news
FORMULA 1
Verstappen dan Leclerc Buat Masa Depan F1 Cerah
17 December 2019 10:50 WIB
berita
Max Verstappen (kiri) dan Charles Leclerc (Dok. Istimewa)
PARIS – CEO Formula 1 (F1) Chase Carey menyebut talenta muda seperti Max Verstappen dan Charles Leclerc membawa harapan untuk olahraga ini. Kehadiran mereka di masa depan menjanjikan persaingan ketat hingga F1 bakal tetap diminati. Atas dasar itu pula, Carey menganggap keduanya paling cocok untuk menggantikan Lewis Hamilton.

Sekadar mengingatkan, pembalap asal Inggris tersebut bakal berusia 35 tahun sebelum F1 2020 bergulir. Kontrak berikutnya diprediksi jadi yang terakhir dalam kelas tertinggi balap mobil formula. Saat ini, Hamilton masih menyisakan satu musim bersama Mercedes AMG Petronas.




Baca Juga :
- Staf McLaren yang Dikarantina karena Positif Corona Sudah Pulang ke Rumah
- Bernie Ecclestone: Tak Usah Gelar Formula 1 2020


“Saya berharap Lewis berlomba selamanya! Kesuksesannya telah menunjukkan bahwa ia adalah pahlawan untuk olahraga ini. Kami tahu ia tak akan balapan selamanya tapi rasanya masih ada beberapa tantangan yang masih ingin dilaluinya,” kata Carey seperti dilansir Crash.net.

Hamilton menjelma sebagai ikon F1, menyusul prestasi yang telah dicapai, terutama dalam enam tahun terakhir. Lima gelar juara dunia berhasil diraihnya bersama Mercedes. Namun, F1 harus menyiapkan pengganti Hamilton jika ingin ajang balap jet darat ini tetap diminati penonton.


Baca Juga :
- Mencoba Netral, Leclerc Senang Jika Vettel Bertahan, tapi Keputusan Ada di Ferrari
- Formula 1 Ingin Gelar 15-18 Balapan di Musim 2020


“Mereka mengatakan kami memiliki talenta muda luar biasa. Apakah itu Max, Charles atau Lando (Norris). Saya berharap mereka punya kesempatan bertarung dengan Lewis. Tapi, kami harus memastikan dan bekerja keras dengan FIA demi membangun struktur kuat,” kata Carey.

Saat ini, struktur dalam balap mobil formula kian membaik. Formula 2 dan Formula 3 kembali jadi support system, utamanya dalam melahirkan pembalap yang akan berlaga di kelas tertinggi. Hal ini merupakan komitmen petinggi F1 demi menjadikan ajang ini makin berkualitas.

“Kami telah berusaha membuat struktur yang lebih baik dan berjuang memperkuatnya agar para pembalap muda terus berdatangan. Ini karena mereka juga berpeluang menjadi juara dunia. Dengan jenjang kompetisi yang kuat, olahraga ini akan semakin berkembang,” kata Carey.

Presiden Federasi Automobil Internasional (FIA) Jead Todt mengaku tak khawatir dengan masa depan F1. Menurutnya, ajang balap jet darat akan terus menarik minat banyak fan dari seluruh dunia. Pasalnya, ada banyak sejarah yang dicatat oleh bintang-bintang F1 di masa lalu.

“Sungguh fantastis memiliki kepribadian dan menjadi seorang juara seperti Lewis. Tapi, melihat sejarah balap mobil, setiap satu dekade, kami memiliki talenta spesial. Sebelum Lewis, ada Michael Schumacher dan di awal memulai, ada Fangio, Clark, Stewart dan lainnya,” kata Todt.

Sebelum didominasi Hamilton, F1 memiliki Sebastian Vettel yang memesona fan dengan kinerjanya di Red Bull Racing, 2010-2013. Untuk itu, Todt tak khawatir jika Hamilton bakal meninggalkan F1. Ia yakin fan akan penasaran untuk melihat siapa talenta baru yang akan meraih sukses.

“Suatu saat, Lewis akan pensiun dan beberapa talenta muda sudah berdatangan seperti Max, Charles, dan yang lain. Tentu saja mobil terbaik akan memudahkan tugas mereka. Pendatang baru seperti Lando, George Russell, juga bisa melakukannya jika dapat mobil yang kuat,” ujar Todt.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news