news
LIGA 1
PSS Buktikan Pemain Jebolan Liga 2 dan Liga 3 Bisa Bersaing di Liga 1
19 December 2019 11:13 WIB
berita
Penyerang Kushedya Hari Yudo - TopSkor/Sri Nugroho
SIAPA bilang pemain jebolan Liga 2 dan pemain muda tak akan bisa bersaing dalam pentas Liga 1? Cobalah tanyakan ke PS Sleman (PSS), yang musim ini jadi satu-satunya tim promosi Liga 2 2018 dan tak terdegradasi, seperti dua tim promosi lainnya Kalteng Putra dan Semen Padang FC.

Tak hanya bertahan untuk Liga 1 2020, tim asuhan Seto Nurdiyantoro itu bahkan berkesempatan mengakhiri musim ini dengan bertengger di papan tengah. Itu tergantung dari hasil laga melawan Tira Persikabo di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada Minggu (22/12) nanti.




Baca Juga :
- Manajemen Persis Solo Pantau Latihan Mandiri Pemainnya
- Soal Gaji Pemain, PSCS Janjian dengan Tim Liga 2 Lainnya


Sepanjang musim ini, Super Elang Jawa, julukan PSS, tak pernah terlempar dari posisi 12 besar. Bahkan, Yevhen Bokhasvili dan kawan-kawan kerap masuk dalam peta pertempuran papan atas. Tepatnya pada pekan ke-11 hingga 25, Rangga Muslim dan kawan-kawan bisa menembus posisi lima besar.

Capaian PSS musim ini terbilang cukup mengejutkan di tengah persaingan tim-tim elite. Hadir dalam Liga 1 2019 dengan anggaran belanja pas-pasan, PSS bisa membuktikan kualitas. Kinerja dan motivasi pemain PSS sangat menonjol. Peran Seto sebagai peracik startegi juga berperan cukup vital.


Baca Juga :
- Sriwijaya FC Berencana Gelar Latihan Sepekan setelah Lebaran
- Perangi Virus Corona, PSIM Yogyakarta Galang Donasi


“Hasil yang cukup melegakan untuk PSS yang hadir dengan status sebagai tim promosi dan diisi banyak pemain dari Liga 2. Kerja keras, motivasi tinggi, dan konsistensi anak-anak menjadi kunci apa yang kami dapatkan sejauh ini,” kata Seto. Diakuinya, secara individu skuat PSS tak dihuni pemain berstatus bintang.

Bahkan, empat pemain asing PSS adalah debutan di Indonesia. Mereka itu adalah Alfonso De La Cruz (Spanyol), Guilherme Batata (Brasil), Brian Ferreira (Irak) dan Yevhen Bokhasvili (Ukraina). Pada awal musim lalu, keempatnya diragukan bakal tampil dengan kontribusi besar.

Namun nyatanya, empat pemain ini membuat perbedaan dan mematahkan anggapan miring. Bahkan, Brian dan Bokhasvili menjadi pemian yang paling getol menyumbang gol untuk tim yang bermarkas di Maguwoharjo ini. Rinciannya, Brian menyumbang sembilan gol, dan Bokhasvili mencetak 16 gol.

Sedangkan pemain lokal PSS didominasi pemain Liga 2 2018. Musim ini menjadi debut para pilar PSS di kasta tertinggi, yakni kiper andalan Ega Rizki, bek Asyraq Gufron, Ikhwan Ciptadi,dan sang kapten Bagus Nirwanto. Karena keterbatasan keuangan, Seto pun lebih memilih merekrut tiga pemain dari Liga 3.

Pemain-pemain yang dikontak pada jendela transfer itu adalah Ocvian Chanigio dan Efdal Prasetyo dari Persitema Temanggung, serta Arif Satya Yudha dari Persiba Bantul. Ternyata, naluri Seto tak meleset. Sebab, Ocvian dan Arif beberapa kali tampil sebagai starter dengan performa yang kompetitif.

Tanpa pemain bintang, menurut Seto justru mendatangkan keuntungan. Eks bintang timnas Indonesia itu mengaku dapat memilih dan menentukan pemain yang diturunkan dengan kualitas yang terbilang merata. Tidak ada pula ketergantungan pada pemain tertentu, termasuk misalnya pada pemain asing.* Sri Nugroho

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news