news
LIGA ITALIA
Misi Khusus Zaniolo di Firenze
20 December 2019 12:05 WIB
berita
Gelandang belia, Nicolo Zaniolo, menjadi poros AS Roma.-Topskor.id/istimewa-
FIRENZE – Sepak bola seringkali diwarnai reuni. Alasannya bermacam: dari sosok pemain yang berniat membuktikan diri kepada mantan klub, sampai nostalgia atas periode manis. Inilah pesan yang ingin disampaikan duo AS Roma, Nicolo Zaniolo dan Nikola Kalinic, ketika mengunjungi ACF Fiorentina di Stadio Artemio Franchi, Jumat (20/12) malam atau Sabtu dini hari WIB.

Zaniolo dan Kalinic pernah punya kisah dengan I Viola di masa lalu. Sang gelandang muda merupakan produk akademi Firenze, berlatih selama enam tahun dari 2010-2016. Sementara striker asal Kroasia adalah mesin gol Fiorentina selama dua musim (2015-2017), melesakkan 33 gol dalam 84 penampilan di semua kompetisi—27 di antaranya di Seri A.




Baca Juga :
- Siaran Langsung Seri A RCTI: Inter Milan vs Fiorentina, Minggu (27/9) Pukul 01.45 WIB
- Jadwal Liga Italia Hari Ini, Sabtu 26 September dan Minggu 27 September Dini Hari WIB


Bagi Zaniolo, masa-masa di Firenze merupakan pengalaman kelam. Dijanjikan bakal menembus tim utama Fiorentina, dia justru dilepas pada musim dingin 2016. Bagi remaja yang saat itu bahkan belum genap 17 tahun, kabar tersebut merupakan pukulan berat. Zaniolo pulang ke rumah, dan sempat berpikir untuk menghentikan cita-citanya jadi pesepak bola. Beruntung, kemudian ada Virtus Entella yang menyelamatkan kariernya lewat sodoran kontrak.

Tampil impresif bersama Entella di level primavera dan Seri B, bakat Zaniolo tercium FC Internazionale. Dia pindah ke Stadio Giuseppe Meazza pada Juli 2017, tumbuh sebagai mesin gol I Nerazzurri muda saat menjuarai kompetisi primavera. Namun, belum sempat debut di tim senior Inter, dia sudah memulai lembar baru lagi bersama Roma.


Baca Juga :
- Walau Kalah Telak di Pekan Pertama, Pedro Yakin Roma Bisa Raih Tiket Liga Champions
- Posisi Paulo Fonseca dalam Bahaya, Massimiliano Allegri Dikaitkan


Di Olimpico, talenta Zaniolo berkembang pesat. Dia jadi salah satu pemain muda terbaik di Italia, bahkan sampai menembus tim nasional senior. Dalam satu setengah musim, Nicolo sudah tampil dalam 57 laga kompetitif, menyumbang 11 gol buat I Giallorossi. Sekarang, dia kembali ke Firenze sebagai sosok berbeda: pemain penting yang bisa menentukan hasil. Pada laga nanti, Zaniolo berambisi mencetak gol dan merusak musim Fiorentina.

Sedangkan Kalinic menawarkan cerita berbeda. Kembali ke Franchi memberi angin segar buat kariernya yang kian terpuruk. Dulu, dia begitu dipuja tifosi Fiorentina karena nyaris menggaransi gol dalam setiap penampilan. Performa gemilang itulah yang kemudian membawanya “naik kelas” menuju AC Milan pada 2017. Sayang, alih-alih melesat, transfer tersebut justru jadi awal kegagalan demi kegagalan.

Di San Siro, Kalinic terlihat kesulitan mereplikasi ketajaman. Tiga puluh satu kali tampil di Seri A, dia cuma menyumbang 6 gol. Pindah ke Atletico Madrid pada 2018, yang diharap jadi titik balik, ternyata malah membuatnya kian tenggelam. Kalinic hanya main 17 kali di La Liga, mencetak dua gol. Dan sekarang, bersama Roma, kesialan terus berlanjut: baru merumput tiga kali di Seri A, tanpa sekalipun membobol gawang lawan.

Kalinic dan Roma mungkin bakal berpisah pada mercato Januari, jadi pintu buat peminat dibuka selebar-lebarnya. Fiorentina bisa termasuk salah satu destinasi potensial. Jika diberi kesempatan main di Franchi, Kalinic akan berusaha memperlihatkan kemampuan terbaik, berharap eks timnya kembali tertarik. Melihat skuat asuhan Vincenzo Montella yang kekurangan striker murni, operasi ini bukan mustahil.

Penentuan Montella

Bagi Roma, menang di Firenze adalah keharusan bila ingin mempertahankan posisi di zona Liga Champions. “Kompetisi masih panjang, jadi kami mesti meraup poin sebanyak-banyaknya. Bertarung di markas Fiorentina selalu jadi tantangan hebat,” ujar bek Federico Fazio.

Sebaliknya, buat I Viola, tiga poin adalah hidup-mati. Bukan cuma untuk menjauh dari ancaman degradasi, tapi juga menentukan nasib Montella. Mampu menahan imbang Inter, pekan lalu, memang prestasi bagus. Tapi, itu takkan berarti jika Fiorentina kembali keok di hadapan Roma. Petinggi klub sudah gerah dengan prestasi minim (6 laga tanpa menang di Seri A), siap mencari pelatih anyar pada jeda Tahun Baru.

Montella bakal mengandalkan kapten German Pezzella, yang baru comeback dari cedera. Saat seri versus Inter, bek asal Argentina itu tampil luar biasa dalam mematikan duet Romelu Lukaku-Lautaro Martinez. Kini, kualitas dan pengalamannya kembali dibutuhkan tim untuk meredam salah satu unit serangan paling tajam di Seri A, milik Roma.*** Dari berbagai sumber

Perkiraan pemain :

FIORENTINA (3-5-2) : 69 Dragowski; 4 Milenkovic, 20 Pezzella, 22 Caceres; 21 Lirola, 78 Pulgar, 5 Badelj, 8 Castrovilli, 29 Dalbert; 25 Chiesa, 28 Vlahovic;
Cadangan: 1 Terracciano, 23 Venuti, 17 Ceccherini, 24 Benassi, 11 Sottil, 18 Ghezzal, 10 Boateng;
Pelatih: Vincenzo Montella 

AS ROMA (4-2-3-1) : 13 Lopez; 24 Florenzi, 6 Smalling, 23 Mancini, 11 Kolarov; 21 Veretout, 42 Diawara; 22 Zaniolo, 7 Pellegrini, 8 Perotti; 9 Dzeko;
Cadangan: 63 Fuzato, 37 Spinazzola, 20 Fazio, 77 Mkhitaryan, 99 Kluivert, 17 Under, 19 Kalinic
Pelatih: Paulo Fonseca 
 

 

X
Penulis
Xaveria Yunita