Bali United memang layak untuk tampil sebagai juara. Musim 2020, Bali United harus mampu membuktikan mereka mampu menjaga konsistensi saat tampil di kompetisi domestik dan mampu bersaing di level Asia,” kata Koordinator Save Our Soccer Akmal Marhali kepada TopSkor, Senin (23/12).

Khususnya saat tampil di level Asia nanti Bali United tampil sebagai wakil Indonesia. Dia berharap pengalaman di Asia pada musim 2018 silam dapat menjadi pelajaran berharga bagi skuat asuhan Stefano "Teco" Cugurra. “Tentunya kami semua sangat berharap Bali United sebagai juara Indonesia tidak hanya numpang lewat saja di level Asia," ucap Akmal.

Senada dengan Akmal, pengamat sepak bola nasional M Kusnaeni juga mengakui jika Bali United musim ini sangat pantas menjadi juara Liga 1. “Manajemen yang bagus dengan finansial yang kuat menjadi salah satu poin penting dimiliki Bali United. Tidak dapat dimungkiri jika pengalaman di musim-musim sebelumnya menegaskan bahwa tim yang tampil sebagai juara adalah tim finansial dan manajemen yang bagus,” kata Bung Kus, sapaannya.

Faktor lainnya yang disebutnya adalah keputusan tepat manajemen menunjuk Teco sebagai pelatih dan tidak banyak merombak komposisi pemainnya. “Satu lagi konsistensi Bali United menjadi hal yang menonjol, baik saat tampil di kandang maupun tandang. Ini yang tidak dimiliki para kompetitor di musim 2019 ini," ucap Bung Kus.

Pekerjaan rumah di musim 2020 sudah menanti Bali United. Dengan bermain di kompetisi domestik dan Asia, Bali United wajib memiliki 22 pemain inti alias yang punya kualitas setara.

“Namun juga tetap bisa bersaing di kompetisi domestik mengingat jadwal akan sangat ketat dan padat. Pengalaman berlaga di Asia tahun 2018 lalu harus menjadi pelajaran untuk musim 2020 nanti," kata Bung Kus.

Bali United akan berjuang pada babak pendahuluan pertama Kualifikasi Liga Champions Asia (LCA) 2020 menghadapi Tampines Rovers Singapura, 14 Januari mendatang. Selanjutnya ada dua tahapan lagi yang harus dilalui tim Serdadu Tridatu untuk sampai pada fase grup LCA 2020.***SRI NUGROHO

 

 

R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news