news
INFOGRAFIS
Persaingan Liga Champions Buat Motivasi Skuat Chelsea Bangkit
14 December 2019 14:34 WIB
berita
LONDON – Dari enam kemenangan beruntun, Chelsea mengalami tiga kekalahan dari empat laga terakhir di Liga Primer. Termasuk takluk dari Everton, pekan lalu. The Blues hanya meraih tiga poin dari kemungkinan 12 poin setelah pasukan Frank Lampard ini kalah dari Manchester City, West Ham, dan The Toffees. Posisi mereka yang sempat di peringkat kedua kini turun di posisi keempat dan hanya unggul lima poin atas Manchester United (MU) yang ada di bawah mereka.

Kini, Lampard akan mencoba mengembalikan timnya ke trek kemenangan saat menjamu
Bournemouth, Sabtu (14/12), di Stadion Stamford Bridge. Jika melihat rapor Tammy Abraham dan kawan-kawan sepanjang Liga Primer musim ini, fakta bahwa The Blues selalu mengalami kekalahan menghadapi tim-tim besar. Takluk dari Manchester United (MU), kalah dari Liverpool, ditekuk Manchester City.




Baca Juga :
- Inter dan Giroud Sudah Sepakat, tapi Tunggu Pemain Ini Pergi untuk Bisa Merapat
- 5 Sayap Muda Terbaik di Eropa




Dengan demikian, Lampard memang berhasil membawa klub asal London ini meraih sejumlah hasil positif. Tapi, mereka belum benar-benar kuat dengan catatan negatif menghadapi tim besar tersebut. Wajah berbeda ditampilkan The Blues di ajang Liga Champions, ditandai dengan sukses melangkah ke 16 besar, setelah mengalahkan Lille dalam laga keenam penyisihan grup, Selasa (10/12) lalu.

Gol Abraham dan Cesar Azpilicueta menentukan langkah The Blues ke fase knockout. Pencapaian ini memperbaiki atmosfer Chelsea yang sempat muram karena kekalahan di Liga Primer, berubah menjadi lebih positif. Berarti pula, tidak sebenarnya tidak ada persoalan yang serius, terkait grafik performa mereka yang menurun di ajang domestik. Lampard tinggal mendorong dan memotivasi kembali pasukannya untuk kembali meraih kemenangan.


Baca Juga :
- Diego Costa Bertinju Melawan Tukang Pijat, Begini Reaksi Pemain Chelsea
- Inter Milan: Giroud Segera Merapat, Eriksen Tunggu Perkembangan


Dan, Bournemouth adalah lawan yang dapat dijadikan titik tolak untuk memperlihatkan
kembali kekuatan mereka. The Cherries akan datang ke Stamford Bridge dengan rapor yang lebih parah, mengalami lima kekalahan beruntun. Karena itu, ini peluang bagi Chelsea untuk menemukan kembali kepercayaan diri di Liga Primer. Dalam laga ini, Lampard kemungkinan besar akan kembali menurunkan trio Willian, Abraham, dan Christian Pulisic di lini depan. Skema ini (4-3-3) dengan tiga pemain tersebut yang selalu diturunkan pelatih 41 tahun tersebut.

Willian, Abraham, dan Pulisic merupakan trio lini depan yang coba dibentuk Lampard. Hasilnya, ketiganya telah memberikan 26 gol bagi The Blues di Liga Primer sepanjang musim ini (18 gol+8 assist). Bahkan, dari statistik produktivitas gol, mereka bisa bersaing dengan trio Liverpool. Total, Sadio Mane, Mohamed Salah, dan Roberto Firmino, sepanjang Liga Primer musim ini bergulir menorehkan 20 gol (Mane 9 gol, Salah 7 gol, dan Firmino 4 gol).

Kekuatan inilah yang akan dinantikan pendukung The Blues di Stamford Bridge, saat menghadapi Bournemouth. Sukses ke 16 besar Liga Champions pun memperlihatkan sejumlah poin positif. Dari pertahanan contohnya. Chelsea bakal semakin kuat dengan kembalinya Antonio Ruediger. Saat tampil lawan Lille, Ruediger sudah terlihat langsung berada dalam performa terbaiknya.

Yang dinantikan kemudian adalah, siapa yang akan bersama Ruediger di jantung pertahanan. Pilihannya adalah Kurt Zouma yang memang sudah menjadi bagian starter di bawah Lampard.

Meski demikian, ada sosok Fiakyo Tomori yang juga tampil mengesankan. Selanjutnya, Lampard pun memiliki dua pilihan untuk posisi full-back. Mereka adalah Reece James, sosoknya memberikan kekuatan tambahan ketika The Blues melakukan tekanan.

Lalu ada Cesar Azpilicueta yang tetap menjadi bagian dari tim dan pemain penting bagi Lampard. Emerson, Marcos Alonso, kemungkinan bakal menjadi pelapis keduanya. Kekuatan The Blues di barisan gelandang juga dalam performa menanjak. N’Golo Kante, Mateo Kovacic, sudah dipastikan bakal mendapatkan tempat. Keduanya bisa bermain dalam pola dua atau tiga gelandang, dengan Jorginho yang akan selalu menjaga lini tengah memberikan kebebasan kepada Kante dan Kovacic untuk berkreasi dan maju
ke depan.

Ya, inilah kekuatan Chelsea yang memang sudah ada sejak awal musim. Kekalahan yang terjadi tentu memberikan tanda tanya besar karena faktanya, mereka memiliki tim yang memang mampu bersaing. “Saya kira, kami akhirnya telah menemukan cara sebagai sebuah tim, ketika kami mampu tetap kompetitif,” kata Lampard. “Kami menunjukkannya di liga dan kini kami memperlihatkannya di Liga Champions,” dia menambahkan.***

loading...
T
Penulis
TSM
news
news