news
LIGA ITALIA
Tamparan Membuat Ronaldo Bangkit
24 December 2019 09:10 WIB
berita
Wajah muram Cristiano Ronaldo seusai takluk di Piala Super Italia jadi viral.-Topskor.id/istimewa-
RIYADH – Tampaknya penyesalan Cristiano Ronaldo pindah ke Juventus FC makin menjadi. Wajahnya muram ketika naik podium dan menerima medali sebagai finalis Piala Super Italia 2019 dengan setengah hati. Ketika turun, dia langsung melepas medali perak tersebut. Dia pun menatap selebrasi dan keceriaan para pemain SS Lazio dengan mulut terkatup rapat. Gestur ini menjadi viral di media sosial.

Sebagai pemain yang selalu menginginkan kesempurnaan, striker internasional Portugal itu tidak terbiasa menjadi yang kedua. Tuah Ronaldo di pamungkas, hilang di Riyadh, Minggu (22/12).




Baca Juga :
- Georgina pun Jadi Hairdresser Dadakan untuk Ronaldo
- INFOGRAFIS: Ronaldo Lebih Tajir dari Messi


Lazio telah menghentikan rentetan 12 kemenangan di berbagai final sejak 2014. Kenangan  kehilangan Piala Super Spanyol 2014 atau 64 bulan silam, berputar lagi di benaknya. Kala itu Real Madrid dihempaskan lawan sekota, Atletico Madrid, dengan gol Mario Mandzukic sebagai penentu.

Secara total, pemilik lima Bola Emas itu telah terjun ke 29 final: 26 bersama klub dan 3 tim nasional Portugal.  Dia menuai 21 kemenangan dan menyerah 8 kali.


Baca Juga :
- Ayah Higuain Bereaksi terkait Isu Anaknya yang Akan Dilepas Juve
- Messi, Neymar Putus, Ronaldo Paling Tajir, Pendapatannya Rp 16 Triliun


Mungkin kekecewaan hanya bertahan selama beberapa hari, CR7 bukan pemain yang gampang menyerah. Tamparan malah membangkitkan monster dalam diri attaccante 34 tahun itu.

Beberapa waktu lalu, dalam wawancara dengan DAZN, dia pernah mengatakan, “Saya gembira karena mencintai bermain sepak bola, tampil maksimal, menjaga kualitas permainan dan berada dalam kondisi baik. Saya orang yang berbeda di lapangan, sangat penting tetap seperti itu. Saya tahu siapa saya, saya mengerti apa yang saya kerjakan. Saya tahu, pada akhirnya mereka akan bilang kalau saya hebat.”

Mulai 30 Desember, pasukan Maurizio Sarri akan berkumpul lagi di Continassa. Tapi bukan CR7 yang baru berlatih di tanggal tersebut. Kesibukannya menjaga kebugaran dan kekuatan dimulai jauh sebelum itu. Bahkan pesta Natal keluarga, yang identik dengan banyak makanan, tidak bisa mengacaukan dietnya.

Sarri siap menyambut versi baru Ronaldo.Tinggal bagaimana menyuntikkan motivasi dan menemukan pola yang pas untuk memaksimalkan potensi sang striker.

Mimpi buruk yang dihadirkan Lazio, membuat tim tidak tenang. Kapten Leonardo Bonucci, yang biasanya mengayomi tim, malah terlibat adu mulut dengan koleganya, Miralem Pjanic. Dia menuding pemain asal Bosnia itu terlalu mudah dimatikan di zona pertahanan. Gesekan itu akhirnya diselesaikan.

“Kami memiliki ambisi untuk selalu berada di atas demi simbol yang selalu kami bawa di dada. Sekarang kami harus memandang target-target lain yang tidak boleh hilang lagi. Bersatu,” tulisnya di  Instagram. Pjanic melontarkan komentar dengan nada sinis. “Tentu ada kekecewaan, sebab kami berusaha memenangi final ini. Untuk jadi juara, tentu saja harus kebobolan sedikit gol, tapi secara umum semua elemen skuat harus mengerti untuk menurunkan permainan terbaik di lapangan.”* Dari berbagai sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news