news
FORMULA 1
Ricciardo Buka Peluang Tinggalkan Renault
16 December 2019 10:08 WIB
berita
Daniel Ricciardo bisa tinggalkan Renault jika tak kunjung kompetitif di barisan tengah lomba.
ENSTONE – Daniel Ricciardo menegaskan tak memiliki keraguan saat memutuskan gabung dengan Renault, awal tahun ini. Meski faktanya, debutnya dengan tim yang berbasis di Enstone, Prancis itu tak mengesankan. Berbeda jauh dengan kinerjanya saat bersama Red Bull Racing, tahun lalu.

Belajar dari kegagalannya bersama Renault, Ricciardo mengaku butuh waktu untuk beradaptasi dalam persaingan tim papan tengah. Pasalnya, Renault belum mampu bertarung di barisan depan. Terlebih, tahun ini, mereka kalah dari McLaren yang berstatus pelanggan mesin.




Baca Juga :
- Staf McLaren yang Dikarantina karena Positif Corona Sudah Pulang ke Rumah
- Bernie Ecclestone: Tak Usah Gelar Formula 1 2020


“Saya belum mencapai titik yang diinginkan. Awal musim ini, di Grand Prix (GP) Bahrain (31 Maret), saya sedikit kecewa dengan kinerja sendiri. Meski itu baru balapan kedua, tak mudah membawa mobil ke barisan terdepan. Tak seperti yang saya pikirkan,” katanya seperti dilansir Crash.net.

Ketika itu, Ricciardo dan Nico Hulkenberg gagal finis karena mengalami masalah tenis pada R.S.19 di saat bersamaan. Hal tersebut diakui Ricciardo sedikit menjatuhkan mental hingga meragukan masa depannya di Formula 1 (F1). Meski begitu, ia bangkit dan berjuang meraih hasil terbaik.


Baca Juga :
- Tujuh Tim Formula 1 Asal Britania Raya Bersatu Perangi Corona
- Formula 1 Ingin Gelar 15-18 Balapan di Musim 2020


“Waktu di Shanghai, kami memiliki akhir pekan yang bagus. Bahkan, lomba terbaik sepanjang musim ini. Kebangkitan yang cepat setelah hasil mengecewakan di Bahrain, Jadi, saya tak sampai pada titik penyesalan atau mempertanyakan keputusan yang sudah dibuat,” kata Ricciardo.

Pembalap asal Australia itu mengatakan, menyesuaikan diri dengan pertarungan di lini tengah F1 memberi tantangan lebih besar. Namun, di sisi lain, memotivasinya untuk lebih baik di tiap putaran. Hal itu lebih baik daripada memikirkan kinerja Renault yang sulit menemukan konsistensi.

“Awalnya, saya berpikir apakah bisa bertarung di lini tengah bersama Nico, yang memiliki banyak pengalaman pada level ini. Saya juga tidak membiarkannya membangun kepercayaan diri lebih awal karena hanya akan menyulitkan saya. Jadi, memang harus cepat beradaptasi,” ujarnya.

Tahun depan, Ricciardo menegaskan bakal mencoba konsisten di setiap perlombaan. Ia juga mengatakan bahwa dirinya bisa saja tak melanjutkan kontrak bersama Renault setelah F1 2020. Ambisinya untuk berada di mobil terbaik sangat besar agar memudahkannya dalam memperebutkan gelar.

“Pada 2021, segalanya akan berubah dan itu sulit diprediksi. Menarik melihat bagaimana kelanjutan kontrak dari pembalap baru atau lama. Saya pikir, rekan tim baru saya, Esteban Ocon, satu-satnya yang memiliki kontrak setelah 2020. Saya dan tim juga belum membicarakan,” kata Ricciardo.

Buat Kejutan

Melihat kembali perjalanan Ricciardo, publik sempat dibuat terkejut dengan keputusannya meninggalkan Red Bull. Sejak 2014, Ricciardo telah mengumpulkan 29 podium termasuk tujuh kemenangan hingga membuatnya kerap diwaspadai para rival. Ketika itu, santer beredar lantaran dirinya tak akur dengan Max Verstappen.

Ricciardo pun enggan membahas masa lalunya. “Jujur, awalnya saya frustrasi dan marah (karena gagal kompetitif bersama Renault). Tapi, ada banyak hal positif yang dapat diambil. Saya hanya ingin tampil lebih ‘ganas’ daripada sebelumnya. Itu akan menghasilkan sesuatu yang bagus,” ia menuturkan.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news